Home Fiqih Islam Kumpulan Hadits mengenai Sifat Arogan di Islam

Kumpulan Hadits mengenai Sifat Arogan di Islam

132
0

Agama islam Yaitu agama mulia yang diridhoi oleh ALLAH SWT Tuhan semesta alam. berbagai aspek kehidupan pun telah diatur oleh islam. Disorientasi satu yang ditekankan Yaitu supaya umat islam selalu menjaga akhlak dan mempunyai sifat yang bagus dan terpuji. umat islam dilarang mempunyai sifat tercela dan tak bagus apapun bentuknya. dan Disorientasi satu yang sangat dilarang Yaitu Arogan.

Arogan atau yang biasa disebut dengan istilah kibr, takabbur dan istikbar Yaitu sifat dimana seseorang melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. Orang Arogan itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya. sebab kesombongan Yaitu ujub/membanggakan diri Yaitu dengan adanya Asumsi atau perasaan, bahwa dirinya lebih tinggi dan besar daripada selainnya., merendahkan orang lain, suka menonjolkan diri, dan mengikuti hawa nafsunya.

Sifat kesombongan di islam ini sangat berbahaya dan Bisa menjerumuskan kita kedalam neraka dan mendapatkan murka ALLAH SWT.  maka dari itu kita haruslah berhati hati dala mengelola dan menata hati kita supaya senantiasa terhindar dari sikap Arogan ini, Jadi Seandainya Allah Subhanahu wa Ta’ala membagikan kepada kita Harta, kedudukan, atau kelebihan di beramal shalih, Genjah periksa hati kita jangan hingga itu menimbulkan kesombongan yang menyebabkan kita terhalang masuk ke di surga.

Banyak sekali dalil bagus dari Al-Quran dan hasit Nabi yang menerangkan bahaya serta anjuran supaya kita manjauhi sifat Arogan. Nabi Muhammad SAW sendiri telah bersabda di beberapa haditsnya mengenai bahaya Arogan ini. dan sesuai topik kali ini, berikut ini kumpulan hadits Nabi mengenai sifat Arogan di islam lengkap dengan teks/lafadz arab dan arti bahasa indonesianya.

sifat Arogan

Hadits mengenai Arogan

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. (رواه مسلم)

tak akan masuk surga seorang yang di hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan. (HR. Muslim)

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Kesombongan Yaitu menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. [HR. Muslim, no. 2749, dari ‘Abdullah bin Mas’ûd]

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“saat seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di di bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di di bumi hingga hari kiamat”. [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim]

 عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ تَعَظَّمَ فِى نَفْسِهِ اَوِ اخْتَالَ فِى مِشْيَتِهِ لَقِيَ اللهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. الطبرانى فى الكبير فى الترغيب و الترهيب 3: 569

Dari Ibnu Umar RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa merasa besar di dirinya atau Arogan di berjalannya, pasti akan bertemu Allah tabaaroka wa ta’aalaa murka kepadanya”. [HR. Thabarani di di Al-Kabir, di Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 569]

di hadits qudsi yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ: إِنَّ الْعِزَّ إِزَارِيْ وَالْكِبْرِيَاءَ رِدَائِيْ فَمَنْ نَازِعُنِيْ فِيْهِمَا عَذَّبْتُهُ. (رواه الطبراني)

Sesunguhnya Allah Ta’ala berfirman: “Kemuliaan Yaitu pakaian-Ku dan Arogan Yaitu selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Adzab dia. (HR. Muslim)

 ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا يزكيهم ولا ينظر إليهم ولهم عذاب أليم: شيخ زان، وملك كذاب، وعائل مستكبر.

Tiga golongan yang Allah tak akan berbicara dengannya kelak di Hari Kiamat, tak membersihkan mereka, dan tak melihat kepada mereka, serta untuk mereka adzab yang pedih : seorang tua yang berzina, penguasa yang pendusta, orang miskin yang Arogan.

إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ

“Sesungguhnya penduduk neraka Yaitu semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya Arogan di di jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga Yaitu orang-orang yang lemah dan terkalahkan”. [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]

 عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رض اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوْتُ حِيْنَ يَمُوْتُ وَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ اْلجَنَّةُ اَنْ يَرِيْحَ رِيْحَهَا وَ لاَ يَرَاهَا. احمد فى الترغيب و الترهيب 3: 566

Dari Uqbah bin ‘Amir RA, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW, bersabda, “Orang yang meninggal Global, dan saat ia meninggal itu di di hatinya masih ada sebesar biji sawi dari Arogan, maka tidaklah halal baginya surga, tak mencium baunya dan tak pula melihatnya”. [HR. Ahmad, di Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566]

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang Itu malah menjawab, “Aku tak Bisa.” Beliau bersabda, “Apakah kita tak Bisa?” -dia menolaknya di karenakan Arogan-. Seusai itu tangannya tak Bisa hingga ke mulutnya” (H.R. Muslim no. 3766).

Loading...
 لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“tak akan masuk surga seseorang yang di di hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Alloh itu indah dan menyukai Estetika. Arogan Yaitu menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim)

 عَنْ فَضَالَةَ بْن عُبَيْدٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: ثَلاَثَةٌ لاَ يُسْأَلُ عَنْهُمْ: رَجُلٌ نَازَعَ اللهَ رِدَاءَهُ، فَاِنَّ رِدَاءَهُ اْلكِبْرُ، وَ اِزَارَهُ اْلعِزُّ، وَ رَجُلٌ فِى شَكّ مِنْ اَمْرِ اللهِ، وَ اْلقُنُوْطُ مِنْ رَحْمَتِهِ. الطبرانى فى الترغيب و الترهيب 3: 562

Dari Fadlalah bin ‘Ubaid RA ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga golongan yang tak wajib ditanya mengenai mereka itu (dan langsung dimasukkan neraka) Yaitu : 1. Orang yang mencabut selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah itu Yaitu Arogan dan pakaian-Nya Yaitu kebesaran, 2. Orang yang ragu-ragu terhadap perintah Allah dan, 3. Orang yang Frustasi asa dari rahmat Allah”. [HR. Thabarani, di Tarhib wat Targhib juz 3, hal. 562]

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ

“di hari kiamat orang-orang yang Arogan akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di di bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai Hepotenusa. Mereka akan digiring Futuristis suatu penjara di di Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat Geothermal akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, Yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)”. [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di di al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di di Zawaid Az-Zuhd, no. 151]

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku supaya kalian bersikap rendah hati hingga tak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865).

 عَنْ عِيَاضِ بْنِ حَمَّادٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ اَوْحَى اِلَيَّ اَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ وَلاَ يَبْغِيَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ. مسلم و ابو داود و ابن ماجه فى الترغيب و الترهيب 3: 557

Dari ‘Iyadl bin Hammad RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada saya supaya supaya kita sekalian bertawadlu’, sehingga seseorang tak merasa Arogan terhadap yang lain dan seseorang tak pula berbuat dhalim terhadap yang lain”. [HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah, di Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 557]

 حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ دَرَّاجًا حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يَتَوَاضَعُ لِلَّهِ سُبْحَانَهُ دَرَجَةً يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً وَمَنْ يَتَكَبَّرُ عَلَى اللَّهِ دَرَجَةً يَضَعُهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً حَتَّى يَجْعَلَهُ فِي أَسْفَلِ السَّافِلِينَ

Barangsiapa tawadlu’ (bersikap rendah diri) kepada Allah Subhanah satu derajat, niscaya Allah akan mengangkatnya satu derajat, & barangsiapa bersikap Arogan kepada Allah satu derajat, maka Allah akan merendahkan satu derajat hingga derajat yg paling hina. [HR. ibnumajah No.4166].

Itulah sekilas mengenai daftar hadist mengenai sifat Arogan. Seusai apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW mengenai sifat Arogan diatas, masihkah kita memandang diri kita lebih bagus dari orang lain dan bersikap Arogan. so, Berawal Dari hari ini mari kita bersikap tawadhu dan tak Arogan terhadap siapapun manusianya apalagi Arogan terhadap ALLAH SWT dengan tak menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. wallahu a’lam.

Kumpulan Hadits mengenai Sifat Arogan di Islam

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here