Menurut Novel Baswedan, Ini Kekonyolan yang wajib Dipublikasikan

Menurut Novel Baswedan, Ini Kekonyolan yang wajib Dipublikasikan
Berita Islam 24H – hingga di ini polisi belum sukses mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan. Penyidik senior KPK itu mempertanyakan kinerja kepolisian.
Kepada wartawan Jawa Pos Agus Dwi Prasetyo dan Imam Husein, Novel yang di ini dirawat di Singapore General Hospital membeberkan sejumlah kejanggalan penanganan perkara yang dilakukan polisi. Berikut petikannya.
hingga sekarang polisi belum sukses mengungkap pelaku kasus penyerangan terhadap kalian. Seperti apa sebenarnya yang terjadi?
Coba sekarang tutorial berpikir kita dibalik. Kewajiban saya Yaitu menjalankan tugas Bagaikan aparatur negara. Itu sudah saya lakukan dan ke depan saya akan tetap lakukan.
Saya tetap fokus menjalankan itu dengan sekuat dan sekeras mungkin saya Bisa. Kejadian ini tak membuat saya gentar. tak membuat saya takut.
Lalu apa korelasinya dengan tutorial berpikir terbalik itu?
Soal ada permainan (di balik kasus penyiraman, Red) dan ada hal yang tak disampaikan (polisi), itu masalahnya bukan di saya. Itu masalahnya wajib dipandang dari Hepotenusa yang lebih besar.
Ini negara. Negara punya aparatur, di antaranya saya. Dan saya diserang. Sekarang yang seharusnya marah siapa? Negara. Presiden mewakili negara sudah marah dan perintahkan ungkap kasus ini. Tapi tak disampaikan.
Maksud kalian, kepolisian tak mengindahkan perintah presiden?
dengan cara manusiawi semestinya (penyerangan) ini tak boleh dibiarkan. di karenakan Seandainya dibiarkan, efeknya Yaitu (tindakan teror terhadap aparatur negara) akan terulang. untuk saya, saat presiden memerintahkan untuk disampaikan, tapi ternyata tak disampaikan, Yaitu pembangkangan yang wajib dilihat Bagaikan masalah serius.
Kok beraninya presiden menyuruh mengungkap, tapi tak dilaksanakan. Perspektif kita mestinya dibelokkan ke sana (pembangkangan).
Lalu bagaimana Seandainya pembangkangan tetap dilakukan?
Seandainya saya ya terserah. Apakah ingin (pembangkangan) ini Jadi sejarah bahwa ada presiden membagikan perintah kepada aparatur, tapi tak dilaksanakan? Ada aparatur yang bekerja benar, terus diserang (teror), tapi sekarang dibiarkan.
Bahkan, ditutup-tutupi pelakunya. Apakah ingin ada sejarah seperti itu? Sekarang Masa keterbukaan, tak Bisa lagi ditutup-tutupi.
kalian kecewa dengan pengungkapan kasus penyerangan ini?
Seandainya dibilang saya kecewa, dengan cara manusiawi mestinya kecewa. Tapi, saya berpikirnya positif. Saya hanya mengambil Hepotenusa saya, di mana saya akan tetap menjalankan apa yang Jadi kewajiban saya. saat orang punya kewajiban, tapi tak melaksanakannya, saya hanya kasihan dan prihatin.
Kok Bisa ya ada aparatur punya kewajiban, tapi tak melaksanakan. Saya tak mau seperti dia (polisi). Saya berdoa semoga saya tak Jadi orang seperti dia (polisi).
kalian lebih senior daripada tim penyidik kepolisian yang tengah mengungkap kasus kalian. Apakah memang sedemikian sulit Menelusuri pelaku penyerangan kalian?
Ini perkara mudah, sangat mudah. Seandainya dibilang sulit, saya tak paham sulitnya di mana. di karenakan hal-hal ini sudah dijelaskan semua dan bukti-bukti.
Langkah-langkah yang dilakukan tim Polri untuk mengungkap kasus ini saya lihat sudah cukup bagus. Tapi, saya nggak tahu kenapa kok berhenti prosesnya.
Janji Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan memeriksa kalian di Singapura bagaimana kejelasannya?
tak ada kejelasan. hingga sekarang belum ada. Cuma, yang mau saya tegaskan di kesempatan ini, sejak pertama kali kejadian, saya sudah membagikan keterangan. Hari pertama, polsek datang, dari polres datang, dari polda datang, dari Bareskrim dan densus pun ada.
Dan saya selalu membagikan keterangan. Langsung saya berikan, tak pakai nanti. Jadi, Seandainya saya dibilang tak membagikan keterangan, saya kira humas (Polda Metro Jaya dan Mabes Polri) tak tahu. di karenakan saya membagikan keterangan bukan ke humas.
Humas Polri menyatakan, keterangan kalian mestinya masuk di berita acara Inspeksi (BAP). Bagaimana terkait itu?
Seandainya terkait dengan diperiksa, saya kira membagikan keterangan tak selalu di BAP. Penyidik itu mengetahui adanya interview, ada interogasi, dan lain-lain. Jadi, Seandainya dibilang tak membagikan keterangan, dia (Humas Polri) lupa barangkali dan tak paham teknis.
Apa lagi kejanggalan penanganan perkara kalian selama ini?
Ada lagi penyampaian yang saya Bisa itu informasinya bahwa rencana penyidik Polri ingin memperlihatkan kepada saya sketsa wajah yang mereka buat.
Menurut saya, ini kekonyolan yang wajib dipublikasikan.
di karenakan sejak awal kejadian saya bilang tak melihat langsung pelakunya. Ini berkali-kali saya sampaikan dengan cara jelas dan lugas. Jadi, Seandainya dibilang akan ditunjukkan sketsa wajah pelaku kepada saya, berarti dia tak paham dengan penyampaian (keterangan) saya. Saya nggak lihat pelakunya, kenapa ditunjukkan kepada saya?
Apakah itu membuat kalian semakin yakin memang benar ada aktor intelektual yang Sempat kalian sebut bahwa seorang jenderal polisi ada di balik penyerangan ini?
Jadi begini sebenarnya, Etos publik sudah jelas. Jadi, Seandainya ditanya ke saya lagi, saya kira tak pas lagi lah. di karenakan apa, semua orang sudah tahu bahwa itu (penanganan perkara penyerangan) sudah membingungkan dan meragukan. Ini sudah Jadi hal yang masalah. [beritaislam24h.info / jpnn]

Loading...

Menurut Novel Baswedan, Ini Kekonyolan yang wajib Dipublikasikan

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply