Kisah Suami Istri Sangat Menyentuh Hati yang Diabadikan di Al-Qur’an

Website Eksklusif Doa – di kesempatan ini kami akan bagikan kisah suami istri yang sangat menyentuh hati. tak hanya menyentuh hati aja, akan tetapi kisah islami suami istri ini juga diabadikan di Al-Qur’an. Sungguh satu kisah nyata yang sangat menyentuh hati dan Heroisme untuk siapa aja yang membacanya dan tentunya patut untuk kita teladani dari kisah suami istri berikut ini.

Seperti dilansir dari laman republika.co.id (15/11/2017), ada suatu kisah suami istri yang sangat menyentuh Heroisme dan sangat sulit dipercaya untuk banyak orang yang Jadi korban materialisme hingga mendominasi seluruh dimensi kehidupannya. Kisah ini disinggung di surah Al-Insan. Para musafir umumnya sepakat bahwa ayat-ayat Itu turun berkaitan dengan Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib dan istrinya, Fatimah az-Zhara.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الأبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا (٥)عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا (٦)يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (٧)وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا (٨)إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلا شُكُورًا (٩)إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا (١٠)

Artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman ) yang campurannya Yaitu air kafur Yaitu mata air (di surga ) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka Bisa mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka membagikan Boga yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi Boga kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tak menghendaki balasan dari kita dan tak pula (ucapan) terima Afeksi. Sesungguhnya Kami takut akan(azab ) Tuhan kami di suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.” (QS. Al-Insaan : 5-10)

Dikisahkan dari Ensiklopedia Alquran, bahwa di masih kecil, Al-Hasan dan Al-Husain, kedua putra Imam Ali bin Abi Thalib jatuh sakit. Tatkala penyakit keduanya semakin parah, Imam Ali dan Sayyidah Fathimah bernazar; apabila kedua putranya sembuh, mereka akan berpuasa selama tiga hari.

Loading...

Meskipun mempunyai kedudukan istimewa di Islam, pasangan suami istri ini, Hayati serba kekurangan. Suatu hari, Imam Ali mendatangi rumah seorang Yahudi untuk meminjam tiga sha’ gandum. Orang Yahudi itu berkata, “Aku akan membagikan apa yang kita inginkan dengan syarat kita memintal wol ini.”

Imam Ali yang kebetulan pandai memintal wol, menerima syarat itu. Lalu beliau membawa gandum Itu dan memberikannya kepada Sayyidah Fathimah. setelah itu Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang membagikan kesembuhan kepada kedua putranya. Imam Ali dan Sayyidah Fathimah pun akhirnya menepati nazarnya berpuasa selama tiga hari.

di hari pertama, Sayyidah Fathimah menggiling satu sha’ gandum untuk membuat roti. Sembari menunggu di berbuka, mereka meletakkan beberapa potong roti beserta garam dan cuka di hadapannya. di terdengar suara Bilal bin Rabah mengumandangkan azan shalat Maghrib, tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk seseorang. Imam Ali membukanya dan menjumpai seorang lelaki renta miskin meminta sedekah.

Lelaki itu berkata, “Aku dan istriku sangat kelaparan dan kesakitan”. Mendengar Ungkap lelaki renta miskin itu, Sayyidah Fathimah merasa iba sehingga tanpa terasa kedua matanya meneteskan air mata. Suami istri itu Genjah membagikan roti mereka kepada lelaki renta Itu. Ia berterima Afeksi dan mendoakan mereka berdua.

Mereka menjalankan semua itu bukan untuk mengharap ucapan terima Afeksi, namun semata-mata Menelusuri keridhaan Allah SWT. Maka, di hari itu mereka berbuka hanya dengan air putih. Seusai berbuka, mereka menunaikan shalat Maghrib dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya.

di hari berikutnya, mereka menggiling satu sha’ gandum dan mengolahnya Jadi roti. Menjelang Maghrib, seorang anak yatim datang ke rumah mereka meminta Boga untuknya dan saudara-saudaranya yang masih kecil. Imam Ali dan Sayyidah Fathimah pun membagikan Boga yang ada. di hari kedua ini, mereka kembali berbuka hanya dengan air putih.

Untuk melengkapi nazarnya, mereka berpuasa di hari ketiga. Tiba-tiba seorang tawanan mengetuk pintu rumahnya meminta sedekah. Mereka pun menjalankan hal yang Serupa dengan dua hari sebelumnya. Tentu aja, mereka Jadi lemah di karenakan sangat lapar.

di hari keempat, mereka berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Melihat kondisi mereka (Ali, Fathimah, Al-Hasan, dan Al-Husain) sangat lemah, Nabi SAW menangis. di itulah Malaikat Jibril menurunkan surah Al-Insan.

Meskipun diturunkan berkenaan dengan Imam Ali dan Sayyidah Fathimah, ayat-ayat Itu ditujukan kepada semua kaum beriman supaya meneladani mereka. Sifat tamak terhadap materi duniawi Yaitu penyakit setan. Semoga Allah SWT melindungi kaum beriman dari setan, sesungghnya Dia Maha Mendengar lagi Mengabulkan.

Itulah kisah suami istri yang sangat menyentuh hati dan Heroisme kita semua. Semoga bermanfaat.

bila ARTIKEL INI BERMANFAAT, SHILAKAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KALIAN

Kisah Suami Istri Sangat Menyentuh Hati yang Diabadikan di Al-Qur’an

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply