Home Kisah Islami Inilah Kisah Sahabat Nabi Yang Jasadnya Dilindungi Lebah

Inilah Kisah Sahabat Nabi Yang Jasadnya Dilindungi Lebah

13
0

Loading...
Kisah Sahabat Nabi – Berikut Kisah Sahabat Nabi Yang Jasadnya Dilindungi Lebah, saat perang Uhud selesai para kaum Quraisy Merasa menang dan kegirangan atas kalahnya pasukan muslimin. Mereka berpesta dengan merusak mayat-mayat kaum muslimin yang tewas di pertempuran, dengan tutorial yang sangat keji. Perut mayat-mayat itu mereka belah, matanya dicongkel, telinga dan hidung mereka dipotong.
Bahkan ada seorang di antara mereka tak puas dengan tutorial seperti itu. Hidung dan telinga mayat-mayat itu dibuatnya Jadi kalung, lalu dipakai, untuk membalaskan dendam bapak, saudara, atau paman mereka yang terbunuh di Perang Badar.
saat itu Sulafah binti Sa’ad menunggu kabar keluarganya. Hatinya guncang dan gelisah menunggu kemunculan suami dan ketiga anaknya. Dia berdiri bersama kawan-kawannya yang sedang dimabuk kemenangan. Seusai lama menunggu dengan sia-sia, akhirnya dia masuk ke lapangan pertempuran, hingga jauh ke di. Diperiksanya satu per satu wajah mayat-mayat yang bergelimpangan.
Tiba-tiba dia menemukan mayat suaminya terbaring berlumuran darah. Dengan Etos hampa, dilayangkannya Etos ke segala arah, Menelusuri anak-anaknya. Tak berapa lama, didapatinya Musafi dan Kilab pun telah tewas. Padahal Julas masih Hayati, dengan sisa-sisa napasnya.
Dipeluknya tubuh anaknya yang di keadaan sekarat itu. setelah itu kepala anaknya itu dia taruh dipahanya, dibersihkannya darah di kening dan mulut anak itu. Air matanya terkuras oleh penderitaan yang hebat yang dialaminya hari itu. “Siapa lawan yang telah melukaimu, Nak?” Sulafah bertanya sambil mengguncang kepala anaknya. “Siapa?”
Di sela-sela napasnya yang tersengal-sengal, Julas masih mampu Menyebut nama, “Ashim bin Tsabit. Dia pula yang membunuh Ayah dan…”Belum Demisioner dia bicara, napasnya telah Frustasi, nyawanya telah dicabut malaikat maut.
Ibu tiga anak itu menangis sekeras-kerasnya. setelah itu, dari mulutnya terlontar sumpah, demi Lata dan Uzza, tak akan makan dan menghapus air mata, kecuali apabila orang Quraisy membalaskan dendamnya terhadap ‘Ashim bin Tsabit, dan membagikan batok kepalanya untuk dijadikan mangkuk tempat minum khamar. Ia menjanjikan seratus ekor unta kepada siapa aja yang Bisa membawakan kepala Ashim kepadanya.  
hingga suatu hari Rasulullah di Madinah memilih 10 orang sahabat untuk melaksanakan suatu tugas penting di Makkah, dan mengangkat ‘Ashim Bagaikan pemimpinnya. 10 orang pilihan ini setelah itu berangkat melaksanakan tugas yang dibebankan Rasulullah kepada mereka. Di antara Osfan dan Makkah, kedatangan mereka diketahui oleh bani Lahyan, mereka mengerahkan 100 orang pemanah ulung untuk mengepung 10 orang sahabat ini yang bersembunyi di suatu bukit. 
Orang-orang kafir itu berkata, “Kami tak ingin menumpahkan darah kalian di tanah kami, kami hanya ingin membawa kalian ke Makkah untuk ditukar dengan harta. Ikutlah bersama kami, kami tak akan membunuh kalian.”
Ashim Bagaikan pimpinan memberi semangat di teman-temannya, “tak diragukan lagi, orang-orang ini telah mengkhianati kita, janganlah kalian lemah, ketahuilah bahwa kesyahidan Yaitu ghanimah, Allah yang kita cinta bersama kita, dan para bidadari menunggu kita di surga.”
setelah itu ia menghambur maju menyerbu musuh dengan lembingnya. saat lembingnya patah, ia ganti menyerang dengan pedangnya. akan tetapi keadaan yang sangat tak seimbang membuat dirinya roboh penuh luka. akan tetapi sebelum kesyahidan menjemputnya, ia berdoa dengan nafas terputus-Frustasi, “Ya Allah, sampaikanlah berita kami kepada Rasulullah SAW, Ya Allah, aku telah mengorbankan diri di jalanMu yang benar, selamatkanlah kepalaku dari tangan-tangan kotor orang kafir itu.”
Sebelumnya Ashim memang telah mendengar “sayembara” yang diadakan oleh Sulafah untuk memperoleh kepalanya. Dan Allah mengabulkan doa Ashim ini, Allah memberitahu Nabi SAW mengenai keadaan Ashim, melalui doanya.  Allah juga mengirimkan sekelompok lebah mengerubuti tubuh Ashim, sehingga mereka tak Bisa menyentuh jasadnya apalagi memenggal kepalanya, mereka berharap akan Bisa menjalankan malam atau esok harinya Seusai lebah-lebah itu menyingkir. akan tetapi malam harinya Allah mengirimkan hujan deras yang menimbulkan banjir, sehingga jasad Ashim hanyut terbawa dan tak Bisa ditemukan oleh orang-orang kafir Itu. 
Allahu Akbar !!

Baca Info Menarik berikut ini di >>> Peristiwa Unik Matahari Yang wajib kalian Ketahui

Tag : Kisah Sahabat Nabi

Inilah Kisah Sahabat Nabi Yang Jasadnya Dilindungi Lebah

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here