Home Kisah Islami Kisah Sahabat Nabi : Karomah Usman Bin Affan RA

Kisah Sahabat Nabi : Karomah Usman Bin Affan RA

21
0

Loading...
Usman Bin Affan Yaitu Disorientasi Seorang Sahabat Nabi yang terdekat, bahkan dia juga dijadikan oleh Rasulullah Bagaikan Menantunya. Usman Bin Affan Yaitu saudagar yang kaya raya dikenal dengan kedermawanannya. Sifat nya santun, lembut, sangat pemalu, hartawan, dan pemilik petuah yang didengar. di karenakan itulah ia sangat dicintai dan dimuliakan oleh kaumnya.
Baiklah sobat, Berikut riwayat mengenai Karomah Usman Bin Affan RA
Kisah Pertama
di kitab Al-Thabaqat, Taj al-Subki menceritakan bahwa ada seorang laki-laki bertamu kepada Usman Laki-laki Itu baru aja bertemu dengan seorang perempuan di tengah jalan, lalu ia menghayalkannya. Usman berkata kepada laki-laki itu, “Aku melihat ada bekas zina di matamu.” Laki-laki itu bertanya, “Apakah wahyu masih diturunkan Seusai Rasulullah Saw wafat?” Usman menjawab, “tak, ini Yaitu firasat seorang mukmin.” Usman r.a. Menyebut hal Itu untuk mendidik dan menegur laki-laki itu supaya tak mengulangi apa yang telah dilakukannya.
Selanjutnya Taj al-Subki jelaskan bahwa apabila seseorang hatinya jernih, maka ia akan melihat dengan nur Allah, sehingga ia Bisa mengetahui apakah yang dilihatnya itu kotor atau Higienis. Maqam orang-orang seperti itu Bhineka. Ada yang mengetahui bahwa yang dilihatnya itu kotor akan tetapi ia tak mengetahui sebabnya. Ada yang maqamnya lebih tinggi di karenakan mengetahui sebab kotornya, seperti Usman r.a. saat ada seorang laki-laki datang kepadanya, `Usman Bisa melihat bahwa hati orang itu kotor dan mengetahui sebabnya yakni di karenakan menghayalkan seorang perempuan.
Artinya, setiap maksiat itu kotor, dan menimbulkan noda hitam di hati sesuai kadar kemaksiatannya sehingga membuatnya kotor, sebagaimana dinyatakan di firman Allah, “Sekali-kali tak demikian, sesungguhnya apa yang mereka kerjakan itu mengotori hati mereka (QS Al-Muthaffifin [83]: 14).
Semakin lama, kemaksiatan yang dilakukan membuat hati semakin kotor dan ternoda, sehingga membuat hati Jadi gelap dan menutup pintu-pintu cahaya, lalu hati Jadi mati, dan tak ada jalan lagi untuk bertobat, seperti dinyatakan di firman Nya, Dan hati mereka telah dikunci mati, sehingga mereka tak mengetahui kebahagiaan beriman dan berjihad. (QS Al Taubah [9]: 87)
Sekecil apa pun kemaksiatan akan membuat hati kotor sesuai kadar kemaksiatan itu. Kotoran itu Bisa dibersihkan dengan memohon ampun (istighfar) atau perbuatan-perbuatan lain yang Bisa menghilangkannya. Hal Itu hanya diketahui oleh orang yang mempunyai mata batin yang tajam seperti Usman bin `Affan, sehingga ia Bisa mengetahui kotoran hati meskipun kecil, di karenakan menghayalkan seorang perempuan merupakan dosa yang paling ringan, `Usman Bisa melihat kotoran hati itu dan mengetahui sebabnya. Ini Yaitu maqam paling tinggi di antara maqam-maqam lainnya. Apabila dosa kecil ditambah dosa kecil lainnya, maka akan bertambah pula kekotoran hatinya, dan apabila dosa itu semakin banyak maka akan membuat hatinya gelap. Orang yang mempunyai mata hati akan mampu melihat hal ini. Apabila kita bertemu dengan orang yang penuh dosa hingga gelap hatinya, akan tetapi kita tak mampu mengetahui hal Itu, berarti di hati kita masih ada penghalang yang membuat kita tak mampu melihat hal Itu, di karenakan orang yang mata hatinya jernih dan tajam pasti akan mampu melihat dosa-dosa orang Itu.
Kisah-2
Ibnu `Umar r.a. menceritakan bahwa Jahjah al-Ghifari mendekati Usman r.a. yang sedang berada di atas mimbar. Jahjah merebut tongkat Usman, lalu mematahkannya. Belum lewat setahun, Allah menimpakan penyakit yang menggerogoti tangan Jahjah, hingga merenggut kematiannya. (Riwayat Al-Barudi dan Ibnu Sakan)
di riwayat lain dikisahkan bahwa Jahjah al-Ghifari mendekati `Usman yang sedang berkhutbah, merebut tongkat dari tangan `Usman, dan meletakkan di atas lututnya, lalu mematahkannya. Orang-orang menjerit. Allah lalu menimpakan penyakit di lutut Jahjah dan tak hingga setahun ia meninggal. (Riwayat Ibnu Sakan dari Falih bin Sulaiman yang saya kemukakan di kitab Hujjatullah `ala al-Alamin)
Kisah 3
Diceritakan bahwa Abdullah bin Salam mendatangi `Usman r.a. yang sedang dikurung di tahanan untuk mengucapkan salam kepadanya. Usman bercerita, “Selamat datang saudaraku. Aku melihat Rasulullah Saw di ventilasi kecil ini. Rasulullah bertanya, “Usman, apakah mereka mengurungmu?’ Aku menjawab, `Ya.’ Lalu beliau membagikan seember air kepadaku dan aku meminumnya hingga puas. Rasulullah berkata lagi, `Seandainya kau mau bebas.niscaya engkau akan bebas, dan Seandainya kau mau makan bersama kami mari Empati kami.’ setelah itu aku memilih makan bersama mereka.” di hari itu juga, `Usman terbunuh.
Demikian Kisah Karomah Usman Bin Affan R.A Bagaikan bukti kemulian Yang Allah berikan padanya. Terutama mengenai firasat, para ulama Menyebut bahwa seseorang yang menjaga pandangannya dari segala kemaksiatan. Maka firasatnya akan tajam. Namun adakah kita yang selalu sentiasa menjaga Etos ?? Wallahu A’lam

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kita Ketahui

Tag : Kisah Sahabat Nabi

Kisah Sahabat Nabi : Karomah Usman Bin Affan RA

Facebook Comments
Loading...

Incoming search terms:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here