Kesaksian ABK Indonesia yang Kerja di Kapal China: Seandainya Kerja Lelet Ditendang

ceramahterbaru.net.com – Bekerja di kapal Lu Qing Yuan Yu 213 asal China Jadi hari-hari yang mengerikan untuk Andri (30) dan Reynalfi (22).

di kesaksiannya, mereka bersama 10 orang WNI lainnya kerap mendapat siksaan hingga kekerasan verbal di berada di kapal Itu.

“Saya sudah tak tahan dianiaya dan disiksa, misalkan kerja lelet sedikit ditendang. Ngomong kotor itu sudah hampir Jadi ‘sarapan pagi’,”ujar Andri di ditemui di Mapolsek Tebing, Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (6/6).

Merasa tak kuat dengan perlakuan Itu, Andri mencoba mengajak semua teman-temannya untuk mengakhiri cerita penyiksaan itu dengan tips melompat ke Bahari.

“Teman sudah saya ajak semua tapi mereka tak mau ambil risiko. Mereka hanya berpesan bila bertemu dengan kapal patroli jangan lupa Serupa kami. Saya jawab saya tak akan lupa,”ujar Andri di ditemui di Mapolsek Tebing, Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (6/6).



Tiga hari sebelumnya, Andri sudah merencanakan untuk melompat dari kapal Itu di memasuki wilayah Perairan Indonesia.

Loading...

“Saya sudah rencanakan tiga hari sebelumnya, Jadi baju keselamatan Serupa barang-barang yang penting dibawa, pas hari H nya udah dekat Singapura saya berfikir ini lah waktu yang pas. Ada sekitar setengah jam ke Pulau Indonesia, pas kapal diarahkan ke kiri saya langsung lompat,” katanya.

Andri mengaku sejak 5 bulan lalu bekerja, ia tak Sempat memperoleh gaji Serupa sekali. Bahkan, komunikasi bersama keluarga wajib terputus selama berada di kapal Itu.

“Saya udah lima bulan dari bulan satu, dan tak Sempat menerima gaji, Seandainya kawan ini (Reynalfi) sudah tujuh bulan. Hp di tahan komunikasi Serupa keluarga Serupa sekali tak ada, katanya nanti tunggu sandar. Waktu istirahat hanya tiga jam sehari,”ungkap pria asal NTB Itu.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Kesaksian ABK Indonesia yang Kerja di Kapal China: Seandainya Kerja Lelet Ditendang

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply