Kecewa, 5.000 Petani Tebu Tebar Gula Rafinasi di Depan Istana Negara

Kecewa, 5.000 Petani Tebu Tebar Gula Rafinasi di Depan Istana Negara
Berita Islam 24H – Bagaikan bentuk ungkapan kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang masih membiarkan gula impor merembes di pasaran, sebanyak 5.000 petani tebu menjalankan aksi menebar gula rafinasi di depan Istana Negara, tepatnya di Hepotenusa barat Silang Monas.
Ketua Generik Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen, mengungkapkan gula impor yang digunakan untuk Pembuatan industri gula rafinasi selama ini telah merembes ke pasaran. Padahal menurut Soemitro, kebijakan impor gula dulunya hanya digunakan untuk operasi pasar di membantu memenuhi kebutuhan gula di negeri.
“Bukti impor sugar kita tolak di karenakan merugikan petani di karenakan Dulu untuk operasi pasar kok sekarang masih ada, harusnya untuk industri,” Perkataan Soemitro dengan nada kecewa di berorasi di Silang Monas Barat Bahari, Gambir, Jakarta, Senin (28/8).
Dengan masih adanya gula impor rafinasi di pasaran maka menurut Soemitro Bisa mempersulit petani tebu di memasarkan gula Pembuatan petani di negeri. Sehingga petani tebu meminta pemerintah untuk menindak tegas oknum-oknum yang menjalankan perembesan gula rafinasi di pasaran.
“di ini banyak rembesan gula rafinasi di beberapa daerah, hal ini menunjukan bahwa ada kelebihan jumlah gula yang diimpor. Untuk itu kami minta pelaku perembesan ditindak tegas. Jumlah impor wajib dikurangi sebatas kebutuhan aja dan ijin impor diberikan per triwulan,” imbuh Soemitro.
Hari ini, sebanyak 5.000 petani tebu di unjuk rasa kali ini setidaknya menyatakan 16 tuntutan terkait kebijakan gula yang dikeluarkan oleh pemerintah. Diantaranya mengenai kenaikan harga acuan gula tani (HPP) Jadi Rp 11.000/kg, meminta pemerintah menarik peredaran gula impor di pasaran, meminta pemerintah supaya tak menutup Produsen gula lama sebelum dibangun Produsen gula baru, meminta pemerintah menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula Jadi Rp 14.000/kg, atau dilakukan penghapusan Anggaran HET, mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani tebu, meminta subsidi benih/bibit unggul dengan potensi rendemen tinggi dan harga yang terjangkau. [beritaislam24h.info / kmp]

Loading...

Kecewa, 5.000 Petani Tebu Tebar Gula Rafinasi di Depan Istana Negara

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply