Kalam Alhabib Abdullah Bin Alwi Al Haddad

AL HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL-HADDAD :

“kita wajib MENGETAHUI KAPAN kita wajib DIAM DAN KAPAN kita tak BOLEH TINGGAL DIAM”.

“Seseorang hendaknya terlebih Dulu berusaha keras untuk menyelamatkan dirinya, Seusai itu barulah ia berusaha untuk menyelamatkan orang lain. Barangsiapa tenggelam di lautan luas, bagaimana ia Bisa menyelamatkan orang lain dan menenggelamkan dirinya sendiri?”.

“Beramallah untuk menyelamatkan dirimu dan Bersyukurlah kepada Allah Swt atas segala yang telah DIA Karuniakan kepadamu, serta jangan memperbincangkan masyarakat kecuali kebaikan mereka aja”.

“Usaha untuk menyelamatkan orang lain ini hanya Bisa dilakukan terhadap seseorang yang di dirinya terdapat kesadaran dan keinginan untuk berbuat Kebaikan”.

“Akan akan tetapi, bila usaha ini dilakukan dengan cara paksa (Kepada seseorang yang tak mempunyai keinginan untuk berbuat bagus), maka tak akan menghasilkan apa-apa”.

“Selama orang itu menginginkan kebaikan, maka berusahala untuk menolongnya. Dan kita wajib mengetahui kapan kita wajib diam dan kapan kita tak boleh tinggal diam”.

“Bagaikan contoh, saat engkau melihat seseorang menunaikan Ibadah dengan tutorial yang Anemia benar, setelah itu engkau memintanya untuk mengulangi ibadahnya dengan tutorial yang benar, akan akan tetapi ia menolak, setelah itu engkau menggunjingnya. Dengan demikian engkau justru telah terjerumus di perbuatan dosa. Engkau seperti seseorang yang melihat orang lain terjatuh di tanah berlumpur dan ingin menyelamatkannya, akan akan tetapi engkau Empati menceburkan diri ke dalamnya”.

Sumber : Tatsbitul Fuad, juz : 2, hal :111.

*اللهم صلِ على سيدنا محمد عبدك ورسولك النبي الامي وعلى آله وأصحابه وبارك وسلم تسليماً كثيراً*

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

Kalam Alhabib Abdullah Bin Alwi Al Haddad

Facebook Comments

Leave a Reply