Home Berita Islam Terbaru Kenali Putera dan Puteri Rasulullah

Kenali Putera dan Puteri Rasulullah

130
0

Perbincangan mengenai putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. tak hairanlah, sebahagian umat Islam tak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau sesiapa aja nama anak-anaknya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,

قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ
“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain. “(HR Ahmad no.24864)

Apabila beliau mengucapkan kalimat ini, beliau belum berkahwin dengan Maria al-Qibtiyah.

Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah mempunyai tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya Jadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan meninggal Global saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga Ath-Thayyib atau ath-Tahir kerana lahir selepas kenabian. Putra yang ketiga Yaitu Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun anak perempuannya berjumlah 4 orang; Zainab yang berkahwin dengan Abu al-Ash bin al-Rabi ‘, anak saudara Rasulullah dari jalur Khadijah, setelah itu Fatimah berkahwin dengan Ali bin Abi Talib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum berkahwin dengan Uthman bin Affan.

Butirannya Yaitu Bagaikan berikut:

Puteri-puteri Rasulullah

Para ulama sepakat bahawa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah Yaitu Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha berkahwin dengan anak ibu saudaranya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang ayah diangkat Jadi rasul. Zainab dan ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan akan tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap di agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tak Empati hijrah ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, kerana ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lama setelah itu, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu menyusullah suaminya, Abu al-As. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimah syahadah dan memeluk agama mertua dan isterinya. Keluarga kecil yang bahagia ini pun bersatu kembali di Islam dan iman. tak lama kebahagiaan Itu berlangsung, di tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-As dan putri mereka Umamah.

Seusai itu, terkadang-terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana di hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, saat solat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu’ anhu. Kedua-duanya turut serta berhijrah ke Habsyah saat musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan di menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman. Di Habsyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamakan Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut serta di hijrah yang kedua dari Mekah Futuristis Madinah. saat tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.

tak lama setelah itu, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia merawat isterinya dan sentiasa mengawasi keadaannya. di masa itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga anak perempuannya, Utsman pun tak boleh turut serta di perang ini. Wafatlah ruqayyah bersamaan dengan kedatangan Zaid bin Haritsah yang mengkhabarkan kemenangan umat Islam di Badar.

Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.

Seusai Ruqayyah meninggal Global, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh kerana itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) kerana menikahi dua putri Rasulullah, suatu keistimewaan yang tak dimiliki sahabat lain.

Uthman dan Ummu Kultsum bersama-Serupa membina rumah tangga hingga wafatnya Ummu Kultsum di bulan Sya’ban tahun 9 H. Kedua-duanya tak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dikebumikan bersebelahan dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.

Keempat, Fatimah binti Rasulullah.

Fatimah radhiallahu ‘anha Yaitu putri bungsu Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. di tahun kedua hijrah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikurniakan putera pertama di tahun ketiga hijriyah, dan anak Itu dinamakan Hasan. setelah itu anak kedua lahir di bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamakan Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan di tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.

Fatimah Yaitu anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar di sabdanya,

فاطمة بضعة منى -جزء مني- فمن أغضبها أغضبني “رواه البخاري

“Fatimah Yaitu bahagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah. “(HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda,

أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد, وفاطمة بنت محمد, ومريم بنت عمران, وآسية بنت مزاحم امرأة فرعون “رواه الإمام أحمد

“Sebaik-bagus wanita penduduk syurga Yaitu Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, isteri Firaun.” (HR. Ahmad).

Satu-satunya anak Rasulullah yang Hayati saat beliau wafat Yaitu Fatimah, setelah itu ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan Seusai sang ayah tercinta meninggal Global meninggalkan Global. Ia meninggal Global di 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi ‘.

Putera-putera Rasulullah

Pertama, al-Qashim bin Rasulullah. Rasulullah berkunyah dengan namanya, beliau dipanggil Abu al-Qashim (bapanya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan meninggal Global saat usia dua tahun.

Kedua, Abdullah bin Rasulullah. Abdullah dinamakan juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan di masa kenabian.

Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.

Ibrahim dilahirkan di tahun 8 H di Kota Madinah. Dia Yaitu anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu’ anha. Maria Yaitu seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Usia Ibrahim tak panjang, ia meninggal Global di tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan pemergian anak kecilnya yang Jadi penyejuk hatinya ini. saat Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,

“إن العين تدمع, والقلب يحزن, ولا نقول إلا ما يرضى ربنا, وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون” رواه البخاري

“Sesungguhnya mata ini menitiskan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tak Menyebut sesuatu yang tak diredhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan pemergianmu wahai Ibrahim. “(HR. Bukhari).

Seandainya kita perhatikan perjalanan Hayati Rasulullah bersama anak-anaknya, nescaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengurniakan beliau putra dan putri yang merupakan Asterik kesempurnaan beliau Bagaikan manusia. Namun Allah juga cuba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaimana Dulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau memerlukan mereka; ayah, ibu, datuk, dan bapa saudaranya. Hanya anaknya Fatimah yang meninggal Global selepas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga tak memanjangkan usia putra-putra beliau, Disorientasi satu hikmahnya Yaitu supaya orang-orang tak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya Jadi Nabi Seusai beliau. Boleh kita lihat, cucu beliau Hasan dan Husein aja sudah membuat orang-orang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua-dua cucu beliau melebih yang sepatutnya, bagaimana kiranya Seandainya putra-putra beliau dipanjangkan usianya dan mempunyai keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga Bagaikan teladan untuk orang-orang yang Dehidrasi Disorientasi satu putra atau putri mereka. di Dehidrasi anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan tak mengucapkan Ungkap yang tak diridhai Allah. saat seseorang Dehidrasi Disorientasi satu anaknya, maka Rasulullah telah Dehidrasi hampir semua anaknya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya ..

Sumber: Islamweb.net

Kenali Putera dan Puteri Rasulullah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here