Kisah Syam’un (Samson) Mujahid Dibalik Turunnya Lailatul Qadar

Tahukah kita bahwa sebab turunnya ayat Al Qadar (Lailatul Qodri) Yaitu berawal dari kisah Syam’un yang dikenal oleh bangsa barat dengan nama Samson. Dia Yaitu seorang mujahid yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. di hidupnya ia gunakan berjihad dijalan Allah SWT. Untuk kisah selengkapnya kita Bisa baca kisahnya berikut ini :
Suatu saat Nabi SAW tengah berkumpul dengan para sahabat, dan beliau menceritakan mengenai seseorang dari Bani Israil yang bernama Syam’un. Allah membagikan kekuatan dan keberanian kepada Syam’un ini sehingga dia berjuang dan berjihad di jalan Allah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun 4 bulan Qomariah/Hijriah, atau 80 tahun 10 bulan Syamsiah/Masehi) dengan cara terus menerus. Pedang atau senjatanya yang berupa tulang rahang unta selalu tersandang di pundaknya. Pelana kudanya tak Sempat Sempat kering dari keringatnya.
Syam’un selalu mengalahkan kaum kafirin yang diperanginya di medan jihad. Hal ini membuat orang-orang musyrikin itu ciut hatinya, mereka berfikir keras bagaimana tutorial mengalahkan dan membunuhnya. Suatu saat mereka menghubungi istri Syam’un dengan diam-diam, mereka membawa sepiring perhiasan emas untuk menyuapnya. Mereka minta supaya ia mau mengikat Syam’un dengan tali ijuk cukup besar dan sangat kuat yang telah dipersiapkan saat ia sedang tidur, dan perhiasan itu akan Jadi miliknya. Seusai ia tak berdaya mereka akan datang untuk menangkap dan membunuhnya.
Syam’un memang bukan orang yang materialistis dan bergelimang dengan Harta. Walaupun ia memenangkan berbagai pertempuran selama puluhan tahun dan mempunyai jabatan cukup tinggi, akan tetapi ia memilih Hayati di kesederhanaan. Apalagi syariat yang berlaku sebelum Nabi SAW, ghanimah atau rampasan perang diharamkan untuk kaum muslimin yang memenangkan pertempuran itu. Harta benda dari kaum musyrikin yang dikalahkan itu wajib dikumpulkan di lapangan luas, Seusai itu akan muncul kobaran api dari langit yang akan membakar Demisioner hingga Jadi abu. Dihalalkannya ghanimah untuk umat Nabi SAW merupakan keutamaan yang diberikan Allah, yang tak Sempat dialami oleh umat-umat Nabi dan Rasul sebelumnya.
Pola Hayati zuhud dan sederhana yang diamalkan oleh Syam’un, yang menghabiskan waktunya untuk ibadah dan berjihad, ternyata tak Bisa sepenuhnya diikuti dan diterima oleh istrinya. Begitu melihat tawaran kaum kafirin itu, ia Genjah menyetujuinya. Suatu malam ia mengikat suaminya yang sedang tidur itu dengan tali ijuk, dengan sangat kuatnya. akan tetapi pagi harinya, saat Syam’un bangun dan menggerakkan tubuhnya, tali-tali itu langsung Frustasi. Dengan heran Syam’un berkata, “Mengapa engkau menjalankan hal ini?”
Istrinya berkata, “Aku hanya ingin menguji kekuatanmu!!”
saat peristiwa itu didengar oleh orang-orang kafir, mereka diam-diam mendatangi istri  Syam’un dengan membawa suatu rantai besi yang sangat kuat. Malam harinya, istrinya itu mengikat Syam’un dengan rantai itu, akan tetapi Serupa seperti sebelumnya, rantai itu Frustasi begitu Syam’un bangun dan menggerakkan tubuhnya. Lagi-lagi istrinya hanya berkilah dengan alasan yang Serupa.
Melihat kegagalan yang kedua kalinya ini, iblis merasa gerah dan ia Empati campur di masalah ini. Ia mendatangi kaum kafir dan membagikan solusinya, yakni supaya istrinya itu merayu Syam’un untuk menceritakan ‘rahasia’ kekuatannya. Orang-orang kafir itu mendatangi istri Syam’un dengan menjanjikan hadiah yang lebih besar lagi bila Bisa melumpuhkan suaminya itu, dengan tutorial yang diajarkan Iblis. Suatu saat istrinya berkata, “Engkau bagitu kuatnya sehingga tali dan rantai besi begitu aja Frustasi dan hancur saat engkau menggerakkan tubuh. Apakah ada sesuatu yang engkau tak mampu merusakkan atau memutuskannya??”
di karenakan kecintaan kepada istrinya, dengan jujur Syam’un berkata, “Beberapa gombak rambutku ini yang aku tak mampu memutuskannya!!”
Kelihatannya tak masuk akal, Seandainya tali ijuk dan rantai besi yang begitu kuat dengan mudah dihancurkan, bagaimana mungkin tak mampu memutuskan rambutnya sendiri?? akan tetapi memang seperti itulah sunnatullah (kebanyakan orang menyebutnya ‘hukum alam’), tak sesuatu dari mahluk atau ciptaan Allah, kecuali ada kelemahan atau kekurangannya, di samping banyak sekali kelebihan yang dimilikinya.
Rambut itulah yang memang Jadi rahasia kekuatan Syam’un yang diberikan Allah kepadanya. Rambutnya itu memang terurai panjang hingga mencapai tanah, dan biasanya hanya digelung ke atas. Malam harinya, diam-diam istrinya memotong rambutnya itu untuk digunakan mengikat ke dua tangan dan kakinya. Pagi harinya, saat terbangun Syam’un Serupa sekali tak Bisa menggerakkan tubuhnya, bahkan ia tampak lemah tak berdaya. Istrinya begitu gembira dan memberitahukan hal itu kepada orang-orang kafir.
Ia memperoleh berbagai macam perhiasan seperti yang dijanjikan, bahkan ditambahi lagi lebih banyak.
Orang-orang kafir itu membawa Syam’un kepada rajanya, dan ia ingin mempertontonkan pembantaian Syam’un di hadapan rakyatnya. di waktu yang ditentukan, mereka berkumpul di suatu gedung megah, dengan arsitektur canggih yang belum Bisa dicontoh hingga Masa modern ini. Bangunan yang begitu luas dan tinggi, layaknya suatu stadion sepakbola, akan tetapi tiang utamanya hanya satu aja. Tiang penyangganya itu tak akan mampu digerakkan atau dirobohkan oleh ratusan atau bahkan ribuan orang.
di keadaan terikat dengan rambutnya sendiri,  dan diikatkan lagi di tiang penyangga utama gedung itu, Syam’un disiksa Demisioner-habisan. Matanya disulut dengan besi Geothermal hingga buta dan dicongkel keluar, dua telinganya di potong, begitu juga dengan lidahnya. Masyarakat kafirin itu bersorak-sorak gembira melihat penderitaan Syam’un. tak ada permasalahan dan jeritan kesakitan yang keluar dari mulut Syam’un selama penyiksaan itu, kecuali kalimat-kalimat dzikr dan penyandaran diri kepada Allah. Sabar dan tawakal terhadap takdir Allah yang diterimanya.
setelah itu Allah berfirman (mengilhamkan) kepadanya, “Wahai Syam’un, apakah yang engkau inginkan atas orang-orang kafir ini? Katakanlah, Aku akan mengabulkannya!!”
Syam’un berkata atau berdoa di hatinya, “Ya Allah, kembalikanlah kekuatanku, sehingga aku Bisa merobohkan gedung ini dan menimpa mereka semua!!”
Allah mengabulkan doanya, kekuatannya pulih kembali. Rambut, tali dan rantai yang mengikatnya langsung Frustasi saat ia menggerakkan tubuhnya. Ia mendorong tiang penyangga utama gedung itu, dan sebentar aja roboh dan gedung itu hancur mengubur orang-orang kafir, termasuk rajanya, yang ada di dalamnya. Mereka semua mati, kecuali Syam’un sendiri, Allah menyelamatkannya, bahkan Allah mengembalikan mata, telinga dan bibirnya seperti sediakala. Syam’un kembali mengisi waktunya dengan berjihad dan berpuasa di siang hari, malam harinya lebih banyak dihabiskan untuk shalat. Ia terus istiqomah di amalannya itu hingga kematian menjemputnya.
Seusai Nabi SAW selesai menceritakannya, tampak para sahabat menangis, penuh haru dan ghirah (semangat, kerinduan) melihat perjuangan Syam’un Itu. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau tahu, berapa besarnya pahala yang diperoleh Syam’un Itu?”
Nabi SAW berkata, “Aku tak tahu!!”
Sebagian sahabat berkata lagi, “Ya Rasulullah, apakah kami Bisa memperoleh pahala Syam’un itu??”
Lagi-lagi Nabi SAW hanya berkata, “Aku tak tahu!!”
Melihat keadaan para sahabat Itu, Nabi SAW berdoa, “Ya Allah, Engkau menjadikan umatku yang paling pendek umurnya di antara umat-umat yang ada, dan yang paling sedikit amal-amalnya!!”
tak lama setelah itu Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW dengan membawa wahyu Allah, lima ayat dari surah Al Qadar. Begitu pendeknya surat Itu, akan tetapi merupakan keberkahan dan keutamaan yang luar biasa diberikan kepada Nabi SAW dan umatnya. Sungguh sangat beruntung kita Bagaikan ummat Islam. di karenakan kita Bisa memperoleh pahala yang lebih bagus daripada pahala yang diterima Syam’un di perjuangan jihadnya selama seribu bulan Itu. Bukan itu aja kita juga Bisa memperoleh berkali-kali pahala seperti itu selama Hayati, di karenakan Lailatul Qadar akan selalu datang di Bulan Romadhon.
Sekarang tinggal kita, apakah mau mendapatkannya atau tak. Wallahu A’lam.
Semoga kita terpilih untuk mendapatkannya, Amiinnn..
Baca Juga Info Menarik Ini : “Nama Malaikat Yang Belum kita Ketahui”

[Ibnu Ghufron]

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Inspiratif Islam

Kisah Syam’un (Samson) Mujahid Dibalik Turunnya Lailatul Qadar

Facebook Comments

Leave a Reply