Home Ceramah Islam Terbaru M A N D I

M A N D I

26
0
KITAB THAHARAH (BERSUCI)


E.  M A N D I
Mandi Yaitu menyiramkan air ke seluruh permukaan tubuh dengan niat. Yang dimaksud dengan mandi di pembahasan ini Yaitu mandi ibadah, bagus mandi yang bersifat wajib –seperti mandi di karenakan junub– ataupun sunah –seperti mandi untuk shalat Jum’at–.
Mandi Yaitu perbuatan yang disyariatkan bagus untuk ibadah ataupun bukan ibadah berdasarkan Alquran dan hadits. Adapun Alquran:

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Dan bila kita junub maka bersucilah (mandilah).” (Al-Mâidah: 6).

Rasulullah SAW bersabda:

حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِيْ كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْماً، يَغْسِلُ فِيْهِ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ

“Sepantasnya untuk setiap muslim untuk mandi di satu hari di tujuh hari. Ia membasuh di dalamnya kepala dan badannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mandi Ibadah
Mandi Ibadah


a. Rukun Mandi
Mandi mempunyai dua rukun, Yaitu berniat melaksanakan mandi wajib dan menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan cara merata.
1. Niat dilakukan bersamaan dengan menyiramkan air pertama kali ke atas tubuh. Nabi SAW bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan itu tergantung di niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat yang dihadirkan Yaitu untuk menghilangkan hadas besar, seperti dengan menyatakan di hati: (نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلأَكْبَرِ) “aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar.”

2. Menyiramkan air ke seluruh permukaan tubuh bagian luar. Aisyah RA berkata: “Nabi SAW bila mandi junub maka akan memulai dengan mencuci kedua tangannya. Lalu beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Lalu memasukkan tangannya ke air dan menyela-nyela rambutnya dengan itu. Lalu mengucurkan air ke atas kepalanya tiga kali. Lalu menyiramkan air ke seluruh permukaan kulitnya.” (HR. Bukhari).

b. Sunah Mandi
Perbuatan-perbuatan yang disunahkan di mandi berjumlah banyak. Sebagian besar mempunyai kesamaan dengan perbuatan yang disunahkan di berwudhu di karenakan keduanya mempunyai kesamaan Bagaikan sarana di bersuci. Diantara sunah mandi Itu Yaitu:

1. Menghilangkan kotoran dari seluruh tubuh. Maimunah RA menceritakan mengenai mandi Rasulullah SAW: “Lalu beliau menuangkan air ke tangan kiri dan membersihkan kemaluannya.”
2. Buang air kecil bila mandinya dikarenakan keluar air mani supaya sisa air mani yang mungkin tertinggal di kemaluan Bisa Empati keluar.
3. Menghadap kiblat.
4. Mandi sambil berdiri.
5. Membaca basmalah dan berniat melaksanakan sunah mandi.
6. Bersiwak atau membersihkan gigi.
7. Mencuci kedua telapak tangan.
8. Berkumur dan membersihkan hidung.
9. Berwudhu, bagus sebelum mandi, setelahnya atau di tengah-tengahnya.
10. Mencermati anggota tubuh yang mungkin tak terkena air di karenakan keabsahan mandi tergantung sampainya air ke seluruh permukaan tubuh.
11. Menyela-nyela rambut.
12. Menggosok tubuh.
13. Memulai dari sebelah kanan.
14. Menigakalikan siraman.
15. Muwalah, Yaitu tak membiarkan bagian tubuh kering sebelum tubuh yang lain terkena air.
16. Menutup bagian aurat besar (kedua kemaluan).


c. Tatacara Mandi
Berikut tatacara mandi yang disunahkan:
1. Bersihkan badan dari seluruh kotoran, bagus najis ataupun lainnya, seperti air mani, air kencing, dan lain sebagainya.
2. Berniat menjalankan sunah mandi, lalu menghadap kiblat, mengucapkan basmalah, bersiwak atau membersihkan gigi, mencuci kedua tangan, berkumur dan membersihkan hidung masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali.
3. Membersihakan kedua kemaluan dan sekitarnya dengan berniat menghilangkan hadas besar atau dengan niat mandi sunah (sesuai jenis mandi yang dilakukan).
4. Berwudhu dengan cara sempurna dengan semua sunah-sunahnya. Untuk niat wudhu ini, bila ia berhadas kecil maka berniat menghilangkan hadas kecil, tapi bila tak berhadas kecil maka berniat melaksanakan sunah mandi.
5. Menyiramkan air ke atas kepalanya sambil berniat melaksanakan mandi wajib atau mandi sunah.
6. Menyiramkan air ke sebelah kanan tubuhnya di bagian depan, lalu ke bagian belakang. Lalu menyiramkan air ke sebelah kiri bagian depan lalu bagian belakang.
7. Memastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh bagian luar dengan mencermati bagian tubuh yang mungkin tak terkena air, seperti ketiak, sela-sela jari, selangkangan, ujung mata, rongga dan daun telinga, serta lipatan tubuh.

d. Mandi-mandi Sunah
Terdapat berbagai jenis mandi-mandi sunah, diantaranya Yaitu:

Loading...

1. Mandi Jum’at. Ini Yaitu mandi sunah yang terbaik. Waktunya dimulai sejak terbit fajar di hari Jum’at. Dianjurkan untuk mengakhirkan mandi Jum’at hingga sebelum berangkat ke masjid.
Nabi SAW bersabda mengenai hari Jum’at:

لَوْ أَنَّكُمْ تَطَهَّرْتُمْ لِيَوْمِكُمْ هَذَا

“Hendaklah kalian bersuci (mandi) untuk hari kalian ini.” (HR. Bukhari dan Mulsim).

2. Mandi hari raya, bagus Idul Fitri ataupun Idul Adha. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik di Muwatha’ dari Ibnu Umar RA bahwa beliau menjalankan mandi sebelum pergi melaksanakan shalat Ied. Waktunya dimulai sejak pertengahan malam hari raya dan berakhir saat terbenam matahari. Mandi ini dianjurkan di karenakan keberadaan hari raya, bukan di karenakan akan menghadiri shalat Ied, sehingga dianjurkan untuk semua orang meskipun ia tak pergi melaksanakan shalat Ied seperti wanita haid dan anak yang telah mumayiz.

3. Mandi untuk orang yang memandikan mayit. Dilakukan Seusai seseorang memandikan mayit, meskipun mayit orang kafir. Waktunya dimulai sejak selesai memandikan mayit dan berakhir saat tak ada keinginan mandi. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ غَسَّلَ مَيْتاً فَلْيَغْتَسِلْ

“Barang siapa yang memandikan mayit maka hendaklah mandi.” (HR. Ibnu Majah).

di riwayat lain:

مِنْ غُسْلِهِ الْغُسْلُ وَمِنْ حَمْلِهِ الْوُضُوءُ

“Hendaklah mandi di karenakan memandikan mayit, dan hendaklah wudhu di karenakan membawanya.” (HR. Tirmidzi).

4. Mandi shalat Istisqa (meminta hujan), di karenakan ini Yaitu shalat yang dianjurkan untuk berkumpul sehingga dianjurkan untuk mandi seperti shalat Jum’at. bila shalat ini dilakukan sendiri maka waktu mandi dimulai sejak akan melaksanakan shalat, tapi bila dilakukan dengan cara berjamaah maka saat orang-orang sudah Berawal Dari berkumpul. Waktunya berakhir dengan berakhirnya shalat.

5. Mandi shalat kusuf dan khusuf (gerhana matahari dan bulan), di karenakan dianjurkan dilaksanakan dengan cara berjamaah. Waktunya dimulai saat sudah Berawal Dari berubah dan berakhir dengan berakhirnya shalat.

6. Mandi orang yang baru masuk Islam. bila orang yang baru masuk Islam Itu tak Sempat junub saat kafir, akan tetapi bila Sempat junub maka hukumnya wajib. Diriwayatkan oleh Qais bin Ashim berkata: “Aku datang kepada Nabi SAW untuk masuk Islam maka beliau memerintahkanku untuk mandi dengan air dan daun bidara.” (HR. Abu Daud).

7. Mandi Seusai sadar dari pingsan atau gila. Sebagaimana yang diceritakan oleh Aisyah RA: “Rasulullah SAW di keadaan sangat berat di sakitnya. Beliau berkata: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab: “Belum. Mereka menunggumu, ya Rasulullah.” Beliau berkata: “Letakkan air di bejana.” Kami pun menuruti. Beliau mandi lalu berdiri untuk pergi dengan susah payah. Beliau pun pingsan. saat sadar kembali beliau berkata: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab: “Belum. Mereka menunggumu, ya Rasulullah.” Beliau berkata: “Letakkan air di bejana.” Kami pun menuruti. Beliau mandi lalu berdiri untuk pergi dengan susah payah. Beliau pun pingsan. saat sadar kembali beliau berkata: “Apakah orang-orang sudah shalat?” Kami menjawab: “Belum. Mereka menunggumu, ya Rasulullah.” Lalu beliau mengutus Abu Bakar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

8. Mandi Seusai menjalankan bekam. Aisyah RA berkata: “Nabi SAW mandi di karenakan empat perkara: junub, hari Jum’at, selesai berbekam dan memandikan mayit.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

9. Mandi untuk masuk masjid.

10. Mandi di setiap malam bulan Ramadhan. Dimulai sejak magrib supaya tubuhnya lebih segar bugar.

11. Mandi di haji dan umrah. Seperti mandi untuk ihram, saat akan masuk kota Mekah, akan melaksanakan wukuf di Arafah, akan thawaf dan melempar jumrah. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa beliau melaksanakan mandi sebelum ihram, sebelum masuk Mekah dan di malam Arafah untuk wukuf (HR. Malik).

12. Mandi untuk masuk ke kota Madinah.

13. Mandi di karenakan akan menghadiri suatu acara yang dihadiri banyak kaum muslimin.

wallahu a’lam.

Sumber ; http://ahmadghozali.com

abdkadiralhamid@2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

M A N D I

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here