Home Doa Islam Khutbah Idul Fitri Singkat dan Padat – Khutbah Sholat Ied Hari Raya...

Khutbah Idul Fitri Singkat dan Padat – Khutbah Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri Lengkap

38
0

Website Eksklusif Doa – Berikut ini kami share contoh khutbah idul fitri yang singkat, padat dan penuh makna. Seperti diketahui, khutbah di hari raya dilakukan Seusai selesai sholat ied. Hal ini berbeda dengan Aplikasi khutbah jum’at yang dilakukan sebelum sholat jum’at. Apabila khutbah hari raya idul fitri dilakukan sebelum shalat ied, maka hal Itu tak dianggap dan khutbah diulangi Seusai selesai sholat ied.
di Al Fiqhu ‘Alaa Madzahibil Arba’ah dikatakan bahwa: “Hukum kedua khutbah hari raya Yaitu sunnah berdasarkan kesepakatan ‘ulama, kecuali menurut Malikiyah. ‘Ulama Malikiyah Menyebut : sesungguhnya kedua khutbah Itu Yaitu mandub bukan sunnah. Dan telah diketahui bahwa ulama Hanabilah dan Syafi’iyah tak membedakan antara mandub dan sunnah, namun ulama Malikiyah Menyebut bahwa kedua khutbah ‘ied Yaitu mandub, Padahal ‘ulama Hanafiyah Menyebut sunnah. Bersamaan dengan hal itu, rukun-rukun dan syarat-syaratnya sebagaimana khutbah Jum’at”

Contoh khutbah hari raya idul fitri singkat, padat dan Ambiguitas
Ilustrasi: Khutbah Seusai Sholat Ied, Khutbah Hari Raya Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri Singkat, Padat dan Ambiguitas

اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ،­ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ عَدَدَماَصَامَا صَائِمٌ وَأَفْطَرَ، اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَمَاصَامَا هَلَّلَ مُهَلِّلَ وَكَبَرَ، اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَمَاالْتَزَمَ الْمُلْتَزِمُ، اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَمَا اُفِيْضَ هُنَاكَ مِنْ عِبْرَةِ وَنَدِمَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا يَمَّمُوْا عَرَفَةِ مُلَّبِيْنَ، اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا سَعَوْابَيْنَ الْمَرْوَةَ وَالصَّفَا.
اَللهُ أَكْبَرُ كُلَّمَا هَبِطُوْاوَادِيًا أَوْعَلَوْاشَرَفًا، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَاِللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ شَهَّلِ لِلْعِبَادِ طَرِيْقَ الْعِبَادِةِ وَيَسَّرَ، وَأَفَاضَ عَلَيْهِمْ مِنْ خَزَائِنِ جُوْدِهِ الَّتِى لاَتُحْصَى، وَجَعَلَ لَهُمْ عِيْدًا يَعُوْدُ فِى كُلِّ عَامٍ وَيَتَكَرَّرُ، تَقَّاهُمْ بِهِ مِنْ دَرْنِ الذُّنُوْبِ وَطَهَّرَ، فَمَا مَضَى شَهْرُ الصِّيَّامِ إِلاَّ وَأَعْقَمَهُ بِأَشْرِ الْحَجِّ إِلَى بَيْتِهِ الْمُطَهَّرِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِى لاَيُحْصَى، وَأَشْكُرُهُ وَهُوَ الْمُسْتَحِقُّ لْأَنْ يُحْمَدَ وَيُشْكَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ خَلَقَ فَقَدَّرَ وَدَبَّرَ فَيَسَّرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ اللَّوَاءِ وَالْكَوْثَرْ، نَبِيُّ نُصِرَ بِالرَّعْبِ مَسْيَرَةَ شَهْرٍ حَتَّى إِنَّهُ لِيَخَافُهُ مَلِكُ بَنِى اْلأَصْفَرِ، نَبِيُّ غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَاتَأَخَّرَ، وَمَعَ ذَلِكَ قَامَ عَلَى قَدَمِهِ الشَّرِيْفِ حَتَّى تَفْطُرَ.
اَللهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَالاَحَ هَلاَلٌ وَأَنْوَارٌ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

Allah Maha Besar (9x)

Allah Maha Besar, yang telah menentukan bilangan hari berpuasa dan berbuka. Allah Maha Besar, yang memperhitungkan bilangan tahlil dan takbir untuk pembacanya. Allah Maha Besar, yang memperhitungkan keabadian amal seseorang. Allah Maha Besar, yang telah memperhitungkan apa yang dilimpahkan berupa petunjuk dan ancaman. Allah Mahaa Besar, saat mereka Futuristis Arafah dengan bertalbiyah. Allah Maha Besar, saat mereka menjalankan Sa’i antara Shafa dan Marwah. Allah Maha Besar, saat menuruni lembah kehinaan dan naik ke tingkat kemuliaan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. tak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji untuk Allah.
Puji serta sanjungan hanya untuk Allah yang telah memudahkan tutorial beribadah kepada hamba-hamba-Nya, dan melimpahkan kepada mereka kebaikan yang tak t erhingga. Dan menjadikan untuk mereka Idul Fitri yang berulang setiap tahun, yang di hari itu mereka disucikan dari dosa-dosa.
Bulan Ramadhan berlalu, disusul datangnya bulan haji ke Baitullah yang disucikan. Saya panjatkan puji kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat yang tak terhingga banyaknya. Saya bersyukur kepada-Nya, di karenakan hanya Dialah yang layak dipuji dan disyukuri.
Saya bersaksi bahwa t idak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, tak ada sekutu untuk-Nya, yang telah mencipta dan menentukan, yang mentadbir dan memberi kemudahan. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad Yaitu Rasul Allah, pembawa bendera perjuangan dan kenikmatan. Nabi Muhammad SAW, yang diberi kemenangan, sehingga takutlah kepadanya raja Bani Ashfar. Nabi yang diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
Oleh di karenakan itu, bersimpuhlah orang mulia di tapak kakinya sehingga dibangunkannya. Ya Allah, limpahkanlah shalat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya laksana bulan terang yang bersinar.
Wahai hamba-hamba Allah, bahwa kebahagiaan itu bukan untuk oranag yang menyambut hari raya dengan pakaian baru, berkendaraan mewah dan ditaati seorang hamba. akan tetapi, kebahagiaan Yaitu untuk orang yang bertaqwa kepada Allah hingga ajal datang menemuinya, dan beruntung memasuki surga dengan penuh kenikmatan dan keabadian. Dan selamat dari neraka yang panasnya bukan kepalang, yang makanannya berupa racun, minumannya berupa darah bercampur nanah.
Wahai hamba-hamba Allah, saya peringatkan kepadamu mengenai shalat. Barangsiapa memeliharanya, maka ia telah memelihara seluruh agamanya. Dan barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka sia-sialah seluruh amalnya. Ketahuilah bahwa Allah telah memerintahkan kita supaya berbuat bagus kepada kedua orangtuanya dan menjalin silaturrahim, berlaku sabar di kefakiran, berbuat bagus kepada orang-orang lemah dan anak yatim.

Allah SWT berfirman:

Loading...
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا

Artinya :

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Ungkap yang benar”. (QS. An-Nisaa’ : 9)

Jauhilah riba di perdagangan, di karenakan riba Yaitu keburukan yang Paling Besar. Allah SWT berfirman: 

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ فَمَالِ هَؤُلاءِ الْقَوْمِ لا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا (٧٨)مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا (٧٩

Artinya :

“Di mana aja kita berada, kematian akan mendapatkan kita, Kendatipun kita di di benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan bila mereka memperoleh kebaikan, mereka Menyebut: “Ini Yaitu dari Hepotenusa Allah”, dan Seandainya mereka ditimpa sesuatu Bala mereka Menyebut: “Ini (datangnya) dari Hepotenusa kita (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari Hepotenusa Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tak memahami pembicaraan sedikitpun?. Apa aja nikmat yang kita peroleh Yaitu dari Allah, dan apa aja Bala yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu Jadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah Jadi saksi”. (QS. An-Nisaa’ : 78-79)

Wahai hamba-hamba Allah, penuhilah Dosis dan timbangan. Jangan berbuat dzalim kepada orang yang melalui timbangan mereka dan jangan menyebar kerusakan di muka bumi. Bertaqwalah kepada Allah orang-orang sebelum kita.

Allah SWT berfirman:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (١)الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (٢)وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (٣)أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (٤)لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (٥)

Artinya :

Kecelakaan besarlah untuk orang-orang yang curang, (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima Dosis dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa Sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, di suatu hari yang besar. (QS. Al-Muthaffifin : 1-5)

Jauhilah sumpah palsu kepada Allah di suatu masalah. Di di suatu hadist diterangkan :

“Barangsiapa memperoleh harta seorang mukmin dengan sumpah, maka dia akan berhadapan dengan Allah di keadaan murka.” Mereka bertanya, “Ya Allah Rasulullah, bagaimana seandainya barang kecil?” Rasulullah menjawab: “Walaupun sepotong Ebonit arok”

Para jama’ah yang berbahagia, saya serukan kepada kita semua, tunaikanlah ibadah haji ke Baitullah, di karenakan haji Yaitu Disorientasi satu rukun Islam, dan padanya Allah akan mengampuni dosa-dosa. Allah SWT berfirman : 
وَإِذْ بَوَّأْنَا لإبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ (٢٦)وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (٢٧)لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (٢٨

Artinya :

Dan (ingatlah), saat Kami membagikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan Menyebut): “Janganlah kita memperserikatkan sesuatupun dengan aku dan sucikanlah rumahKu ini untuk orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan supaya mereka Menyebut nama Allah di hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj : 26-28)
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ اِلاَّاللهُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. tak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan untuk-Nya segala puji.

Itulah khutbah Hari Raya Idul Fitri Seusai Sholat Ied yang Bisa kami share. untuk teman-teman yang kebetulan tahun ini mendapat giliran Jadi Khotib Sholat Idul Fitri, silakan contoh khutbah idul fitri yang singkat dan padat diatas Bisa dijadikan referensi. 

Khutbah Idul Fitri Singkat dan Padat – Khutbah Sholat Ied Hari Raya Idul Fitri Lengkap

Facebook Comments
Loading...

Incoming search terms:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here