Home Doa Islam Maksiat Berbungkus Hari Afeksi Sayang (Sejarah Valentine Day)

Maksiat Berbungkus Hari Afeksi Sayang (Sejarah Valentine Day)

24
0

Website Eksklusif Doa – Meski nasihat-nasihat, imbauan-imbauan para ulama, ustadz-ustadzah mengenai Valentine Day selalu didengungkan tiap bulan Februari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpemahaman Disorientasi mengenai Valentine’s Day.

Valentine hanya dianggap Bagaikan budaya remaja modern aja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tak disadari para orang tua. Tiap bulan Pebruari remaja yang notabene mengaku beragama Islam Empati-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung di peringatan Itu, namun hal itu tak terlalu dipusingkan mereka. “Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja….” begitu Perkataan mereka.

Tanggal 14 Pebruari dikatakan Bagaikan ‘Hari Afeksi Sayang’. Apa benar? Mari kita tilik sejarahnya berikut ini seperti dilansir dari laman Islam Post

Siapakah Valentine?

tak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng mengenai sosok Valentine ini. akan tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang Generik mengenai siapa Valentine.

PERTAMA, St Valentine Yaitu seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya di 14 Pebruari 269M di karenakan eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II(265-270).Eksekusi yang didapatnya ini di karenakan perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal Itu justru dilarang. di karenakan di di itu Anggaran yang ditetapkan Yaitu boleh menikah bila sudah mengikuti wajib militer.

KEDUA, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius IIdengan menyatakan bahwa Yesus Yaitu Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia setelah itu meninggal di karenakan dibunuh dan oleh gereja dianggap Bagaikan orang suci.

KETIGA, seorang yang meninggal dan dianggap Bagaikan martir, terjadi di Afrika di suatu provinsi Romawi. Meninggal di pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ”Be MyValentine”

Ken Sweiger di artikel “Should Biblical Christians Observe the item?” Menyebut Perkataan“Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Perkataan ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Maka disadari atau tak, -tulis Ken Sweiger- bila kita meminta orang Jadi “to be myValentine”, hal itu berarti menjalankan perbuatan yang dimurkai Tuhan (di karenakan memintanya Jadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. di Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah Yaitu putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, di karenakan ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Tradisi Penyembah Berhala

Sebelum masa kekristenan, masyarakat Yunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Mereka mempunyai perayaan/pesta yang dilakukan di pertengahan bulan Pebruari yang sudah Jadi tradisi budaya mereka. Dan gereja Menyebut mereka Bagaikan kaum kafir.

Di Masa Athena Kuno, Itu disebut Bagaikan bulan GAMELION.Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Padahal di Masa Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA Bagaikan peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.

Loading...

Perayaan ini berlangsung dari 13 hingga 18 Pebruari, yang berpuncak di tanggal 15. Dua hari pertama (13-14 Februari) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut Bagaikan Love Lottery/Lotre pasangan, di mana para wanita muda memasukkan nama mereka di suatu bejana setelah itu para pria mengambil satu nama di bejana Itu yang setelah itu Jadi kekasihnya selama festival berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma, tradisi ini menyebar dengan Genjah ke hampir seluruh Eropa.

Hal ini Jadi penyebab sulitnya penyebaran agama Kristen yang di itu tergolong Bagaikan agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja makadiadopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. MakaPaus Gelasius Ipada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini Jadi Saint Valentine’s Day.

Ini Yaitu upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan Letak dewa-dewa pagan dan mengambil St Valentine Bagaikan sosok suci lambang cinta.

Ini Yaitu bentuk sinkretisme agama, mencampuradukkan budaya pagan di tradisi Kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius di 14Pebruari di tahun 498.

Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakatsetempat bila mereka dibiarkan merayakan perayaan di hari yang Serupa hanya aja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini StValentino Bagaikan pejuang cinta Afeksi. Melalui kelihaian misionaris, Valentine’s Day dimasyarakatkan dengan cara internasional.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakatdi Masa Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga di ini Gereja Katholik sendiri tak Bisa menyepakati siapa sesungguhnya StValentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan dengan cara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.

Hari Valentin di Indonesia

Valentine’s Day disebut ‘Hari Afeksi Sayang’, disimbolkan dengan Perkataan ‘LOVE’. Padahal Seandainya kita mau jeli, Perkataan‘Afeksi sayang’ di bahasa inggris bukan ‘love’ akan tetapi ‘Affection’. Tapi mengapa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia dan Malaysia, memakai istilah Hari Afeksi Sayang. Ini penyesatan.

Makna ‘love’ sesungguhnya Yaitu sebagaimana sejarah LUPERCALIA di masa masyarakat penyembah berhala, yakni suatu ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tak memperingati Afeksi sayang tapi memperingati love/cinta di arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Day Yaitu HARI SEKS BEBAS.

Dan di kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang di ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini Berawal Dari ditinggalkan. Maka, semua ini Yaitu upaya pendangkalan akidah generasi muda Islam.

Inilah yang dikatakan Samuel Zweimer di konferensi gereja di Quds (1935): “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Bagaikan seorang Kristen tujuan kalian Yaitu mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”

Maksiat Berbungkus Hari Afeksi Sayang (Sejarah Valentine Day)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here