JUNJUNGAN JILID 1: KESABARAN RASULULLAH WAKTU MARAH…(4) (AKHLAK SABAR SAW)

saat Rasulullah sedang duduk-duduk di tengah para sahabatnya, Disorientasi seorang pendeta Yahudi bernama Zaid bin Sa’nah masuk menerobos barisan jama’ah yang melingkarinya, seraya menyambar kain Rasulullah dan menghardiknya dengan kasar. Katanya, “Ya Muhammad! Bayarlah hutangmu. kita keturunan Bani Hasyim biasa memperlambat pelunasan.”
di waktu itu Rasulullah memang punya hutang kepada orang Yahudi itu, namun belum jatuh tempo. Umar yang melihat peristiwa itu langsung bangkit dan menghunus pedangnya, seraya memohon iin. Ucapnya, “Ya Rasulullah, izinkanlah aku memenggal leher bedebah ini!”
akan tetapi Rasulullah bersabda, “Ya Umar, aku tak disuruh berdakwah dengan tips begitu. Antara aku dan dia memang sedang membutuhkan kebijaksanaanmu. Suruhlah dia menagih dengan sopan dan ingatkanlah aku supaya melunasinya dengan bagus.”
Mendengar sabda Rasulullah Itu, orang Yahudi itu berkata, “Demi yang mengutusmu dengan kebenaran. Sebenarnya aku tak datang untuk menagih hutangmu, namun aku datang untuk menguji akhlakmu. Aku tahu, tempo pelunasan utang belum tiba waktunya. Akan akan tetapi aku telah membaca sifat-sifatmu di Kitab Taurat, dan ternyata terbukti semua, kecuali satu sifat yang belum aku uji, Yaitu kebijakkanmu bertindak di waktu marah. Ternyata tindakan bodoh yang ceroboh sekalipun engkau Bisa mengatasinya dengan bijaksana. Itulah yang aku lihat sekarang ini. Maka terimalah Islamku ini, ya Rasulullah,

“Asyhadu alaa ilada illallah wa annaka ya Muhammad Rasulullah”

Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan engkau Yaitu Rasulullah.”

tips bersabar dengan membiarkan orang marah tanpa melyaninya merupakan tips efektif dakwah Rasulullah yang sering beliau lakukan. Kesabaran beliau malah mendapat simpati dari seorang Yahudi sehingga dengan kesadarannya sendiri mau memeluk agama Islam.

JUNJUNGAN JILID 1: KESABARAN RASULULLAH WAKTU MARAH…(4) (AKHLAK SABAR SAW)

Facebook Comments

Leave a Reply