Home Berita Islam Terbaru Izinkan Emergency Sinovac, BPOM Tunduk Kekuasaan?

Izinkan Emergency Sinovac, BPOM Tunduk Kekuasaan?

26
0

ceramahterbaru.net.com

By Mochammad Toha

ATAS nama darurat, Badan Pengawasan Obat dan Boga (BPOM) mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac buatan China disuntikkan kepada masyarakst. Izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) itu diberikan di karenakan sudah memenuhi persyaratan

sesuai ketentuan Organisasi Kesehatan Global atau World Healt Organization (WHO).

Izin penggunaan darurat itu diumumkan Kepala BPOM Penny Lukito Penny di konferensi pers daring, Senin,11 Januari 2021.
Pemberian persetujuan penggunaan vaksin Yaitu yang diproduksi PT Bio Farma.

Penny memastikan, pengambilan keputusan didasarkan di rekomendasi dan sudah dirumuskan di rapat pleno anggota Komite Nasional Evaluasi Obat, dan para ahli di bidangnya, 10 Januari 2021. Hasil pemantauan keamanan dan khasiat selama 6 bulan untuk uji klinis fase 1 dan 2, dan 3 bulan di uji klinis fase 3, dengan cara Keseluruh menunjukkan Imbas samping yang ditimbulkan bersifat ringan sehingga aman digunakan. Tekanan Presiden Joko Widodo dan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang Menyebut penyuntikan Vaksin Covid-19 dilakukan serentak di 34 provinsi di Rabu, 13 Januari 2021, diperkirakan membuat BPOM akhirnya juga mempercepat Pembertitahuan itu. Vaksinasi diawali oleh Joko Widodo bersama sederet nama lainnya, di Istana Kepresidenan, Rabu kemarin.

Bagaikan menteri kesehatan, seharusnya Budi Gunadi tak boleh memaksakan Akselerasi evaluasi atas suatu hasil uji klinis vaksin Sinovac. Evaluasi uji klinis itu tak Bisa disamakan dengan uji laboratorium seperti potensi tambang yang sebelumnya digelutinya.

Loading...

Bagaikan Presiden, Jokowi juga tak boleh menekan menteri kesehatan supaya Genjah memvaksin tenaga kesehatan atau nakes, sebelum BPOM mengizinkan EUA. Sebab, uji klinis di relawan itu juga tak Serupa dengan uji laboratorium hasil hutan yang Bisa dihitung waktunya.



Jadi, seharusnya Menkes tak Bisa memutuskan vaksinasi dimulai Rabu, 13 Januari 2021, Padahal BPOM baru akan mengumumkan di 15 Januari 2021. Akan akan tetapi, akhirnya BPOM wajib mengumumkan di Senin, 11 Januari 2021, sesuai “arahan” Presiden.

Yang Jadi pertanyaan, mengapa pemerintah terkesan buru-buru menjalankan vaksinasi ini? Padahal, hitungan dengan cara medis dan uji klinis pun belum tuntas? Apalagi, China sendiri tak memakai Sinovac untuk memvaksin rakyatnya. China malah mengimpor vaksin!

Berhasilkah China mengatasi Covid-19 di negerinya sendiri? Ternyata hingga di ini tak sukses. Faktanya, sejak Selasa (29/12/2020), China telah menutup 10 area di ibukota Beijing di karenakan adanya ledakan kasus baru Cpvid-19 di sana.

 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Izinkan Emergency Sinovac, BPOM Tunduk Kekuasaan?

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here