Jangan Artikan Kritik Ke Presiden Menghina Negara

Jangan Artikan Kritik Ke Presiden Menghina Negara
Berita Islam 24H – Mengkritik seorang Presiden jangan diartikan menjalankan penghinaan terhadap bangsa dan negara.
Demikian Disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Lingkaran Madani untuk Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti di diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (3/2).
Menurutnya, selama ini hal Itu selalu Jadi alat dari pemerintah untuk membungkam kebebasan berpendapat.
“Kita Hayati di Masa demokrasi, Seandainya mengkritik Presiden maka dikategorikan menghina negara, maka apa bedanya dengan Masa feodal?” Perkataan Ray.
Dia berpandangan, mengkritik Presiden itu bukan berarti urusan personal antara pengkritik dan penguasa aja, namun membawa kepentingan publik.
“bila kritik ke Presiden, itu bukan urusan personal tapi urusan kepentingan publik,” pungkas Ray.
Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia (UI) yang berlangsung di Balairung UI Depok, Jumat (2/2). Jokowi sapaan akrab Kepala Negara diundang untuk meresmikan suatu forum inisiatif UI dengan nama Forum Kebangsaan.
Di di Balairung UI, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Zaadit Taqwa diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di karenakan meniup pluit dan mengacung simbol kartu kuning ke arah Jokowi.
Sementara di luar ruangan, tepatnya di depan stasiun UI, aliansi gerakan mahasiswa UI mengadakan aksi kreatif. Aksi kreatif dikemas di bentuk freeze mob dengan membawa berbagai sign dan terdapat simbolik meniup peluit dengan disertai pemberian kartu kuning.
Maksud dari gerakan freeze mob Yaitu untuk membagikan pengetahuan kepada masyarakat melalui fakta-fakta yang tertulis di sign: mengenai isu gizi buruk yang menimpa anak-anak di Asmat, Papua; isu penghidupan kembali dwifungsi TNI-Polri; dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa. [b-islam24h.com / rmol]

Loading...

Jangan Artikan Kritik Ke Presiden Menghina Negara

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply