Home Doa Islam Kisah Islami, Cinta Sejati yang Berawal dari Kebencian (Sangat Inspiratif)

Kisah Islami, Cinta Sejati yang Berawal dari Kebencian (Sangat Inspiratif)

22
0

Website Eksklusif Doa – Tumbuh besar di Amerika, kita akan menemukan nilai-nilai kristiani yang tersembunyi dan dengan cara turun temurun bertahan di lingkungan masyarakat. Namun agama tidaklah berpengaruh cukup besar di keseharian mereka. Sejak kecil, Nenek selalu mengajakku ke gereja di akhir pekan yang biasanya diisi dengan pelajaran Injil rutin dan begitu juga kemah musim Geothermal. Seiring dengan bertambahnya usiaku, keterlibatanku di gereja pun semakin berkurang, waktuku kuhabiskan di sekolah, kegiatan olahraga, dan sebagainya. Aku selalu menonjol di bidang matematika dan sains selama masa sekolah, dan aku sangat tertarik di bidang Itu.

Semasa SMA kuputuskan untuk meninggalkan agama sepenuhnya dan setelah itu Jadi seorang atheis, khususnya Seusai berdiskusi mengenai beberapa hal dengan Disorientasi seorang guruku, yang sangat teguh dengan keyakinan atheisnya. Walaupun masih duduk di bangku SMA, dan umur yang masih 17 tahun, aku masuk militer. di itu nyatanya keputusan yang aku ambil tak bertahan lama, di masa itu juga imanku terasa diperbaharui, untuk Jadi umat kristiani yang terlahir kembali. Apabila kita meninjau kembali argumen yang sebenarnya dari kaum Atheis, mengenai tak adanya Tuhan, maka kita akan tahu ini Yaitu argumen yang dangkal. di di mereka menuduh kepercayaan akan adanya Tuhan Yaitu sangat tak logis, di di itu pula realita akan sains dan alam semesta menunjukkan fakta yang sebaliknya. Seusai melalui perjalanan pemikiran ini, akhirnya aku pun kembali membaca Injil tiap hari. Berawal Dari aktif beribadah dan benar-benar Jadi religius.

Musim Geothermal berlalu, peristiwa 9/11 pun terjadi. Di seluruh berita dan di setiap perkumpulan, semua orang selalu membicarakannya, mengenai muslim yang mempercayai bahwa semakin banyak orang kafir yang ia bunuh, maka semakin baiklah tempatnya di surga. Hal ini sudah cukup Jadi alasan, bahwa tak masuk akal bila ada orang yang tertarik atau bahkan terbesit keinginan untuk mengetahui betapa “kejam”nya agama ini. Banyak orang yang setelah itu berhenti di titik ini, menumbuhkan rasa benci buta akan Islam, sebagaimana pula aku. Yah aku Yaitu selayaknya orang kulit putih militer Amerika, dengan kebencian yang sangat kuat terhadap Islam dan muslim. Semua ini berlanjut selama berbulan-bulan, dan kian mengeras oleh pemberitaan non-stop dari media mengenai seluruh kejahatan Islam.

Tiga bulan berlalu saat Disorientasi satu guru kami membuat penawaran, barang siapa diantara para muridnya yang Bisa menghasilkan proyek orisinil dan cukup unik, maka otomatis akan dinyatakan lulus dari kelas yang ia ampu, hal ini disengaja untuk memancing kreativitas kami. Berkaitan dengan topik yang masih hangat, aku memilih membuat game mengenai Menelusuri dan membasmi Osama bin Laden, dan akhirnya sukses menyelesaikan proyek ini lebih awal.

di karenakan deadline proyek ini masih ada seminggu lagi Seusai liburan natal, maka aku berkesempatan untuk menambahkan beberapa detil di masa liburan. Disorientasi satunya Yaitu detil berupa turban Osama bin Laden yang terbakar api. Namun di aku Menelusuri gambar-gambar pendukung fitur ini melalui Google, tanpa sengaja kutemukan beberapa artikel yang Mengakses pandanganku mengenai Islam.

Masih teringat Disorientasi satu judul artikel yang kubaca di itu, mengenai bagaimana muslim percaya akan Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus dan para nabi lainnya yang sebelumnya sudah aku kenal sejak kecil Bagaikan umat kristiani. Kisah-kisah ini Yaitu santapan harianku selama masih Berguru Injil. Bagaikan hamba kristen yang taat hal ini menarik perhatianku, bagaimana Bisa mereka percaya dengan para nabi namun tak Jadi kristiani?.

Proyek game yang sedang dikerjakan pun kusisihkan, yang di akhirnya tak Sempat kusentuh lagi karena sibuk dengan membaca artikel dan buku-buku. Kesibukan baruku ini jelas lebih bagus dari di para media dan berita yang membuat sensasi akan kebencian kami terhadap apa yang telah dilakukan oleh satu atau dua orang muslim. Tiap kali aku terbangun dari tidur, maka bacaan-bacaan agama kerap menemaniku hingga-hingga aku terlelap di tengah membaca. Rutinitas baru ini terus berulang selama masa liburanku itu.

Sangat menarik yang aku temukan di masa pencarianku melalui buku-buku itu, bahwa bila seseorang berkeinginan untuk Jadi pribadi yang religius serta membangun relasi dengan Tuhannya, maka di umumnya ia akan Berawal Dari dari apa yang ia tahu dan Jadi pembela ajaran apapun dimana ia dibesarkan. Walaupun ajaran itu belum tentu mewakili kebenaran yang dicarinya. Untuk Jadi seorang kristiani yang sesungguhnya, aku butuh melihat lebih di mengenai Islam dan agama lainnya. Sehingga pilihanku terhadap kristiani tak hanya berdasar di keyakinan bawaan semata.

di sejarah awal masa-masa kristiani, kutemukan bahwa nilai dan ajaran asli Yesus bukanlah ajaran yang ditaati dan dipraktekkan oleh gereja, bahkan gereja menstandarisasi dogma mereka sembari membakar apapun (dan siapapun) yang menentang mereka. Aku terinspirasi bahwa semua ini Yaitu jalan kehendak dari Tuhan yang selalu Ia Lakukan, di rangka menyelamatkan kemurnian agamaNya dan kesucian ajaranNya melalui rasul-Nya, Yaitu Muhammad yang lahir di tahun 571 Masehi, ratusan tahun Seusai majelis yang dimulai di Nicaea di 325 M. Majelis yang Serupa yang melahirkan suatu ajaran, yang lebih kita kenal Bagaikan ajaran kristiani.

Alquran pun coba kupelajari dan begitu juga dengan fakta bahwa ia belum Sempat diubah-ubah, tak satu huruf pun!. Ini berita yang luar biasa Bagaikan seorang penganut kristiani,mengingat sugesti yang menimpa kami menekankan bahwa “roh kudus” sendirilah yang membimbing para penulis dan penyusun Injil. Sejarah menyangkal dan menunjukkan bahwa Injil telah diubah dan dirusak, bahkan tak ada manuskript asli yang Bisa dijadikan bukti dan konstribusi berarti. Berbeda dengan Injil, Alquran membagikan kesan interaksi langsung dengan Tuhan, bahasa asli yang berasal dari Tuhan itu sendiri, inilah yang kurasakan di membacanya. Bukan dari orang yang melihat orang lain menjalankan sesuatu, yang setelah itu memberitahukannya kepada orang yang lainnya lagi, yang selanjutnya menulis surat kepada seseorang, sehingga disusunlah suatu buku berasal dari surat-surat Itu, dimana manuskript asli surat-surat itu di ini telah hilang, dan buku itu akhirnya dibaca Bagaikan kisah narasi yang seakan dituturkan oleh pelakunya langsung.

Loading...

Alquran di pihak lain Yaitu asli Perkataan-Perkataan Tuhan, seakan Ia sendiri yang menuturkannya padaku. Bagaikan tambahan aku pun menyimak sejarah akan berbagai mukjizat yang benar-benar terjadi serta ramalan mengenai Muhammad dan Alquran.

Seusai melalui proses awal pencarian dan banyak membaca, timbul keinginan untuk menemui seorang muslim dan membahas mengenai apa yang kutemukan di Islam. Aku tak Sempat bertemu dengan seorang muslim sebelumnya, maka Genjah kucari tahu mengenai masjid yang ada, namun tak ada satu masjidpun yang dekat dengan tempat aku tinggal. Aku pun Berawal Dari memanfaatkan internet dan chatting dengan para muslim melalui ruang chat IRC.

Aku Sempat berdialog dengan muslim dari Asia, Eropa, bahkan para mu’allaf Spanyol yang tinggal di Amerika. Kutemukan beberapa detail dari keyakinan akan Islam melalui berbagai dialog ini, hingga aku Serupa sekali tak Bisa memungkiri lagi akan kebenaran yang sungguh sangat jelas terlihat.

Status Bagaikan muslim belum kupegang, namun telah banyak keraguan yang membisiki telingaku “tapi kan kita bukan orang Arab, Islam hanya untuk orang Arab” atau “apa Perkataan teman-teman dan keluargamu nanti, apalagi Seusai 9/11” dan seterusnya. Ini semua hanyalah masalah dan riak kecil yang tak ada hubungannya dengan bersikap jujur untuk mengikuti kebenaran Tuhan. Sehingga Intuisi-Intuisi itu pun akhirnya hilang dengan sendirinya. Aku Yaitu seorang muslim Seusai bersaksi seorang diri di di kamarku “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad Yaitu hamba dan utusan Allah” dan melanjutkan Berguru melalui internet, online bersama muslim yang lain.

Disorientasi satu dari beberapa muslim yang aku temui di internet bernama Joseph. Beliau juga warga Amerika kulit putih yang telah pensiun dari 20 tahun masa pengabdiannnya di angkatan Bahari. Ia cukup kaget Seusai mendengar aku belum Sempat bertemu langsung dengan satu orang muslim pun, seketika itu ia menyetir mobilnya untuk menemuiku dengan menempuh perjalanan darat 7 jam lamanya. Kami makan siang bersama, dan ia menghadiahkan beberapa buku kepadaku. di karenakan ia wajib bekerja kembali esok hari, maka ia pulang di hari itu juga menempuh 7 jam perjalanan darat yang Serupa. Persaudaraan instan yang menjelma di antara dua orang pengikut kebenaran Tuhan, Yaitu keunikan tersendiri di Islam yang akan sulit dimengerti oleh orang lain, segala puji hanya untuk Allah (Alhamdulillah).

Alhasil kondisi keislamanku kusampaikan kepada teman-teman dan keluarga, respons yang kuterima sudah sesuai seperti yang aku duga. Kebanyakan dari mereka berlepas tangan dan tak mau terlibat lagi dengan keputusan yang aku ambil, bahkan keluargaku sendiri Menyebut aku teroris dan sebutan lain yang lebih buruk lagi. Namun ini semua hanyalah kesalahpahaman yang mereka telan dari hasil didikan media. Berdasarkan info dari Joseph dan muslim yang lain, aku berangkat Futuristis Virginia dengan bis untuk mengunjungi kota berkomunitas muslim yang lebih besar dan beberapa masjid yang besar pula.

Kejadian selanjutnya Yaitu latihan militer dasar yang kuikuti selama empat bulan. Latihan ini dilaksanakan di liburan musim Geothermal pertama Seusai 9/11, yang menjawab alasan dan motivasi sebahagian peserta pelatihan di itu Yaitu di karenakan kebencian mereka kepada para muslim. Tentunya ini Yaitu pengalaman yang “unik” bagiku Bagaikan satu-satunya muslim di satuan kompi pelatihan militer kami di tahun itu. Lika-liku di kamp pelatihan ini sangat banyak, namun cobaan apapun yang kita tempuh selama itu masih di koridor syari’at Allah dan dengan tetap bersabar, maka ini hanyalah semakin menambah keimanan kita.

Aku pun kembali dari pelatihan militer, dan sebahagaian besar keluargaku berharap hal ini akan “memperbaiki” keadaanku. Tapi yang ada hanyalah kekecewaan di karenakan melihat aku masih tetap seorang muslim. suatu masjid kecil aku temukan di area tempat tinggalku, namun jamaah yang aktif hanya dua orang aja. Aku pun Sempat Berpindah dari rumah menginap di mobilku sendiri selama beberapa hari, hingga akhirnya seorang kenalan saudara muslim dari Virginia mengajakku untuk Berpindah bersamanya. Aku pun Berpindah ke Virginia dan memperoleh kesempatan Berguru Islam lebih mendalam dan Jadi bagian dari komunitas masyarakat.

Sejak di itu aku Berawal Dari Berguru Islam dengan cara formal ataupun non formal kepada banyak para pengajar Islam ditambah lagi dengan materi perbandingan agama. Di masa lalu semakin di aku Berguru mengenai ajaran kristiani, semakin lemah pula iman yang aku punya. Sebaliknya dengan Islam, bertambahnya pengetahuanku hanya akan melonjakkan iman dan Mengakses cakrawala akan kesempurnaan Tuhan serta agama-Nya yang murni yang mencakup seluruh aspek kehidupan. saat kesalahpahaman terhadap Islam mengisolir Etos sebahagian orang, di Hepotenusa lain Islam Yaitu ajaran yang sempurna, sistem yang lengkap, jalan Hayati yang paripurna. Islam menawarkan petunjuk dan bimbingan moral, etika, nilai-nilai spiritual, dan tatanan sosial.

Kisah Islami, Cinta Sejati yang Berawal dari Kebencian (Sangat Inspiratif)

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here