Home Kisah Islami Kisah Wanita Penzina Berjumpa dengan Abu Huroirah

Kisah Wanita Penzina Berjumpa dengan Abu Huroirah

125
0
Abu Hurairah RA, seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist Nabi SAW, suatu malam Seusai shalat Isya bersama Rasulullah SAW, ia berjalan menyusuri kota Madinah sendirian. Tiba-tiba ia bertemu dengan seorang wanita berkerudung, berdiri di tengah jalan, wanita itu berkata, “Wahai Abu Hurairah, saya telah menjalankan dosa besar, maka apakah saya Bisa bertaubat??”
Abu Hurairah berkata, “Apakah dosa yang kita lakukan itu?”
Wanita itu berkata, “Saya telah berbuat zina dan hamil, setelah itu anak yang saya lahirkan itu saya bunuh!!”
Abu Hurairah berkata, “Celakalah kita, dan kita telah membinasakan (dirimu sendiri)!! Demi Allah kita tak Bisa lagi bertaubat!!”
Mendengar jawaban Abu Hurairah seperti itu, wanita itu menjerit dengan kerasnya penuh kesedihan sehingga ia jatuh pingsan. Abu Hurairah meninggalkan wanita itu begitu aja. di perjalanan pulang Itu, hati kecil Abu Hurairah terusik juga. Apakah ia telah membagikan jawaban (fatwa) yang tepat? Memang benar bahwa wanita Itu telah menjalankan dua dosa besar dengan cara berturutan, akan tetapi apakah memang tak ada jalan taubat untuk dirinya? Tiba-tiba hati nuraninya mencela sikapnya, “Mengapa engkau berani membagikan fatwa (keputusan) sementara Nabi SAW masih ada di antara kita semua??”
Keesokan harinya Seusai shalat subuh, Abu Hurairah menghadap Rasulullah SAW, dan menceritakan peristiwa yang dialaminya malam sebelumnya. Reaksi Rasulullah SAW sungguh sangat tak diduganya. Ia termasuk Disorientasi satu orang terdekat beliau, akan tetapi di itu ia justru merasa ketakutan tak terkira. Nabi SAW bersabda dengan keras, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, demi Allah, kamulah yang celaka dan membinasakan (dirimu sendiri), ya Abu Hurairah. Dari mana (dasarnya) kita Bisa membagikan fatwa seperti itu??”
Abu Hurairah hanya tertunduk malu dan terdiam, sekaligus ketakutan. Nabi SAW bersabda lagi, “Apakah engkau tak (Sempat) memperhatikan ayat-ayat Allah ini….”
setelah itu Nabi SAW membacakan ayat-ayat QS al Furqaan 68-70 Bagaikan berikut : Dan orang-orang yang tak menyembah tuhan yang lain beserta Allah, dan tak membunuh Heroisme yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tak berzina. Barang siapa yang menjalankan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya di hari kiamat dan dia akan kekal di azab itu, di keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Yaitu Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Abu Hurairah meminta Nabi SAW untuk memohonkan ampunan baginya kepada Allah atas kekeliruannya, setelah itu ia meminta ijin untuk Menelusuri wanita Itu. Nabi SAW mengijinkannya dan ia berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Setiap bertemu seseorang, ia menanyakan keberadaan wanita Itu. Ia tak berhenti Menelusuri kecuali di waktu-waktu untuk shalat, sehingga banyak anak-anak yang Menyebut Seandainya ia telah gila.

Loading...
di malam harinya, saat ia melalui jalan dimana ia bertemu dengan wanita Itu untuk ke demikian kalinya, ia melihat wanita itu berdiri di tempat yang Serupa. Abu Hurairah Genjah menghampirinya, dan meminta maaf atas perkataannya malam sebelumnya. Ia juga menceritakan peristiwa yang dialaminya bersama Rasulullah SAW dan fatwa beliau bahwa taubatnya Bisa diterima oleh Allah. Sekali lagi wanita itu menjerit, akan tetapi kali ini di karenakan rasa gembira yang tak tertahankan, setelah itu ia berkata, “Saya mempunyai suatu kebun, dan kebun itu saya shadaqahkan untuk orang-orang miskin Bagaikan kaffarat dari dosa-dosaku!!”

Subhanallah …
Semoga Kisah ini Menambah Keimanan Kita..
[Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Kisah Wanita Penzina Berjumpa dengan Abu Huroirah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here