Kapolri Bantah Larang Demo di Pelantikan Jokowi

ceramahterbaru.net.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah pihaknya melarang aksi unjuk rasa dilakukan di pelantikan presiden-wakil presiden dilaksanakan di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Jakarta, di 20 Oktober mendatang. Ia Menyebut Kepolisian tak punya kewenangan untuk melarang aksi unjuk rasa.

Tito menggarisbawahi bahwa kelompok yang ingin berdemonstrasi tak wajib mendapat izin dari Kepolisian. Hanya sebatas memberi tahu rencana demonstrasi yang akan dilakukan. Misalnya mengenai lokasi dan Estimasi massa.

“Sudah kami sampaikan terdahulu bahwa di di UU Nomor 9 Tahun 1998 mengenai Penyampaian Pendapat di Muka Generik itu, Jadi tak dikenal izin untuk melaksanakan unjuk rasa,” ujar Tito di Monas, Jakarta, Kamis (17/10).

Tito lalu Menyebut bahwa unjuk rasa yang dilakukan tak bersifat absolut, yakni bebas sebagaimana yang diatur di Pasal 6 UU No. 9 tahun 1998 mengenai Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Generik.

Loading...

Merujuk pasal itu, Tito membeberkan lima hal yang wajib dipatuhi oleh pengunjuk rasa. Di antaranya, menghormati Copyright-Copyright orang lain; menghormati Anggaran-Anggaran moral yang diakui Generik; menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban Generik; dan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Kapolri Bantah Larang Demo di Pelantikan Jokowi

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply