Mengapa wajib Impor Beras Satu Juta Ton?

Berita Islam 24H – Keputusan pemerintah menjalankan impor beras tambahan sebesar 500 ribu ton menuai kritik dari sejumlah pihak. Kritikan didasari oleh importasi kedua sepanjang tahun ini Itu dilakukan di di masa panen di beberapa daerah masih berlangsung.
apabila impor beras kali kedua ini terlaksana, Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla mengimpor sekitar sejuta ton beras di tahun ini aja. Protes keras disampaikan petani di sentra Pembuatan beras Jawa Barat, Yaitu Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.
“Di tengah panen raya dan Pembuatan yang meningkat, kok malah impor? Pantas tak?” ujar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indnesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abu Bakar, Kamis (17/5).
Menurut dia, Pembuatan petani di Kabupaten Cirebon di di panen sekarang rata-rata menemui kenaikan sekitar 10 persen. Perinciannya dari 5,5 ton per hektare di tahun lalu Jadi 6,1 ton per hektare di tahun ini.
Di tengah panen raya di ini, lanjut Tasrip, harga gabah petani terus menemui penurunan. Untuk gabah kering giling (GKG), harganya di ini Rp 4.400 per kg. Padahal, di awal panen, harga GKG masih Rp 4.800 per kg.
Tasrip pun menyoroti kinerja Perum Bulog yang dinilai tak berperan di menyerap gabah petani. di ini, gabah petani diserap oleh tengkulak/pengepul. Padahal, pengepul itu rentan mempermainkan harga gabah/beras di di petani sudah tak lagi mempunyai stok gabah.
Tasrip juga menilai ada sistem yang mesti dibenahi di mata rantai penjualan beras. Dia Menyebut, dengan harga gabah di tingkat petani yang di ini mencapai Rp 4.400 per kg, harga beras di pasaran semestinya Rp 7.500 per kg.
Namun, kenyataannya, harga komoditas andalan masyarakat Indonesia itu masih di kisaran Rp 10 ribu per kg. “Ada sistem yang wajib diperbaiki, bukan dengan tips impor,” Perkataan Tasrip.
Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu Sutatang pun menolak dengan tegas impor beras yang kembali akan dilakukan pemerintah. “Sekarang sedang panen raya. Harga gabah petani juga turun terus,” ujarnya.
Sutatang menyebutkan, harga GKG di tingkat petani di Kabupaten Indramayu di awal panen mencapai Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kg, akan tetapi sekarang harganya turun Jadi Rp 4.800 per kg. dengan cara kuantitas, lanjut Sutatang, Pembuatan panen petani meningkat dibandingkan tahun lalu. Dia menyebutkan, di ini Pembuatan panen Bisa mencapai di kisaran 8,2 ton per hektare.
Selain itu, dengan cara kualitas, hasil panen kali ini juga bagus di karenakan didukung faktor cuaca dan relatif aman dari Agresi hama. Impor beras yang dilakukan pemerintah sangat merugikan petani. Apalagi, petani sudah berusaha keras untuk menghasilkan Pembuatan beras dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi meminta ada kejujuran mengenai data pangan nasional. Sebab, hingga di ini masih terjadi Disparitas data pangan, terutama data Pembuatan dan konsumsi, antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
tak ada sinergi antarkementerian terkait yang justru terjadi perang data pangan di internal pemerintah. “Kementan menyatakan terjadi surplus beras. Bahkan, untuk komoditas beras premium dan jagung telah ekspor. akan tetapi anehnya, bila surplus beras, mengapa pemerintah impor dan impor beras 500 ribu ton lagi?” ujar dia di dihubungi, Kamis (17/5).
Untuk itu, pemerintah wajib jujur mengemukakan data cadangan beras pemerintah (CBP). Viva jelaskan, dua bulan lalu di rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPR dan Bulog terungkap CBP minus 27 ribu ton. “Sesuatu yang tak masuk akal CBP minus di surplus beras. Keanehan dan kejanggalan data Pembuatan dan konsumsi pangan wajib diakhiri,” Perkataan dia.
bila kondisi Itu tak diakhiri, Viva melanjutkan, persoalan pangan akan masuk di wilayah permainan politik. “Saya meminta Presiden Jokowi untuk turun tangan langsung membenahi, menertibkan, mengevaluasi, dan mengendalikan data dan komoditas pangan dengan cara langsung,” Perkataan politikus PAN itu.
Stabilisasi harga
Rencana penambahan impor beras sebesar 500 ribu ton disampaikan selepas rapat koordinasi bidang pangan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, awal pekan ini. Menko Perekonomian Darmin Nasution beralasan, penambahan Itu Yaitu upaya untuk stabilisasi harga pangan.
Darmin menjamin, importasi Itu tak akan mengganggu kondisi panen petani. “Harganya sudah Berawal Dari turun atau belum? Artinya, yang medium itu masih Rp 10.500 per kilogram, Padahal harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per kilogram,” ujar Darmin.
Awal 2018, pemerintah juga telah memutuskan impor beras sebanyak 500 ribu ton untuk menstabilisasi harga kebutuhan bahan inti Itu. Berguru dari pengalaman impor Itu, Darmin mengklaim harga gabah tak akan jatuh. “Kita itu menerka-nerka seperti apa perkembangan harga, seperti apa perkembangan Pembuatan. Kita tak akan menjalankan itu (impor) Seandainya itu membuat harga (gabah) jatuh terlalu jauh,” Perkataan Darmin.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengaku telah menerbitkan izin impor beras Itu kepada Perum Bulog. “Sudah (izin impor), sudah,” ujar Oke. Ia Menyebut, importasi Itu wajib sudah selesai sebelum Juli 2018.
Namun, hingga di ini proses lelang belum berjalan di karenakan Bulog belum menerima penugasan resmi dari pemerintah untuk menjalankan impor. “Kami belum Bisa penugasan Itu dengan cara resmi,” ujar Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi.
Berdasarkan data dari situs resmi Bulog, pengadaan beras impor sepanjang 2018 hingga Rabu (16/5) lalu telah mencapai 453.787 ton. Sementara, realisasi pengadaan beras dari di negeri telah mencapai 751.391 ton.
Direktur Jenderal Perdagangan di Negeri Tjahya Widayanti Menyebut, tambahan izin impor beras diberikan dengan tujuan untuk memperkuat Letak stok Bulog. Sebab, Bagaikan BUMN yang bertugas menjaga ketersediaan pangan, Perkataan Tjahya, Bulog wajib mempunyai stok beras yang cukup Bagaikan langkah ansitisipasi apabila terjadi lonjakan harga. “Bulog wajib punya cadangan beras yang mencukupi supaya Bisa Jadi buffer stock,” katanya.
Oleh: Lilis Sri Handayani, Melisa Riska Putri [b-islam24h.com / replubika]

Loading...
Advertisement

Mengapa wajib Impor Beras Satu Juta Ton?

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply