Inilah Tata tutorial Shalat Tarawih Ala Rasulullah

Tata tutorial shalat tarawih akan kami bahas di artikel kali ini. Shalat tarawih merupakan shalat malam yang dikerjakan di malam bulan Ramadhan. Shalat sunah ini dilakukan Seusai waktu shalat Isya hingga fajar tiba. Hukum mengerjakan shalat tarawih Yaitu sunah muakad, yang berarti sangat diutamakan untuk dilakukan oleh setiap Muslim, bagus dengan cara sendiri-sendiri ataupun berjama’ah. Akan akan tetapi lebih dianjurkan untuk dikerjakan dengan cara bersama-Serupa di masjid. Tata tutorial shalat tarawih Serupa aja dengan tata tutorial shalat sunat yang lainnya, yang diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam. Shalat tarawih ditutup dengan shalat witir.
Tata tutorial shalat tarawih selama ini sering Jadi perdebatan di negeri ini. Ada yang berpendapat bahwa jumlah rakaatnya Yaitu 8 rakaat, namun ada juga yang berpendapat jumlah rakaatnya Yaitu 20 rakaat. Namun sejatinya tak wajib diperdebatkan, di karenakan masing-masing ada landasannya. Yang berpendapat bahwa jumlah rakaat shalat tarawih 8 rakaat didasarkan di hadits yang disampaikan oleh Siti Aisyah, ra., dimana beliau menyampaikan bahwa Rasulullah SAW shalat sejumlah 8 rakaat dan dilanjutkan shalat witir.  Padahal yang berargumen jumlahnya 20 rakaat didasarkan di shalat tarawih yang dikerjakan sahabat Nabi, sekaligus Disorientasi satu Khulafaur Rasyidin, Yaitu Umar Bin Khathab ra.

Ijma’ para sahabat yang setelah itu diikuti oleh para ulama ternyata menyepakati untuk menjalankan sholat tarawih dengan bilangan rakaat sebanyak 20 rakaat. Menurut pendapat dari tiga Imam yang setelah itu berkembang Jadi mazhab, Yaitu Imam Syafi’i,  Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, yang dilakukan dengan tutorial setiap 2 rakaat setelah itu ditutup dengan salam. setelah itu Seusai itu dilanjutkan dengan shalat witir.
Shalat Tarawih Yaitu shalat malam yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Shalat Tarawih hukumnya sunah muakkad, boleh dikerjakan sendiri atau berjama’ah. Shalat Tarawih dilakukan sesudah shalat Isya hingga waktu fajar. Jumlah raka’at yang Sempat dilakukan oleh Rasulullah SAW ada delapan raka’at.
Shalat Tarawih

tutorial mengerjakan Shalat Tarawih:

Tiap-tiap dua rakaat diakhiri dengan salam, Seusai selesai shalat tarawih hendaknya diteruskan dengan shalat witir, sekurang kurannya satu rakaat. Umumnya shalat witir dikerjakan tiga raka’at dengan dua salam dan boleh juga dikerjakan tiga raka’at satu salam.

Surat yang dibaca sesudah Al-Fatihah di tiap-tiap raka’at boleh mana aja yang kita kehendaki. Umpamanya Berawal Dari dari surat Al-Takasur hingga surat Lahab, Padahal di rakaat kedua Seusai Fatihah yang dibaca boleh sembaran surat, akan tetapi diutamakan surat Al-Ikhlash.

Niat mengerjakan shalat Tarawih :

َأُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا للهِ تَعَالَى
“USHALLI SUNNATAT-TARAAWIIHI RAK’ATAINI (MA’MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA’AALA”

Artinya: ” Aku niat Salat Tarawih dua rakaat (Jadi makmum/ imam) di karenakan Allah Ta’ala”

ATAU

َأُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
“USHOLI SUNNATATTAROWIH ROK’ATAINI LILLAHI TA’ALA”
Artinya: ” Aku niat Salat Tarawih dua rakaat di karenakan Allah Ta’ala”

di bulan Ramadhan kita disunahkan memperbanyak tadarrus (membaca Al-Qur’an) memperbanyak membaca shalawat, dzikit dan berdoa. Untuk menambah syi’ar bulan Ramadhan serta menggembirakan para jama’ah, ada beberapa shalawat dan doa yang biasa dibaca di jama’ah shalat tarawih, dengan tutorial tutorial Bagaikan berikut :

1. Seusai shalat ‘isya, maka bersama Serupa bilal dan makmum Membaca :

“SUBHAANAL MALIKIL MA’BUUDI, SUBHAANAL MALIKIL MAUJUUDI, SUBHAANAL MALIKIL HAYYIL LADZII LAA YANAAMU WALAA YAMUUTU WALAA YAFUUTU ABADAN SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUNAA WARABBUL MALAAIKATI WARRUUHI, SUBHAANALLAAHI WAL HAMDU LILLAAHI WALAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBARU WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADHIIMI”.

Artinya :
“Maha suci Allah yg mempunyai alam dan yg di sembah Maha suci Allah yg mempunyai lagi Maha Hayati dan tiada Mati dan tiada hilang selama-lamanya. Maha Suci Maha Quddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh, Maha Suci Allah dan segala puji untuk Allah dan tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah, Tuhan yang Maha Tinggi lagi Agung”.

setelah itu Bilal Membaca Shalawat :

“ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD”.

Artinya :
“Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan kita Nabi Muhammad”.

Dijawab para jama’ah :
“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.

Artinya :
“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).

Seusai itu bilal membaca shalawat lagi :

“ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA WAMAULAANA MUHAMMADIN”.

Artinya :

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada junjungan kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad”.

Dijawab Para Jama’ah :

“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.

setelah itu bilal membaca shalawat lagi :

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA WANABIYYINAA WAHABIIBINA WASYAFII’INAA WADZUHRINAA WAMAULAANAA MUHAMMADIN”.

Artinya :
“Ya Allah, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kita. Nabi kita, kekasih kita, dan yang mensyafaatkan kita (kelak) dan pertaruhkan kita dan pemimpin kita Nabi Muhammad”.

Dijawab Para Jama’ah :

“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.

Lalu Bilal Mengucapkan :

“ASHSHALAATUT TARAAWIIHI RAHIMA KUMULLAAHU”.

Artinya :
“Kerjakanlah shalat Tarawih semoga Allahmelimpahkan rahmat kepada kita sekalian”.

setelah itu imam serta para jama’ah berdiri untuk menjalankan shalat Tarawih dua rakaat, Bagaikan shalat Tarawih dua rakaat yang pertama. Sesudah salam di dua rakaat yang pertama, bilal bersama jama’ah mengucapkan :

“FADL-LAM MINALLAAHI WANI’MATAN WAMAGHFIRATAN WARAHMATAN LAA ILAAHA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYII WAYUMIITU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR”.

Artinya :
“Kemurahan Allah dan Nikmat-Nya dan ampuanan serta rahmatNya semoga dilimpahkan kepada kita, tak ada Tuhan melainkan Allah, Ia Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kekuasaan dan bagiNya segala puji, dzat yang menghidupkan dan Menghentikan, dan Dia atas segala sesuatuNya Maha Kuasa”.

Seusai itu bilal membaca shalawat seperti Itu diatas, dan para jama’ah menjawabnya dengan “ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”. Lalu imam serta para jama’ah berdiri lagi untuk menjalankan shalat Tarawih dua rakaat, Bagaikan shalat Tarawih dua rakaat yang kedua. Selesai salam di rakaat yang keempat, bilal bersama-Serupa para jama’ah membaca : “SUBHAANAL MALIKIL MA ‘BUUDI……….. hingga selesai.

Sehabis itu bilal membaca shalawat seperti Itu diatas dan para jama’ah menjawab dengan “ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”.

Lalu Bilal Mengucapkan :

“ALBADRUL MUNIIRU SAYYIDUNAA MUHAMMADUN SHALLUU ‘ALAIHI”.

Artinya :
“Bulan purnama yang bersinar kemilauan, junjungan kita Nabi Muhammad, bershalawatlah kita semua atasnya”.

Seusai itu imam serta para jama’ah berdiri lagi untuk menjalankan shalat Tarawih dua rakaat, Bagaikan shalat Tarawih dua rakaat yang ketiga. Selesai salam di rakaat yang keenam maka bilal beserta para jama’ah mengucapkan “FADL-LAM MINALLAAHI WANI’MAH………….. hingga selesai seperti Itu diatas. Lalu para jama’ah menjawab “ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”. Lantas Imam beserta para jama’ah berdiri untuk menjalankan shalat Tarawih dua rakaat yang keempat. Selesai salam di rakaat kedelapan setelah itu bilal dan para jama’ah membaca “SUBHAANAL MALIKIL MA’BUUDI……. hingga selesai. Lalu para jama’ah menjawab dengan ucapan : “ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM ‘ALAIH”. Sehabis itu bilal megucapkan :

“ALKHALIIFATUL UULA AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ABUU BAKRINISH SHIDDIIQ”.

Artinya :
“Khalifah yang pertama amiirul mu’miniin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq”.

setelah itu para jama’ah Menjawab :

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Selanjutnya selesai salampada rakaat yang kesepuluh, maka bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam di rakaat yang keenam. Selanjutnya selesai salam di rakaat yang kedua belas, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam di rakaat yang keempat.

setelah itu Bilal Membaca :

“ALKHALIIFATUTS TSAANIYYATU AMIIRULMU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘UMARUBNUL KHATHTHAB”.

Artinya :
“Khalifah yang kedua Amiirul Mu’miniin penghulu kami ‘Umar bin Khathab”.

Dan dijawab para jama’ah

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Selanjutnya selesai salam di rakaat yang keempat belas, bilal beserta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam di rakaat keenam. Selesai salam yang keenam belas, bilal beserta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai di di rakaat yang keempat.

setelah itu Bilal Membaca :

“ALKHALIIFATUTS TSAALITSATU AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘UTSMAANABNU ‘AFFAAN”.

Artinya :
“Khalifah yang ketiga amiirul mu’miniin penghulu kami Usman bin Affan”.

Dan para jama’ah Menjawab :

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Selesai salam di rakaat yang kedelapan belas, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam di rakaat yang keenam. Dan selesai salam yang kedua puluh, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam di rakaat yang keempat.

setelah itu Bilal Mengucapkan :

“ALKHALIIFATUR RAABI’ATU AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘ALIYYIBNI ABII THAALIB”.

Artinya :
“Khalifah yang keempat amiirul mu’miniin penghulu kami ‘Ali Ibnu Abi Thalib”.

Dijawab para jama’ah :

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Seandainya salat sendiri, keknya ga usah dibacain deh yang diatas itu, tapi terserah sih….

Do’a sesudah shalat Tarawih

“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA RIDLAAKA WALJANNATA WANA’UUDZU BIKA MIN SAKHATIKA WANNAARI ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ ANNAA WAWAALIDAINAA WA’AN JAMII’IL MUSLIMIINA WALMUSLIMAATI BIRAHMATIKA YAA AR-HAMAR RAAHIMIIN”.

Artinya :
“Ya Allah, kami memohon kehadirat-Mu untuk mendapatkan keridhaanMu dan surge-Mu. Dan kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan dari siksa neraka. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka mengampuni, sebab itu ampunilah kami dan ampunilah kedua orang tua kai serta seluruh kaum muslimin dan muslimat dengan Afeksi saying-Mu wahai Tuhan yang Maha Penyayang”.

setelah itu membaca do’a :

“ALLAAHUMMAJ’ALNAA BIL IIMAANI KAAMILIINA. WALIFARAA-IDLIKA MU-ADDIINA WA-ALASH SHALAWAATI MUHAAFIDHIINA. WALIZZAKAATI FAA’ILIINA WALIMAA ‘INDAKA THAALIBIINA. WALI-AFWIKA RAAJINA, WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA. WA-ANIL LAGHWI MU’RIDLIINA WAFID DUNYAA ZAAHIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WABIL QADLAA-I RAADLIINA, WABIN NA’MAA-I SYAAKIRIINA. WA-ALAL BALAA-I SHAABIRIINA WATAHTA LIWAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASAI LAMA YAUMAL QIYAAMATI SAAIRIINA WA’ALAL HAUDLI WAARIDIINA, WAFIL JANNATI DAKHILIINA. WA-ALAA SARIIRATIL KARAAMATI QAA’IDIINA. WABIKHUURIN ‘IININ MUTAZAWWIJIINA WAMIN SUNDUSIN WAISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTA-LABBISIINA WATHA’AAMIL JANNATI AAKILIINA. WAMIN LABANIN WA’ASALIN MUSHAFFIINA SYAARIBIINA BIAKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA’SIN MIM MA’IININ MA’AL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM MINAN NABIYYIINA WASH SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH-SHAALIHIINA WAHASUNA ULAA-IKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADLLU MINALLAAHI WAKAFAA BILLAAHI ‘ALIIMA. WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.

Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna, Bisa menunaikan segala fardlu, menjaga shalat. Menunaikan zakat, menuntut/Menelusuri segala kebaikan di sisiM, mengharap ampunan-Mu senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjukMu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di Global dan di akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti di hari kiamat kami di satu barisan di bawahnaungan panji-panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui talaga yang sejuk, masuk didalam sorga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari sorga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutra berwarna-warni, menikmati santapan sorga yang lezat, minum susu dan madu yang suci Higienis di gelas-gelas dan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat di mereka dari golongan para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shahih. Dan bagus sekali mereka Jadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah SWT, dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji untuk Allah Tuhan seru sekalian alam”.

Shalat Witir, Shalat yg bilangan rakaatnya ganjil, boleh dikerjakan satu rakaat salam, dua rakaat salam dan satu rakaat salam, atau bias juga tiga rakaat salam, 5, 7, 9, 11.

Lafadz niat shalat Witir dua rakaat salam :

“USHALLII SUNNATAL WITRI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA”.

Artinya :
“Aku niat shalat sunnat Witir dua rakaat di karenakan Allah Ta’ala”.

Lafadz niat shalat Witir yang terakhir satu rakaat :

“USHALLII SUNNATAL WITRI RAK’ATAN LILLAAHI TA’AALAA”.

Artinya :
“Aku niat shalat sunnat Witir satu rakaat di karenakan Allah Ta’ala”.

Lafadz niat shalat Witir tiga rakaat :

“USHALLLII SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA’AA-TIN LILLAAHI TA’AALAA”.

Artinya :
“Aku niat shalat sunnat Witir tiga rakaat di karenakan Allah Ta’ala”.

Doa sesudah shalat Witir

“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA IIMAANAN DAA-IMAN, WANAS-ALUKA QALBAN KHAASYI’AN, WANAS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN, WANAS-ALUKA YAQIINAN SHAADIQAN, WANAS-ALUKA ‘AMALAN SHAALIHAN, WANAS-ALUKA DIINAN QAYYIMAN, WANAS-ALUKA KHAIRAN KATSIIRA, WANAS-ALUKAL ‘AFWA WAL’AAFIYATA, NAS-ALUKA TAMAAMAL ‘AAFIYATI, WANAS-ALUKASY SYUKRA ‘ALAL ‘AAFIYATI, WANAS-ALUKAL GHINAA-A ‘ANIN NAASI, ALLAAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WATAKHASYSYU ‘ANAA WATADLARRU ‘ANAA WATA ‘ABBUDANAA WATAMMIM TAQSHIIRANAA YAA ALLAHU YAA ALLAAHU YAA ALLAAHU YAA ARHAMAR RAAHIMIIN. WASHALLALLAAHU ‘ALAA KHAIRI KHALQIHII MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WASHAHBIHII AJMA’IINA WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.


Artinya :
“Ya Allah, ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang lenggeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyu’, dan kami mohon kepada-Mu diberi ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (Bisa melaksanakan) amal yang shalih dan mohon tetap di agama islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan. Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyu’ kami, dan Darma kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat, ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang, semoga Allah member kesejahteraan atas sebaik-bagus makhluk-Nya Yaitu Nabi Muhammad, atas keluarga dan semua sahabatnya, dan segala puji untuk Allah Tuhan semesta alam”.

Do’a yang biasa dibaca di shalat Tarawih

“ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNII 3X
“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA RIDLAAKA WALJANNATA WANA’UUDZU BIKA MIN SAKHATIKA WANNAARI 3X

Artinya :
“Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang member ampun, dan Engkaulah Tuhan yang suka member ampun, di karenakan itu ampunilahhamba, ya Allah, hamba mohon keridlaan-Mu/sorga dan hindarkanlah hamba dari kemurkaan-Mu dan api neraka”.


Tata tutorial shalat tarawih ini Serupa aja dengan tutorial shalat yang lainnya, bagus mengenai rukun shalatnya, bacaannya, gerakannya, ataupun tertib shalatnya. Dimulai dengan niat dan diakhiri dengan salam. Niat salat sunah ini Bisa diucapkan di hati, Bagaikan bentuk ketulusan kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Namun, untuk mereka yang merasa akan lebih mantap di melafalkan niat Itu, Bisa dengan memakai bahasa Arab Bagaikan berikut, “ushallii sunnatat taraawiihi rak’ataini (ma’muuman/imaaman) lillahi ta’aalaa.” Yang artinya Yaitu “hamba berniat mengerjakan shalat tarawih sejumlah dua rakaat (Jadi makmum/imam) hanya di karenakan Allah.”

Seusai kita selesai membaca surat Al Fatihah di tiap-tiap rakaat, kita boleh memakai surat apa aja. bila memang makmum yang mengikuti shalat badannya masih kuat, maka membaca surat yang agak panjang tak masalah. Namun apabila makmumnya sebagian besar sudah tua, alangkah baiknya bila imam Bisa menyesuaikan surat yang dibaca dengan kondisi makmum. Apalagi shalat tarawih jumlah bilangan rakaatnya tergolong banyak dibanding jenis shalat sunah lainnya. 
Sebenarnya membaca semua surat yang ada di Al Quran di di shalat tarawih yang Dikotomi untuk seluruh malam di bulan Ramadhan dinilai lebih utama daripada hanya membaca surat Al Ikhlash dengan cara terus menerus. Bacalah surat-surat Itu dengan cara tartil, jelas dan tak tergesa-gesa. Namun sekali lagi, semua itu berpulang di kebijakan masing-masing imam dengan mempertimbangkan kondisi makmum yang Empati shalat tarawih.
Baca Juga: Tulisan 99 Asmaul Husna Arab Latin dan Artinya

Seusai selesai mengerjakan shalat tarawih, setelah itu ditutup dengan shalat witir. Shalat Witir Yaitu shalat sunah yang jumlah bilangan rakaatnya selalu ganjil, sekurang-kurangnya Yaitu satu rakaat dan sebanyak-banyaknya Yaitu 11 rakaat. Shalat witir juga merupakan shalat sunah yang utama. Bahkan Rasulullah SAW hingga menyarankan, bila khawatir tak Bisa bangun shalat malam, sebelum tidur hendaknya mengerjakan shalat witir Dulu meskipun hanya satu rakaat. Selepas shalat tarawih, disunahkan memperbanyak membaca Al Qur’an dan menderaskan kalimat dzikrullah. di karenakan di bulan ramadhan, Allah SWT akan melipatgandakan pahala untuk hamba-Nya yang beriman. Demikianlah uraian mengenai tata tutorial shalat tarawih. Semoga bermanfaat.

Inilah Tata tutorial Shalat Tarawih Ala Rasulullah Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina

Inilah Tata tutorial Shalat Tarawih Ala Rasulullah

Facebook Comments

Leave a Reply