Mengenang Kemesraan SBY-Prabowo di Masih Berpangkat Kolonel

Mengenang Kemesraan SBY-Prabowo di Masih Berpangkat Kolonel
Berita Islam 24H – Ketua Generik Gerindra Prabowo Subianto menjalankan pertemuan dengan Ketua Generik Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan dua mantan jenderal TNI Angkatan Darat Itu dilakukan di kediaman SBY berada di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Prabowo-SBY membahas beberapa hal. Disorientasi satunya soal kondisi bangsa dan Undang Undang Pemilu. Pertemuan keduanya berlangsung cair. Prabowo Sempat bercanda intel SBY yang hebat, Bisa tahu kelemahan dirinya.
“Intelnya Pak SBY masih kuat, dia tahu kelemahannya Prabowo itu nasi goreng. Asal diberi nasi goreng, Pak Prabowo pasti setuju aja,” ujar Prabowo disambut tawa para politisi di Cikeas.
Meski tak berkoalisi, kedua pihak sepakat melonjakkan komunikasi Hambalang-Cikeas.
Pertemuan dan foto-foto ini mengingatkan di foto bersejarah yang menunjukkan sosok Prabowo dan SBY di masih berpangkat kolonel. Keduanya menghadiri suatu acara dan Serupa-Serupa mengenakan pakaian dinas upacara. bagus Prabowo dan SBY mengenakan baret hijau pasukan lintas udara.
Kemungkinan foto diambil tahun 1991 atau 1993. di itu Prabowo kemungkinan menjabat Bagaikan Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad sementara SBY menjabat Korspri Pangab.
di era 0 awal, kedua sosok ini Jadi sorotan. Tahun 1995, Majalah GATRA menulis keduanya termasuk Generasi Muda ABRI dengan karir cemerlang.
Prabowo dikenal Bagaikan perwira dengan segudang pengalaman operasi tempur. Beberapa kali mendapat kenaikan pangkat luar biasa di karenakan prestasinya di medan laga. Dia pun identik dengan Korps Baret Merah Kopassus walau Sempat beberapa kali bertugas di Kostrad.
Sementara SBY dikenal Bagaikan perwira pemikir dengan karir cemerlang. Dia Sempat Jadi Kepala Pengamat Militer PBB di Bosnia. Penugasan tempur SBY pun dialaminya di Jadi komandan batalyon di Dili.
Prabowo mendapat promosi Jadi jenderal bintang satu di menjabat komandan Kopassus tahun 1995. Tak lama, SBY menyusul Jadi brigadir jenderal dengan promosi Bagaikan Kepala Staf Kodam Jaya.
Tahun 1996, Kopassus dimekarkan dari 3 grup Jadi 5 grup. Jabatan Komandan Kopassus pun Jadi jatah Mayor Jenderal. Prabowo pun mendapat promosi Jadi bintang dua. Sementara SBY setelah itu menjabat Panglima Kodam Sriwijaya.
Namun tak ada kedua jenderal ini yang Jadi Kepala Staf TNI AD atau Panglima TNI. Karir Prabowo redup seiring suhu politik 1998. Dari Panglima Kostrad dia digeser Jadi Komandan Sesko TNI. Inilah untuk pertama kalinya Prabowo tak memegang pasukan selama karirnya.
Sementara SBY setelah itu Jadi menteri Pertambangan dan Energi, lalu menteri Polhukam di era Presiden Gus Dur. SBY juga Jadi Menteri Polhukam di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun mengundurkan diri dan mendirikan Partai Demokrat tahun 2004. Dia setelah itu sukses Jadi Presiden RI selama dua periode 2004 hingga 2014.
Prabowo dua kali kalah di Pemilu. Tahun 2009, pasangan Mega-Prabowo ditumbangkan SBY-Boediono. Sementara tahun 2014 lalu, Prabowo-Hatta kalah oleh Jokowi-JK.
di ini Prabowo dan SBY kembali bertemu. Bukan lagi Bagaikan kolonel, akan tetapi pemimpin partai dan politikus senior Indonesia. Akankah koalisi Cikeas-Hambalang Bisa mendudukkan Prabowo ke kursi RI-1? [beritaislam24h.info / mdk]

Mengenang Kemesraan SBY-Prabowo di Masih Berpangkat Kolonel

Facebook Comments

Leave a Reply