Manfaat Membaca Surat Al-Ikhlas Sesuai Hadits Shahih

Website Eksklusif Doa – Tentu banyak fadhilah atau manfaat saat kita membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dengan niat yang ikhlas di karenakan Allah, Insya Allah pahala akan kita dapatkan, selain itu membaca Al-Qur’an juga akan menenangkan hati kita dan selalu mengingatkan kita kepada Allah SWT.

Disorientasi satu Surat Al-Qur’an yang mempunyai banyak fadhilah/manfaat yang sangat luar biasa saat kita membacanya Yaitu Surat Al-Ikhlas. Membaca Surat Al-Ikhlas Serupa halnya kita membaca sepertiga Al-Qur’an. Hal ini berdasarkan Hadits Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, yang artinya:

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya: “Apakah seseorang dari kalian tak mampu membaca sepertiga al Qur`an di satu malam (aja)?” Hal itu membuat mereka keberatan, (sehingga) mereka pun berkata: “Siapa di antara kami yang mampu melalukan hal itu, wahai Rasulullah?” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allahul Wahidush Shamad (surat al Ikhlash, Red), (Yaitu) sepertiga al Qur`an”. (HR. al Bukhari, 4/1916 no. 4727

Bayangkan, 1 kali membaca Surat Al-Ikhlas sebanding dengan Sepertiga Al-Qur’an. bila ini berlaku kelipatan, sungguh sangat luar biasa dengan mengamalkan/membaca surat ini kita Bisa menghatam Al-Qur’an setiap hari. bila kita membaca surat Al-Ikhlas 100x atau bahkan membaca surat Al-Iklah 1000x atau lebih, maka berapa kali kita menghatamkan Al-Qur’an?. Wallahu A’lam.

Masih banyak lagi manfaat/fadhilah membaca Surat Al-Ikhlas sesuai hadits-hadits shahih, diantaranya Yaitu Bagaikan berikut :


Manfaat dan Keutamaan Surat Al-Ikhlas dengan cara Generik

dengan cara Generik, Surat Al-Iklah mempunyai keutamaan sebagaimana hadits-hadits berikut ini.
Hadits A’isyah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ بَعَثَ رَجُلاً عَلَى سَرِيَّةٍ، وَكَانَ يَقْرَأُ لأَصْحَابِهِ فِي صَلاَتِهِ، فَيَخْتِمُ بِـ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، فَلَمَّا رَجَعُوا، ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ، فَقَالَ: ((سَلُوْهُ، لأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ؟))، فَسَأَلُوْهُ، فَقَالَ: لأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ : ((أَخْبِرُوْهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ)).

Artinya :
“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang kepada sekelompok pasukan, dan saat orang itu mengimami yang lainnya di di shalatnya, ia membaca, dan mengakhiri (bacaannya) dengan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ, maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau pun bersabda: “Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: “di karenakan surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,” lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Beritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainya”. (HR al Bukhari, 6/2686 no. 6940; Muslim, 1/557 no. 813; dan lain-lain)

di riwayat lain, Hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

كَانَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَؤُمُّهُمْ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ، وَكَانَ كُلَّمَا اِفْتَتَحَ سُوْرَةً يَقْرَأُ بِهَا لَهُمْ فِي الصَّلاَةِ مِمَّا يَقْرَأُ بِهِ، اِفْتَتَحَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، حَتَّى يَفْرَغَ مِنْهَا. ثُمَّ يَقْرَأُ سُوْرَةً أُخْرَى مَعَهَا، وَكَانَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ. فَكَلَّمَهُ أَصْحَابُهُ، فَقَالُوا: إِنَّكَ تَفْتَتِحُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ، ثُمَّ لاَ تَرَى أَنَّهَا تُجْزِئُكَ حَتَّى تَقْرَأَ بِأُخْرَى، فَإِمَّا تَقْرَأُ بِهَا، وَإِمَّا أَنْ تَدَعَهَا وَتَقْرَأَ بِأُخْرَى. فَقَالَ: مَا أَنَا بِتَارِكِهَا، إِنْ أَحْبَبْتُمْ أَنْ أَؤُمَّكُمْ بِذَلِكَ فَعَلْتُ، وَإِنْ كَرِهْتُمْ تَرَكْتُكُمْ. وَكَانُوا يَرَوْنَ أَنَّهُ مِنْ أَفْضَلِهِمْ، وَكَرِهُوا أَنْ يَؤُمَّهُمْ غَيْرُهُ. فَلَمَّا أَتَاهُمْ النَّبِيُّ n أَخْبَرُوْهُ الخَبَرَ، فَقَالَ: ((يَا فُلاَنُ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَفْعَلَ مَا يَأْمُرُكَ بِهِ أَصْحَابُكَ؟ وَمَا يَحْمِلُكَ عَلَى لُزُوْمِ هَذِهِ السُّوْرَةِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ؟)) فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّهَا، فَقَالَ: ((حُبُّكَ إِيَّاهَا أَدْخَلَكَ الْجَـنَّةَ))

Artinya :
“Seseorang (sahabat) dari al Anshar mengimami (shalat) mereka (para shahabat lainnya) di Masjid Quba. Setiap ia Mengakses bacaan (di di shalatnya), ia membaca suatu surat dari surat-surat (lainnya) yang ia (selalu) membacanya. Ia Mengakses bacaan surat di di shalatnya dengan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ, hingga ia selesai membacanya, setelah itu ia lanjutkan dengan membaca surat lainnya bersamanya. Ia pun menjalankan hal demikan itu di setiap raka’at (shalat)nya. (Akhirnya) para sahabat lainnya berbicara kepadanya, mereka berkata: “Sesungguhnya engkau Mengakses bacaanmu dengan surat ini, setelah itu engkau tak menganggap hal itu telah cukup bagimu hingga (engkau pun) membaca surat lainnya. Maka, (bila engkau ingin membacanya) bacalah surat itu (aja), atau engkau tak membacanya dan engkau (hanya boleh) membaca surat lainnya”. Ia berkata: “Aku tak akan meninggalkannya. bila kalian suka untuk aku imami kalian dengannya, maka aku lakukan. Namun, bila kalian tak suka, aku tinggalkan kalian,” dan mereka telah menganggapnya orang yang paling utama di antara mereka, sehingga mereka pun tak suka bila yang mengimami (shalat) mereka Yaitu orang selainnya. Sehingga tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka, maka mereka pun menceritakan kabar (mengenai itu), lalu ia (Nabi) bersabda: “Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk menjalankan sesuatu yang telah diperintahkan para sahabatmu? Dan apa pula yang membuatmu selalu membaca surat ini di setiap raka’at (shalat)?” Dia menjawab,”Sesungguhnya aku mencintai surat ini,” lalu Rasulullah n bersabda: “Cintamu kepadanya memasukkanmu ke di surga”. (HR al Bukhari, 1/268 no. 741; at Tirmidzi, 5/169 no. 2901; Ahmad, 3/141 no. 12455; dan lain-lain)


Berdoa Dengan Makna Surat Al-Ikhlas, Akan Diampuni Dosa-dosanya

Dengan Izin Allah SWT, Orang yang berdoa dengan makna Surat Al-Ikhlas, niscaya ia akan diampuni Dosa-dosanya oleh Allah SWT. Hal ini berdasarkan hadits-hadits berikut ini.
Hadits Mihjan bin al Adru’ Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ دَخَلَ المَسْجِدَ، إِذَا رَجُلٌ قَدْ قَضَى صَلاَتَهُ وَهُوَ يَتَشَهَّدُ، فَقَالَ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا اَللهُ بِأَنَّكَ الوَاحِدُ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوْبِي، إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : ((قَدْ غُفِرَ لَهُ))، ثَلاَثاً

Artinya :
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke di masjid, tiba-tiba (ada) seseorang yang telah selesai dari shalatnya, dan ia sedang bertasyahhud, lalu ia berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta (kepadaMu) bahwa sesungguhnya Engkau (Yaitu) Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tak beranak dan tak pula diperanakkan, dan tak ada seorang pun yang setara denganNya, ampunilah dosa-dosaku, (di karenakan) sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh ia telah diampuni (dosa-dosanya),” beliau mengatakannya sebanyak tiga kali. (HR Abu Dawud, 1/259 no. 985; an Nasaa-i, 3/52 no. 1301; Ahmad, 4/338 no. 18995; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di di Shahih Abi Dawud dan Shahih an Nasaa-i. Lihat pula Shifat Shalat Nabi, hlm. 186).

di riwayat lain, Hadits Buraidah bin al Hushaib al Aslami Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ سَمِعَ رَجُلاً يَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ، فَقَالَ: ((لَقَدْ سَأَلْتَ اللهَ بِالاِسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى، وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ)).

Artinya :
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berkata: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu, bahwa diriku bersaksi sesungguhnya Engkau (Yaitu) Allah yang tak ada ilah yang haq disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tak beranak dan tak pula diperanakkan, dan tak ada seorang pun yang setara denganNya,” setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dirimu telah meminta kepada Allah dengan namaNya, yang bila Ia dimintai dengannya (pasti akan) memberi, dan bila Ia diseru dengannya, (pasti akan) mengabulkannya”. (HR Abu Dawud, 2/79 no. 1493; at Tirmidzi, 5/515 no. 3475; Ibnu Majah, 2/1267 no. 3857; Ahmad, 5/349 no. 23002, 5/350 no. 23015, 5/360 no. 23091; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di di Shahih Abi Dawud, Shahih at Tirmidzi, Shahih Ibnu Majah, Shahih at Targhib wa at Tarhib (2/280 no. 1640).


Jadi Penyebab Masuk Surga

Membaca Surat Al-Ikhlas Bisa Jadi penyebab orang yang membacanya masuk surga. Hal ini berdasarkan Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَقْبَلْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ، فَسَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : ((وَجَبَتْ))، قُلْتُ: وَمَا وَجَبَتْ؟ قَالَ: ((الجَـنَّةُ)).

Artinya :
“Aku datang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mendengar seseorang membaca:
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اللهُ الصَّمَدُ
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah wajib,” aku bertanya: “Apa yang wajib?” Beliau bersabda, “(Telah wajib baginya) surga.” (HR at Tirmidzi, 5/167 no. 2897; an Nasaa-i, 2/171 no. 994; dan lain-lain. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani di di Shahih at Tirmidzi, Shahih an Nasaa-i, Shahih at Targhib wa at Tarhib)


Surat Al-Ikhlas Sebanding dengan Sepertiga Al-Qur’an

Membaca Surat Al-Ikhlas Serupa halnya dengan membaca Sepertiga Al-Qur’an, hal ini berdasarkan hadits-hadits berikut ini:
Hadits Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَنَّ رَجُلاً سَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ ، فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : ((وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ.

Artinya :
“Sesungguhnya seseorang mendengar orang lain membaca قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ dengan mengulang-ulangnya, maka tatkala pagi harinya, ia mendatangi Rasulullah n dan menceritakan hal itu kepadanya, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh surat itu, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`an”. (HR al Bukhari, 4/1915 no. 4726, 6/2449 no. 6267, 6/2685 no. 6939; Abu Dawud, 2/72 no. 1461; an Nasaa-i, 2/171 no. 995; dan lain-lain).

di riwayat lain, Hadits Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata:

قَالَ النَّبِيُّ لأَصْحَابِهِ: ((أَيُـعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ ثُلُثَ القُرْآنِ فِي لَيْلَةٍ))، فَـشَقَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ، وَقَالُوا: أَيُّـنَا يُطِيْقُ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: ((اللهُ الوَاحِدُ الصَّمَدُ، ثُلُثُ القُرْآنِ))

Artinya :
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabatnya: “Apakah seseorang dari kalian tak mampu membaca sepertiga al Qur`an di satu malam (aja)?” Hal itu membuat mereka keberatan, (sehingga) mereka pun berkata: “Siapa di antara kami yang mampu melalukan hal itu, wahai Rasulullah?” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allahul Wahidush Shamad (surat al Ikhlash, Red), (Yaitu) sepertiga al Qur`an”. (HR al Bukhari, 4/1916 no. 4727)

Hadits Abu ad Darda` Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: ((أَيَـعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِي لَيْلَةٍ ثُلُثَ القُرْآنِ؟))، قَالُوْا: وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ القُرْآنِ؟ قَالَ: ((قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ)).

Artinya :
“Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda: “Apakah seseorang dari kalian tak mampu membaca di satu malam (aja) sepertiga al Qur`an?” Mereka pun berkata: “Dan siapa (di antara kami) yang mampu membaca sepertiga al Qur`an (di satu malam, Red)?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ sebanding dengan sepertiga al Qur`an.” (HR Muslim, 1/556, no. 811; Ahmad, 6/442, no. 27535; dan lain-lain)

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : ((اِحْشِدُوْا فَإِنِّي سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ القُرْآنِ))، فَحَشَدَ مَنْ حَشَدَ، ثُمَّ خَرَجَ نَبِيُّ اللهِ فَقَرَأَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، ثُمَّ دَخَلَ، فَقَالَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ: إِنِّي أَرَى هَذَا خَبَرٌ جَاءَهُ مِنَ السَّمَاءِ، فَذَاكَ الَّذِي أَدْخَلَهُ، ثُمَّ خَرَجَ نَبِيُّ اللهِ فَقَالَ: ((إِنِّي قُلْتُ لَكُمْ سَأَقْرَأُ عَلَيْكُمْ ثُلُثَ القُرْآنِ، أَلاَ إِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ)).

Artinya :
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berkumpullah kalian, di karenakan sesungguhnya aku akan membacakan kepada kalian sepertiga al Qur`an,” maka berkumpullah orang yang berkumpul, setelah itu Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa asllam keluar dan membaca قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ (surat al Ikhlash, Red), setelah itu beliau masuk (kembali). Maka sebagian dari kami berkata kepada sebagian yang lain: “Sesungguhnya aku menganggap hal ini kabar (yang datang) dari langit, maka itulah pula yang membuat beliau masuk (kembali),” lalu Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan bersabda: “Sesungguhnya aku telah berkata kepada kalian akan membacakan sepertiga al Qur`an. Ketahuilah, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Qur`an”. (HR Muslim, 1/557, no. 812; at Tirmidzi, 5/168 no. 2900; dan lain-lain)

Itulah beberapa hadits shahih mengenai fadhilah/manfaat Surat Al-Ikhlas sebagaimana kami kutip dari laman almanhaj.or.id (1/1/10). Dan tentunya masih banyak lagi hadits-hadits shahih lainnya yang jelaskan mengenai fadhilah dan keutamaan Surat Al-Ikhlas. Semoga dengan kita mengetahui manfaat ini, menjadikan kita semua untuk selalu ingin membaca Surat Al-Ikhlas dan Surat-surat lainnya.

Adapun untuk bacaan Surat Al-Ikhlas Lengkap Terjemahannya Yaitu Bagaikan berikut.

wajib kita ketahui, Surat Al-Ikhlas Yaitu surah ke-112 di al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan inti isinya Yaitu menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, “Allahu Ahad, Allahus Shamad” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul di uang dinar emas di Masa Kekhalifahan Dulu. Sehingga, terkadang kala kalimat ini dianggap Bagaikan slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat. (Wikipedia)

Demikian yang Bisa kami share di kesempatan yang bagus ini mengenai fadhilah/manfaat membaca surat Al-Ikhlas Sesuai Hadits Shahih. Semoga apa yang sudah kami share di Website ini Bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Afeksi kepada semua pengunjung Website Eksklusif Doa, disini kita Serupa-Serupa Berguru, kami tak bermaksud menggurui. Maka dari itu, kami mohon kritis dan saran dari para pembaca semua demi kebaikan kita bersama.

Manfaat Membaca Surat Al-Ikhlas Sesuai Hadits Shahih

Facebook Comments

Leave a Reply