Kemenkominfo: Meme Editan Novanto Bukan Ujaran Kebencian tapi Satire

Kemenkominfo: Meme Editan Novanto Bukan Ujaran Kebencian tapi Satire
Berita Islam 24H – Ketua DPR RI Setya Novanto melaporkan 32 akun media sosial yang diduga menyebarkan editan meme Novanto dengan berbagai macam bentuk, sehingga itu dianggap menjalankan pencemaran nama bagus. Bahkan, satu orang bernama Dyann Kemala Arizzqi yang merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah ditetapkan Bagaikan tersangka.
Menanggapi hal itu, Staf Ahli Hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto Menyebut, banyak tersebarnya meme editan Setya Novanto di sakit bukanlah bentuk pencemaran nama bagus, melainkan satire atau gaya bahasa untuk menjalankan Insinuasi kepada seseorang.
“Itu (meme) satire namanya, bagian dari ekspresi dan opini. Tapi Seandainya menuduh Pak Novanto pura-pura sakit supaya tak ditangkap misalnya begitu itu menuduhkan suatu hal,” Perkataan Henri Subiakto di dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (2/11).
Panitia Kerja Undang-Undang ITE ini menyebutkan, bila pasal 310 dan 311 KUHP memang mengacu di pencemaran nama bagus. Namun, tersebarnya meme editan Novanto bukan apa yang telah dilaporkan oleh kuasa hukumnya melainkan hanya bentuk ekspresi.
“Tapi Seandainya hanya satire, lucu-lucuan, itu kebebasan berekspresi,” ungkap Henri.
Banyaknya meme Novanto di media sosial, Perkataan Henri, itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan bukan menuduhkan suatu hal yang tak terjadi dengan cara fakta. “Yang dilarang itu menuduh satu hal dan hal itu tak terjadi atau bukan fakta,” ujar Henri.
Henri menganggap tuduhan pencemaran nama bagus atau fitnah itu berkaitan langsung menghina kepada seseorang yang memang wajib ada pembuktian.
“Jadi misalnya saya nuduh Novanto itu pencuri uang demikian miliar, demikian triliun. Itu saya wajib Bisa membuktikan, Seandainya nggak Bisa itu pencemaran nama bagus dan Jadi fitnah,” jelas Henri.
Sebelumnya, Kasubdit II Siber Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Asep Safrudin Menyebut, pihaknya telah menetapkan satu orang berinisial Dyann Kemala Arrizqi Bagaikan tersangka penyebar foto penghinaan melalui media sosial.
Asep menuturkan, pihaknya menangkap Dyann di Tangerang sekitar pukul 22.30 WIB. Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bua tablet Samsung berwarna hitam abu-abu, satu buah sim card, dan satu buah memori card.
Atas perbuatannya Dyann disangkakan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 dan 311 KUHP mengenai pencemaran nama bagus dengan hukuman maksimal empat tahun penjara. [beritaislam24h.info / jpc]

Loading...

Kemenkominfo: Meme Editan Novanto Bukan Ujaran Kebencian tapi Satire

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply