Home Berita Islam Terbaru KENAPA DINAMAKAN ” JUMAAT”.

KENAPA DINAMAKAN ” JUMAAT”.

119
0
سمي يوم الجمعة بهذا الاسم لاجتماع الناس في الصلاة، وهو اليوم الذي جُمع فيه الخلق وكمل، وهو اليوم الذي يجمع الله فيه الأولين والآخرين للحساب والجزاء

Dinamakan Jumaat kerana:

Menghimpunkan manusia untuk menunaikan solat.

Hari dihimpunkan manusia dan disempurnakan kejadiannya.

Hari manusia dihimpunkan dan dihitung amalan mereka.

HARI YANG MULIA

Hari Jumaat merupakan nikmat rabbaniyah yang selalu dijadikan bahan kedengkian musuh-musuh Islam.
Hari Jumaat merupakan kurnia  dari Allah untuk umat ini yang telah dijadikan Bagaikan umat terbaik yang dikeluarkan di tengah-tengah manusia. Allah mengutamakan hari ini di atas semua hari di sesuatu minggu dan Dia mewajibkan kepada orang Yahudi dan Nashrani untuk mengagungkannya. Tapi, mereka mengingkarinya dan sebaliknya memilih hari lain sehingga mereka tersesat dan tak mendapat petunjuk. setelah itu Allah SWT terus menunjukkan kepada mereka yang beriman kemuliaan hari ini dengan mengagungkannya.
.
Dari Abu Hurairah r.a., beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda:
نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوْتُوْا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا، ثُمَّ هذَا يَومُهُمُ الَّذِي فُرِضَ عَلَيْهِمْ فَاخْتَلَفُوا فِيهِ فَهَدَانَا اللهُ، فَالنَّاسُ لَنَا فِيْهِ تَبَعٌ : اليَهُوْدُ غَداً ، وَالنَّصَارَى بَعْدَ غَدٍ
Kita Yaitu orang terakhir, namun yang pertama di hari kiamat meskipun mereka telah diberikan kitab sebelum kita. Hari ini (Jumaat) Yaitu hari yang telah Allah wajibkan atas mereka, namun mereka mempertikaikannya. Maka Allah menunjukkan kita akan hari itu sehingga orang-orang mengikuti kita di hari ini (Jumaat), sementara orang-orang Yahudi esok (Sabtu) dan orang-orang Nashrani esoknya lagi (Ahad). (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, An-Nasai dan lainnya)
.
Maksud “Kita Bagaikan orang terakhir” Yaitu Bagaikan keberadaan umat terakhir di Global. Namun di akhirat kelak akan mendahului mereka. Iaitu Jadi umat pertama yang dihimpunkan di Mahsyar, umat pertama yang dihisab, umat pertama yang diadili dan umat pertama yang akan masuk syurga.
di riwayat Muslim dari hadis  Hudzaifah:
“Kami umat terakhir dari penduduk bumi, namun Jadi umat pertama di hari kiamat yang diadili sebelum umat-umat lain.”
Dan di riwayat Muslim lainnya:
“Kita Yaitu orang terakhir, namun yang paling awal di hari kiamat. Dan kita Yaitu orang yang pertama kali masuk syurga.”
.
Manakala maksud diwajibkan Yaitu mesti memuliakan hari Itu. Menurut Ibnu Baththal, mereka tak diperintahkan dengan jelas untuk memuliakan hari Jumaat yang setelah itu mereka tinggalkan. Alasannya, seseorang tak boleh meninggalkan kewajiban yang Allah tetapkan atasnya sementara masih berstatus mukmin. Lalu beliau rahimahullah berkata:
“Diwajibkan atas mereka (memuliakan) satu hari di seJumaat. Lalu mereka diberi pilihan untuk menegakkan syari’at mereka di hari itu. setelah itu mereka berselisih mengenai hari itu dan tak mendapat petunjuk untuk memilih hari Jumaat.”  Demikian juga yang dinyatakan oleh Al-Qadhi ‘Iyadh. (Lihat Fathul Baari: 2/355)
.
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
“Mungkin juga mereka telah diperintah dengan jelas, lalu mereka berselisih pendapat apakah wajib menentukan hari itu aja atau dibolehkan untuk menggantinya dengan hari lain. setelah itu mereka berijtihad di hal itu, lalu Disorientasi.”  (Lihat Fathul Baari: 2/355)
.
Dan di Fathul Baari, Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan suatu hadis Epilog terhadap masalah ini yang diriwayatkan Ibnu Abi Hatim dari jalur Thariq Asbath bin Nashr, dari As-Sudiy dengan lafaz  yang sangat jelas bahawa mereka diwajibkan untuk memuliakan hari Jumaat aja lalu mereka menolak. Sabda Rasulullah shallallahu’ alaihi wasallam:
إِنَّ اللَّه فَرَضَ عَلَى الْيَهُود الْجُمُعَة فَأَبَوْا وَقَالُوا : يَا مُوسَى إِنَّ اللَّه لَمْ يَخْلُق يَوْم السَّبْت شَيْئًا فَاجْعَلْهُ لَنَا
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan (untuk mengagungkan) hari Jumaat atas Yahudi, lalu mereka menolaknya dan berkata: “Wahai  Musa, sesungguhnya Allah tak menciptakan apa-apa di hari Sabtu, maka jadikan hari itu untuk kami. (Fathul Baari: 3/277 dari Maktabah Syamilah)

KENAPA DINAMAKAN ” JUMAAT”.

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here