Home Kisah Islami Inilah Sahabat Nabi Yang Syahid Ditiang Salib

Inilah Sahabat Nabi Yang Syahid Ditiang Salib

46
0

Loading...
Kali ini sobat beriman, Berita Islam akan membagi kisah mengenai Sahabat Nabi yang syahid ditiang salib. Semoga Kisah ini membagikan pelajaran berharga untuk kita dan memperkokoh keimanan kita. Dengan mengingat perjuangan para sahabat di menegakkan Agama Islam yang mulia ini. Baiklah sobat, Berikut kisahnya :
di tahun ke-3 hijriyah, beberapa utusan dari kabilah Udal dan Qarah mendatangi Rasulullah SAW. Mereka mengabarkan bahwa mereka telah mendengar mengenai Islam. Untuk itu mereka meminta Rasulullah supaya mengirim utusan supaya Bisa mengajarkan Islam kepada mereka.
Maka Rasulullah pun mengutus 10 sahabat untuk memenuhi permintaan Itu. Rasulullah menunjuk Ashim bin Tsabit Bagaikan amir (pemimpin) mereka. Namun di suatu tempat, di antara Usfan dan Makkah, kelompok kecil ini diintai oleh sekitar 100 pemanah dari Bani Lihyan. Mengetahui hal Itu, Ashim Genjah memerintahkan teman-temannya supaya Genjah berlindung ke suatu bukit kecil di sekitar daerah Itu.
Sebenarnya, Ashim dan kawan-kawan sukses mengelabui pasukan pemanah musyrik Itu. Namun Allah SWT berkehendak lain. Biji-biji kurma yang mereka bawa Bagaikan bekal dari Madinah, tercecer sepanjang jalan, memberi petunjuk keberadaan rombongan Ashim. Akhirnya kesepuluh sahabat itu pun terkejar.
“Kami berjanji tak akan membunuh seorang pun di antara kalian bila kalian menyerah,” teriak Disorientasi seorang musyrik yang mengepung mereka.
“Kami tak akan menerima perlindungan orang kafir. Ya Allah, sampaikan berita kami kepada Nabi-Mu,” jawab Ashim tegar.
Maka rombongan musyrik itu pun menyerang dan sukses membunuh Ashim dan enam sahabat lain, hingga tinggallah Khubaib bin Adi, Zaid bin Datsinah dan seorang sahabat. Orang-orang musyrik itu setelah itu menangkap dan mengikat ketiganya.
Namun sahabat yang tak diketahui namanya itu setelah itu memberontak sambil berteriak, “Ini Yaitu pengkhianatan pertama!” serunya sambil berusaha melawan. Ia pun syahid.
Selanjutnya Khubaib dan Zaid dibawa ke Makkah dan dijual Bagaikan budak. Sementara itu, Bani Harits yang selama ini menyimpan dendam kesumat terhadap Khubaib, mendengar berita tertangkapnya Khubaib. Rupanya nama Khubaib telah mereka hapal luar kepala, di karenakan Khubaiblah yang membunuh Harits bin Amir, seorang pemuka Makkah, di perang Badar. Maka dengan penuh antusias Khubaib pun mereka beli.
Maka jadilah Khubaib bulan-bulanan seluruh anggota Al-Harits. Setiap hari sahabat Anshar yang dikenal bersifat Higienis, pemaaf, teguh keimanan dan taat beribadah ini wajib menerima siksaan. hingga suatu hari Disorientasi seorang putri keluarga Itu berteriak terkejut, memberitakan bahwa budak sekaligus tawanan mereka sedang santai dan tenang-tenang memakan buah anggur. Padahal buah Itu sedang tak musim di Makkah dan Khubaib pun diikat tangannya dengan rantai besi.
Keluarga Al-Harits menakut-nakuti Khubaib, bahwa saudara sekaligus sahabatnya, Zaid yang juga dibeli keluarga Makkah lainnya, telah dieksekusi. Ia telah dibunuh dengan tutorial ditusuk tombak dari lubang dubur hingga tembus ke dadanya!
Namun berita kejam nan sadis ini ternyata tak sukses membuat hati Khubaib ketakutan apalagi berpaling dari keimanannya. Sebaliknya, hal ini justru membuat dirinya lebih pasrah terhadap ketentuan-Nya. Akhirnya keluarga Al-Harits pun Frustasi asa. Mereka memutuskan untuk Genjah mengeksekusi tawanan yang tegar itu.
Namun sebelum eksekusi dijalankan, Khubaib memohon supaya diperbolehkan menjalankan shalat terlebih Dulu. Maka Khubaib mendirikan shalat dua rakaat. Usai shalat, Khubaib menoleh kepada para algojo yang mengawasinya sambil berkata, “Seandainya bukan di karenakan dikira takut mati, maka aku akan menambah jumlah rakaat shalatku.”
Inilah shalat sunnah pertama yang dilakukan seorang Muslim saat akan menghadapi kematian. setelah itu Khubaib melantunkan sebait syair:
Mati bagiku tak Jadi masalah
Asalkan di ridha dan rahmat Allah
Dengan jalan apa pun kematian itu terjadi
Asalkan kerinduan kepada-Nya terpenuhi
Kuberserah kepada-Nya
Sesuai dengan takdir dan kehendak-Nya
Seusai itu, Khubaib pun disalib di suatu tiang. Lalu tanpa sedikit pun rasa belas Afeksi, pasukan pemanah menghujaninya dengan anak panah. di keadaan demikian, seorang pemuka Quraisy menghampirinya dan berkata, “Sukakah engkau apabila Muhammad menggantikanmu sementara kau sehat wal afiat bersama keluargamu?”
“Demi Allah,” jawab Khubaib, “Tak sudi aku bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan Global, sementara Rasulullah terkena musibah walau oleh sepotong duri!”
“Demi Allah, belum Sempat aku melihat manusia lain, seperti halnya sahabat-sahabat Muhammad terhadap Muhammad,” Perkataan Abu Sufyan suatu hari, mengenai para sahabat Rasulullah.
Maka tanpa ampun lagi, pedang sang algojo pun menghabisi Khubaib. Namun sebelum ruhnya meninggalkan raga, Khubaib Sempat berucap, “Ya Allah, kami telah menyampaikan tugas dari Rasul-Mu, maka mohon disampaikan pula kepadanya esok, tindakan orang-orang itu terhadap kami.”
Seusai, itu orang-orang musyrik meninggalkan tubuh Khubaib di keadaan tetap tersalib di tiangnya. Sementara burung-burung nazar yang sejak tadi berputar-putar menanti mangsanya, tiba-tiba juga meninggalkannya. Rupanya Sang Khalik tak ridha hamba-Nya yang taat itu Jadi mangsa burung-burung pemakan bangkai.
Demikian pula doa yang dipanjatkan seorang hamba kepada Sang Pemilik di keadaan pasrah dan ridha di ketetapan-Nya. Tampak jelas bahwa Sang Khalik tak tega menolaknya. Allah mengabulkan doa Khubaib r.a. Berita mengenai kematian mereka Allah sampaikan di Rasul-Nya.
saat Rasulullah saw sedang duduk di masjidnya bersama beberapa orang sahabat, dengan cara tiba-tiba ia seperti pingsan. Hal itu biasa terjadi saat beliau sedang menerima wahyu.
Seusai keadaannya kembal normal ia berkata, “Dan salam juga untuk kalian berdua”
“Khubaib telah dibunuh oleh orang-orang Quraisy”, katanya kepada para sahabat.
di itu juga Rasulullah saw memanggil Miqdad bin Amru dan Zubair bin Awwam. Ia menugasi mereka mengambil jasad Khubaib bin Adi dari tiang salib.
Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Amru berlalu meninggalkan kota Madinah dengan kencangnya. Keduanya berpisah di pertengahan jalan dan sepakat akan bertemu di tempat penyaliban Khubaib r.a. yang Serupa-Serupa mereka ketahui. Di sana mereka mendapati jasad Khubaib dikelilingi empat puluh orang Quraisy yang sedang mabuk berat. Mereka baru aja menenggak khamar Bagaikan Asterik bahagia atas kematian Khubaib; pemuda yang telah membunuh beberapa pembesar mereka di perang Badar.
Zubair bin Awwam mengalihkan perhatian pemuda-pemuda Quraisy itu. Lalu, bersama Miqdad ia turunkan jasad yang suci itu dan menaikkannya ke atas kudanya. hingga di itu jasad Itu belum berubah. Darahnya segar, tapi mempunyai aroma seperti kesturi.
Keduanya Dinamis Futuristis Madinah membawa jasad sahabat mereka itu. Beberapa di setelah itu, pemuda-pemuda Quraisy yang mabuk tadi sadar dari mabuk mereka. Mereka mengikuti Zubair dan Miqdad. Menyaksikan bahaya besar yang sedang mengancam, Zubair akhirnya menurunkan Jasad Khubaib ke tanah, di karenakan kudanya tak mampu berlari kencang bila ditungganig dua orang.
Allah tak menyia-nyiakan jasad itu. Dia menjaga hambanya yang saleh Seusai meninggal seperti halnya saat ia masih Hayati. Dia tak membiarkan jasad Khubaib tergeletak di tanah. Sebelum ia jatuh dari kuda Zubair, suatu lubang di tanah sudah menunggu dibawah dengang liang lahatnya. Itulah kuburan yang telah Allah siapkan untuk Khubaib r.a.
Bumi menelan jasad Khubaib di itu juga dan tak membiarkannya disentuh oleh orang kafir.
Sungguh Luar biasa Pengorbanan para sahabat terhadap Agama ini. Semoga kita Bisa mengikuti jejak para Sahabat Nabi.

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kalian Ketahui

Tag : Kisah Sahabat Nabi

Inilah Sahabat Nabi Yang Syahid Ditiang Salib

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here