Mempidanakan Pengkritik, Merusak Masa Depan Demokrasi

Mempidanakan Pengkritik, Merusak Masa Depan Demokrasi
Berita Islam 24H – Jaringan Relawan Kebebasan Berekspresi di Asia Tenggara, Safe-net, mencatat telah ada sedikitnya 35 orang yang di ini dijerat oleh Undang-Undang Informasi, dan Transaksi Elektronik, di rentang tahun 2008 hingga 2017.
Dari seluruh orang yang terjerat itu, mayoritasnya Yaitu mereka yang Dinamis Bagaikan aktivis, bagus itu antikorupsi, lingkungan atau pun jurnalis.
“Sebanyak 28 aduan diantaranya terjadi di tahun 2014 hingga sekarang. Ini menjadikan kebebasan berekspresi di periode pemerintahan Joko Widodo Jadi sorotan,” ujar Koordinator Regional Safe-Net Dmar Juniarto di siaran persnya, dikutip Jumat, 8 September 2017.
Menurut Damar, seluruh yang terjerat UU ITE, semuanya dikenakan pasal pidana yang Serupa, yakni pasal pencemaran nama bagus, terutama pasal 27 ayat 3 UU ITE jo pasal 45 ayat 3 dengan ancaman pidana 4 tahun dan atau denda Rp750 juta.
Acuan hukumnya tak Bisa dipisahkan dari pasal 310-311 KUHP sesuai hasil revisi UU ITE Nomor 19 Tahun 2016.
Dan sementara untuk kasus Dandhy Dwi Laksono, yang di ini baru dilaporkan atas dugaan mencemarkan nama bagus Megawati Sokeranoputri di opininya soal isu Rohingya Myanmar baru-baru ini, Safe-Net memandang akan ada pasl baru yang dikenakan kepadanya.
“Kemungkinan akan ditambahkan dikenakan pasal 28 ayat 2 UU ITE dan pasal 156 mengenai penyebaran kebencian,” ujar Damar.
Sejauh ini, Safe-Net telah memeriksa isi posting-an dari para aktivis Itu dan menemukan banyak pernyataan yang basisnya Yaitu fakta dan data.
“Yang sesungguhnya dihadapi Yaitu upaya pemelintiran hukum yang digunakan para pelapornya untuk tujuan membungkam fakta dan data yang disampaikan mereka lewat media sosial,” ujar Damar.
“Atas itu kami meminta menghentikan semua proses pemidanaan terhadap aktivis. Meladeni aduan para pelapor yang memelintir hukum untuk kepentingan pembungkaman kritik Yaitu upaya yang menjauhi semangat keadilan,” ujar Damar. [beritaislam24h.info / vv]

Loading...

Mempidanakan Pengkritik, Merusak Masa Depan Demokrasi

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply