Jejak Perseteruan ‘Impor Pangan’ Rizal Ramli Vs Surya Paloh

Berita Islam 24H – Perseteruan politik Rizal Ramli dan Surya Paloh kian memanas sejak ada tudingan renten di balik kebijakan impor pangan. Sejak itu, deretan laporan pencemaran nama bagus hingga dugaan korupsi masuk ke penegak hukum.
Paling anyar, Selasa (23/10) kemarin, Rizal Ramli membawa audit Badan Pemeriksa Keuangan Bagaikan landasan laporan supaya KPK membongkar dugaan skandal korupsi di balik kebijakan impor pangan.
Rizal Mengakses konflik dengan Surya dan Partai NasDem di berkomentar di suatu acara bincang atau talkshow di TV One di 6 September 2018. di kesempatan itu, Rizal menuding Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, yang merupakan kader Partai NasDem, Bagaikan biang kerok pelemahan rupiah terhadap dolar.
Ia juga Menyebut bahwa Presiden Joko Widodo tak berani menegur Enggar di karenakan sang menteri merupakan kader Partai NasDem yang dipimpin oleh Surya Paloh.
“Jadi biang keroknya sebetulnya saudara Enggar, ya, cuma Presiden Jokowi enggak berani negur, takut Serupa Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya aja biar saya yang tekan Surya Paloh, di karenakan ini brengsek,” ujar Rizal kala itu.
Tudingan ini sebenarnya bukan yang pertama kali dilontarkan oleh Rizal. di menyambangi kantor CNNIndonesia.com di Maret 2018, mantan Kepala Bulog era Presiden Abdurrahman Wahid ini telah menuding maraknya kebijakan impor dari Enggar yang mengganggu stabilitas perekonomian.

Namun pernyataan Rizal di talk show televisi swasta tadi yang berbuntut panjang. di 11 September 2018, Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Limpo menggelar konferensi pers untuk menyikapi tudingan Rizal. Syahrul menilai Rizal sudah merendahkan dan mendiskreditkan Surya Paloh dan Jokowi sekaligus.

“Pernyataan disampaikan oleh RR terhadap Ketua Generik Partai NasDem Surya Paloh Yaitu fitnah keji, tak berdasar, dan mengarah di pembunuhan karakter seseorang,” ujar Syahrul.
Syahrul menyatakan kebijakan impor yang diputuskan pemerintah selalu mempunyai dasar dan alasan yang kuat berdasarkan data dan situasi pasar. Penetapannya dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.
Lantas Seusai melayangkan somasi selama 3×24 jam, Partai NasDem mempolisikan Rizal atas dugaan penghinaan, pencemaran bagus, dan fitnah terhadap Surya Paloh di 19 September 2018.
Laporan terhadap Rizal itu pun terdaftar dengan nomor : LP/4963/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 17 September 2018. Rizal dijerat dengan Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Rizal bukannya tanpa dukungan. Setidaknya 623 advokat yang dipimpin oleh Otto Hasibuan pasang badan membela Rizal untuk berhadapan dengan Surya Paloh terkait kritik impor. bagus Rizal dan Otto di itu merasa tak Sempat menyinggung Partai NasDem atau Ketua Umumnya, melainkan Enggar dan Surya Paloh.
Bagaikan bentuk Agresi balik, Rizal dan kuasa hukumnya melaporkan balik Surya Paloh ke Bareskrim Polri dengan dugaan pelanggaran UU ITE, UU Nomor 1 Tahun 1946 mengenai Peraturan Hukum Pidana, serta Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3), Pasal 310, dan Pasal 311 KUHP, di 16 September.
Tak hingga di situ, perlawanan Rizal meluas ke ranah dugaan korupsi dengan melapor ke KPK, kemarin.
di laporannya ke KPK, Rizal mengandalkan audit BPK terkait perencanaan, Aplikasi, dan pengawasan Tata Niaga Impor 2015 hingga semester I 2017. Ada 8 poin yang ia duga terjadi tindak pidana yakni di sejumlah kebijakan impor yakni:
1. penerbitan persetujuan impor 1,69 juta ton gula kristal putih di 2015 hingga semester I 2017.
2. penerbitan persetujuan impor 108.000 ton gula kristal mentah.
3. penerbitan Aplikasi impor 0 ton beras kukus di 2016.
4. penerbitan persetujuan impor 50.000 ekor sapi di 2015.
5. penerbitan persetujuan impor 97.100 ton sapi dan realisasinya sebanyak 18.012 ton di 2016.
6. penerbitan persetujuan impor 70.195 ton beras dengan realisasi 36.347 ton di 2015 hingga semester I 2017.
7. penerbitan impor 9.730 ekor sapi dan 86.567 ton daging sapi.
8. penerbitan persetujuan impor 3,35 juta ton garam dengan realisasi 2,78 juta ton di 2015 hingga semester I 2017.
KPK yang diwakili oleh komisioner Basaria Panjaitan menerima langsung laporan Rizal Itu. Pihak KPK di ini mendalami laporan Rizal sebelum memutuskan apakah hasil pendalaman akan ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan.
Rizal dan kuasa hukumnya menilai pihak-pihak terkait kebijakan impor pangan itu melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di karenakan diduga merugikan negara dan perekonomian negara serta menyalahgunakan wewenang.
Rizal mendesak KPK Genjah menelusuri dugaan korupsi dari laporan Itu. Ia memperkirakan setidaknya ada Rp24 triliun uang negara yang mengalir ke luar negeri untuk sejumlah impor tadi.
Candu Impor
Menariknya, Rizal ataupun tim pengacaranya enggan Menyebut pihak yang mereka laporkan. Mereka pun tak Menyebut kementerian mana yang wajib bertanggung jawab di dugaan korupsi di kebijakan impor itu. Rizal hanya Menyebut ada oknum pejabat yang kecanduan impor.
“Istilahnya itu import addictive, doyan banget impor. Kenapa? di karenakan setiap kali impor ada rentenya, keuntungan besar, yang dinikmati oleh importir dan oknum pejabat,” pungkasnya.
Soal kebenaran tudingan-tudingan itu, penegak hukum masih memproses kasus dugaan rente impor beras ataupun pencemaran nama bagus Itu.
Soal impor beras itu sendiri sebelumnya sudah menuai polemik di internal pemerintah. Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso Menyebut Kemendag tak wajib lagi menjalankan impor beras di karenakan gudang Bulog sudah penuh. bila hendak impor, Perkataan dia, Mendag dipersilahkan untuk menampung sendiri kantornya.
Wapres Jusuf Kalla, belum lama ini, pun menyatakan pemerintah tak mempunyai rencana untuk mengimpor beras hingga akhir tahun di karenakan harga stabil dan stok Bulog sudah mencapai 2,2 juta ton.
Polda Metro Jaya hari ini, Rabu (24/10), memanggil Rizal Ramli untuk diperiksa Bagaikan terlapor kasus dugaan pencemaran nama bagus Surya Paloh. [b-islam24h.com / cnn]

Loading...
Advertisement

Jejak Perseteruan ‘Impor Pangan’ Rizal Ramli Vs Surya Paloh

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply