KPK Selidiki Kaitan Menkumham dengan Suap Kalapas Sukamiskin

Berita Islam 24H – Komisi Pemberantasan Korupsi masih menyelidiki Interaksi pergantian Kalapas Sukamiskin, Bandung, oleh Menkumham Yasonna Laoly, dengan skandal jual beli atau pemberian fasilitas kamar mewah dan perizinan-perizinan untuk napi kasus korupsi.
Pasalnya, KPK menemukan bukti awal bahwa skandal suap pemberian fasilitas mewah untuk koruptor ini sudah terjadi sejak lama, atau sebelum Wahid Husein menjabat Kalapas Sukamiskin.
Diketahui di medio Maret 2018, Menkumham Yasonna dengan cara tiba-tiba menjalankan perombakan jajaran eselon II di lingkungan kementeriannya. Disorientasi satu yang mendapat tugas baru Yaitu Wahid Husein yang menjabat Kalapas Sukamiskin.
Ironisnya, belum genap sebulan, Wahid Husein terendus tim KPK sudah menjalankan praktik penyuapan di di penjara Eksklusif koruptor itu. Sejak bulan April 2018 KPK membuntuti Wahid dan sejumlah pihak lain.
“Praktik ini kami curiga sudah berlangsung lama. Sebab, kalapas di diperiksa seperti innocent gitu, seperti dia bilang Seandainya ini cuma meneruskan tradisi yang lama-lama. Bahkan di lapas-lapas lainnya diduga juga ada praktik itu. Tapi mengenai perombakan Menkumham itu kami belum tahu, semua masih kami dalami,” Perkataan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 21 Sabtu 2018.
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, di kesempatan Serupa juga mengakui pihaknya di ini tengah Memajukan kasus pemberian fasilitas mewah terhadap koruptor di Lapas Sukamiskin. Apakah ada Genre uang atau barang ke oknum selain Kalapas Sukamiskin, Bandung. Terutamanya ke para pejabat di atasnya.
“Jadi apakah ini juga mengalir ke atasnya, kami belum Bisa konfirmasi. Masih didalami untuk pengembangan kasus,” Perkataan Laode.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, Bagaikan tersangka suap pemberian fasilitas dan perizinan-perizinan di Lapas Sukamiskin.
Selain Wahid Husen, KPK juga menjerat tiga orang lain, yakni orang kepercayaan Wahid Husen bernama Hendry Saputra, Fahmi Darmawansyah selaku napi korupsi, dan Andri yang merupakan napi Generik sekaligus pendamping Fahmi di Lapas Sukamiskin.
“KPK melonjakkan status mereka ke penyidikan,” Perkataan Saut Situmorang di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 Juli 2018.
di kasus ini, Wahid diduga menerima suap berupa uang dan dua mobil jenis Mitsubishi Fortuner dan Triton Exceed yang di ini sudah diamankan KPK. Padahal jabatan Wahid baru 5 bulan.
Suap diberikan supaya Fahmi dan sejumlah pihak lain yang masih dikembangkan buktinya, mendapat fasilitas Eksklusif di di sel dan kemudahan untuk keluar masuk tahanan.
“di operasi ini tim KPK mengamankan uang total Rp279.920.000 dan USD 1.400, catatan penerimaan uang, dan dokumen terkait pengiriman mobil,” Perkataan Saut.
Bagaikan pihak yang diduga penerima, Wahid Husen dan Hendry Saputra dijerat memakai Pasal12 huruf a atau b, atau Pasal 11 atau Pasal 128 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Bagaikan terduga pemberi suap, Fahmi Darmawansyah dan Andri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. [b-islam24h.com / viva]

Loading...
Advertisement

KPK Selidiki Kaitan Menkumham dengan Suap Kalapas Sukamiskin

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply