Home Doa Islam Kisah Sedih Anak Yatim Piatu di Ultah Tetangganya

Kisah Sedih Anak Yatim Piatu di Ultah Tetangganya

215
0

Website Eksklusif Doa – Halo kawan-kawan, di kesempatan ini kami akan membagi sepenggal kisah cerita mengenai anak yatim piatu yang menghadiri pesta ulang tahun tetangganya. Kisah cerita ini sangat inspiratif dan juga menyedihkan. Semoga Bisa menginspirasi untuk para kawan-kawan semua Seusai membacanya dan tentunya bermanfaat. Amiin.

OK. Untuk kisah cerita selengkapnya, silakan langsung aja kawan-kawan simak atau baca kisah cerita anak yatim piatu sedih dan inspiratif berikut ini :

Dikisahkan, seminggu lalu datanglah undangan untuk kami anak-anak penghuni Panti Asuhan, diantarkan seorang ibu dan anak gadisnya sekolahnya kira-kira di SMA. Mereka naik Corolla biru, dari pakaian, tutorial bicara dan perilaku kelihatan tamu ini orang gedongan atau golongan yang Hayati lebih dari kecukupan. Mereka mengundang anak-anak panti asuhan untuk Empati acara ulang tahun rabu jam tujuh malam. Dan berangkatlah kami di waktu yang ditentukan berjumlah dua puluh tiga, termasuk bapak dan ibu asrama jalan kaki bersama, di karenakan jaraknya cuma terpisah sepuluh rumah aja.

Rombongan dipersilahkan masuk dengan ramah dan anak-anak berusaha duduk di belakang-belakang aja, tapi disuruh berbaur dengan tamu-tamu lainnya para remaja belasan tahun. Mereka sehat-sehat, harum-harum Berbaju mahal dan tembem-tembem pipinya, saya berjuang melawan sifat minder saya duduk di tengah ruang tamu yang luas di atas karpet bersila, pegal dan canggung di antara jajaran barang antik dan macam-macam perabotan di bawah lampu kristal bergelantungan. Tapi alangkah aku Jadi heran tak ada acara potong kue dan tiup lilin, tak ada tepuk tangan mengiringi Lagu Hepi-Bisde-Tuyu Hepi-Bisde-Tuyu.

Lalu seorang remaja membaca surah Luqman dengan suara amat merdunya dan suaranya berubah Jadi untaian mutiara yang berkilauan Jadi kalung di leher pendengarnya. setelah itu Lia yang berulang tahun berpidato sangat mengharukan ”di acara seperti ini Bukan saya yang Jadi pusat perhatian diperingati atau dihargai, tapi mama, ya, mama kita, ibunda kita dan ayahanda. Ibunda dan ayahanda pusat perhatian kita. Hari ini, enam belas tahun yang lalu mama melahirkan saya Letak saya sungsang Saya terlalu besar Jadi mama wajib sectio Caesaria mama dibedah, berdarah-darah Seluruh keluarga khawatir dan berdoa Di luar ruang operasi duduk menanti berita di kecemasan luar biasa. Tapi alhamdulillah, kelahiran selamat walau pun mama sangat menderita sekarang ini, enam belas tahun setelah itu Ulang tahun saya dirayakan, saya pikir, tak logis saya yang Jadi pusat perhatian, harusnya mama yang Jadi pusat perhatian, mama dan bukan saya. Saya pikir, tak logis saya minta kado, harusnya mama yang diberi kado…”

Anak gadis itu berhenti sebentar Dia sangat terharu setelah itu dia mengambil suatu bungkusan kertas berkilat, diikat pita berbentuk bunga ”Mama Terima Afeksi mama, terima Afeksi Mama telah melahirkan saya dengan susah payah Mama menyabung nyawa Berdarah-darah persis malam ini, 16 tahun yang lalu. Terimalah rasa terima Afeksi ananda tak seberapa harganya.” Mamanya berdiri Terpukau di Perkataan-Perkataan anak gadisnya, terharu di jalan pikirannya yang dia tak sangka-sangka, dia langsung memeluk anaknya terguguk-guguk menangis. Keduanya tersedu-sedu, hadirin menitikkan air mata pula, suasana mencekam terasa Dan hening agak lama.

Loading...

setelah itu kakak pembawa acara berkata ”Para hadirin yang mulia, ini memang kejutan untuk kita di karenakan dengan tahun yang lalu acara ini begitu berbeda, Lia tak mau tiup lilin, di karenakan ditemukannya di ensiklopedia, Manusia di Masa Batu di Eropa percaya di kekuatan nyala lilin, begitu tahayulnya Bisa mengusir sihir, roh Dursila, leak dan memedi begitu katanya, termasuk sijundai, setan, hantu, kuntilanak dan gendruwo. Dan itu berlanjut ke Masa Romawi kuno, lalu dikarang lagi berikutnya superstisi Yaitu apabila lilin-lilin itu sekali tiup nyalanya semua mati maka akan terkabul apa yang Jadi cita-cita di di hati. Lia tak mau acara ulang tahunnya Jadi bernoda oleh tahayul.

Acara yang ditentukan oleh budaya jahiliah Masa purbakala Katanya: ’Kok tiupan nyala 16 lilin Bisa menentukan nasib saya ?, Alloh SWT yang menentukan nasib saya sesudah kerja keras saya, saya tak mau dibodoh-bodohi tahayul Walau pun itu datangnya dari barat atau pun timur juga, saya tak mau dibodoh-bodohi budaya mereka Minta kado dari Papa dan Mama Minta kado dari keluarga dan kawan-kawan saya. Saya tak mau cuma Jadi kawanan burung kakaktua Burung beo yang pintar meniru adat Belanda dan Amerika di acara ulang tahun kita’ Begitu katanya.”

Sesudah bertangis-tangisan dengan ibunya Berkatalah yang berulang tahun itu ”Hadiah paling saya harapkan dari kalian Yaitu doa bersama sesudah hamdalah dan shalawat, di karenakan saya ingin Jadi anak yang bagus perilakunya, Jadi perhiasan di leher ibuku, Jadi penyenang hati ayahku, rukun dengan kakak-kakak dan adik-adikku, bertegur-sapa dengan semua tetangga, dan kelak saat dewasa bermanfaat untuk Indonesia.”

Anak yatim piatu yang mendapat undangan itu, lihatlah bersama kawan-kawannya dipersilahkan makan bersama-Serupa, dengarlah kisah kesannya di ini : ”di acara makan kunikmati nasi Beras Rajalele yang putih gurih, dendeng tipis balado, ikan emas panggang dan Ebi goreng, besar dan gemuk-gemuk, belum Sempat aku memegang Ebi sebesar itu. Di asrama ikan asin dan tempe seperti nyanyian yang nyaris abadi, dadang-terkadang makan pun cuma sekali sehari. saat kulayangkan pandangku ke depan, kulihat tuan rumah yang bagus hati itu, Bapak dan ibu itu Berdiri bersama Lia anak gadisnya berbicara amat mesranya. Kubayangkan ayahku almarhum, mungkin seusia dengan bapak ini, beliau meninggal saat umurku setahun. Kubayangkan ibuku almarhumah wafat saat aku kelas enam SD Mungkin seusia pula dengan ibu itu, tak Sempat aku merayakan ulang tahunku, tak Sempat.

Semoga syurga firdaus jua untuk ibu bapakku

Geothermal mengembang di atas pipiku Tak tertahan Titik air mataku.”

——— Tamat ———–

Kisah Sedih Anak Yatim Piatu di Ultah Tetangganya

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here