Home Ceramah Islam Terbaru Inilah Dalil Rasulullah Sempat menjalankan Peusijuk Terhadap Fatimah dan Ali

Inilah Dalil Rasulullah Sempat menjalankan Peusijuk Terhadap Fatimah dan Ali

19
0
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وأصحابه وأتباعه ومن والاه، أما بعد،

Risalah kecil ini ditulis atas permintaan beberapa ikhwan dan rekan untuk pegangan di suatu amalan yang dilakukan. Untuk sekedar mudah mengingatkan maka kepada risalah ini diberikan nama: “Secuil Dalil mengenai Peusijuk (Tepung Tawar)”.

Semoga risalah ini ada manfaatnya untuk masyarakat Islam semua. Dan semoga disampaikan pahalanya kepada penulis, kepada orang tua penulis, semua guru-guru penulis, semua rekan, shahabat dan ikhwan dan seluruh kaum muslimin dan muslimat semuanya. Amin.

Peusijuk

DALIL YANG MEMBOLEHKAN PEUSIJUK (TEPUNG TAWAR)

Peusijuk (tepung tawar) merupakan satu perbuatan yang sudah dilakukan oleh ulama-ulama Islam sejak masa lampau. Namun belakangan ini perbuatan Itu terusik oleh ide-ide dan pemikiran sebagian kelompok Islam yang menganggap diri mereka pendiri sunnah dan seakan sangat mengerti dengan dalil-dalil agama, sehingga suatu amalan yang menurut mereka tak ada dalilnya itu langsung dianggap bid’ah, dianggap kufur, kurafat dan syirik. Mereka tak perduli walaupun perbuatan Itu sudah dilakukan berabad-abad lamanya dan pelakunya Yaitu ulama-ulama umat ini. Bahkan, bila ada sebagian orang awam berdalil dengan perbuatan ulama-ulama terdahulu maka mereka menvonis bahwa orang awam Itu telah mengambil agama dari jalur yang Disorientasi Yaitu dari ulama-ulama, bukan Salafuna Shalih dan bukan dari Rasulullah.

Peusijuk bukanlah perkara yang sangat penting dilakukan lalu dijadikan pembahasan, namun mereka benar-benar Anemia pekerjaan selalu mengusik dan bertanya mengenai amalan yang sudah Jadi adat di masyarakat yang tak menyalahi dengan hukum Islam. Maka dimana-mana mereka melihat peusijuk maka selalu dilihatnya dengan Etos sinis dan sadis di karenakan menurut mereka bahwa dengan menjalankan itu maka pelakunya Yaitu penghuni neraka. Lalu mereka sibuk bertanya mengenai dalilnya.

Wahai kaum muslimin semua dan kaum yang melaksanakan peusijuk di khususnya.

Ketahuilah bahwa bila mereka bertanya-tanya mengenai dalil peusijuk itu cukukp Jadi bukti untuk kita bahwa mereka bukan orang-orang yang mengerti dengan sunnah Rasulullah apalagi menguasainya dan apalagi mendirikannya.

bila mereka paham dengan sunnah maka kenapa mereka bertanya dalil peusijuk? Apa mereka tak baca di kitab-kitab hadits mengenai hukum dasar peusijuk.

Berikut ini kami nukilkan dalil bahwa Rasulullah Sempat menjalankan peusijuk terhadap Sayyidatina Fathimah dan Sayyidina ‘Ali sa’at keduanya menikah, Yaitu:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن عَبْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ، ثنا الْحَسَنُ بن حَمَّادٍ الْحَضْرَمِيُّ، ثنا يَحْيَى بن يَعْلَى الأَسْلَمِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بن أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أَنَسِ بن مَالِكٍ، قَالَ: جَاءَ أَبُو بَكْرٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَعَدَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ! قَدْ عَلِمْتَ مُنَاصَحَتِي وَقِدَمِي فِي الإِسْلامِ، وَإِنِّي وَإِنِّي، قَالَ:وَمَا ذَلِكَ؟قَالَ: تُزَوِّجْنِي فَاطِمَةَ، فَسَكَتَ عَنْهُ، أَوْ قَالَ: فَأَعْرَضَ عَنْهُ، فَرَجَعَ أَبُو بَكْرٍ إِلَى عُمَرَ، فَقَالَ: هَلَكْتُ وَأَهْلَكْتَ، قَالَ: وَمَا ذَلِكَ؟ قَالَ: خَطَبْتُ فَاطِمَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْرَضَ عَنِّي، فَقَالَ: مَكَانَكَ حَتَّى آتِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَطْلُبُ مِثْلَ الَّذِي طَلَبْتَ، فَأَتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَعَدَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ! قَدْ عَلِمْتَ مُنَاصَحَتِي وَقِدَمِي فِي الإِسْلامِ، وَإِنِّي وَإِنِّي، قَالَ:وَمَا ذَاكَ؟قَالَ: تُزَوِّجْنِي فَاطِمَةَ، فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَرَجَعَ عُمَرُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ يَنْتَظِرُ أَمْرَ اللَّهِ فِيهَا، انْطَلِقْ بنا إِلَى عَلِيٍّ حَتَّى نَأْمُرَهُ أَنْ يَطْلُبَ مِثْلَ الَّذِي طَلَبْنَا، قَالَ عَلِيٌّ: فَأَتَيَانِي وَأَنَا فِي سَبِيلٍ، فَقَالا: بنتُ عَمِّكَ تُخْطَبُ، فَنَبَّهَانِي لأَمْرٍ، فَقُمْتُ أَجُرُّ رِدَائِي طَرَفٌ عَلَى عَاتِقِي، وَطَرَفٌ آخَرُ فِي الأَرْضِ حَتَّى أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَعَدْتُ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ! قَدْ عَلِمْتَ قِدَمِي فِي الإِسْلامِ وَمُنَاصَحَتِي، وَإِنِّي وَإِنِّي، قَالَ:وَمَا ذَاكَ يَا عَلِيُّ؟قُلْتُ: تُزَوِّجْنِي فَاطِمَةَ، قَالَ:وَمَا عِنْدَكَ، قُلْتُ: فَرَسِي وَبُدْنِي، يَعْنِي دِرْعِي، قَالَ:أَمَّا فَرَسُكَ، فَلا بُدَّ لَكَ مِنْهُ، وَأَمَّا دِرْعُكَ فَبِعْهَا، فَبِعْتُهَا بِأَرْبَعَ مِائَةٍ وَثَمَانِينَ فَأَتَيْتُ بِهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعْتُهَا فِي حِجْرِهِ، فَقَبَضَ مِنْهَا قَبْضَةً، فَقَالَ:يَا بِلالُ، ابْغِنَا بِهَا طِيبًا، ومُرْهُمْ أَنْ يُجَهِّزُوهَا، فَجَعَلَ لَهَا سَرِيرًا مُشَرَّطًا بِالشَّرَيطِ، وَوِسَادَةً مِنْ أَدَمٍ، حَشْوُهَا لِيفٌ، وَمَلأَ الْبَيْتَ كَثِيبًا، يَعْنِي رَمَلا، وَقَالَ:إِذَا أَتَتْكَ فَلا تُحْدِثْ شَيْئًا حَتَّى آتِيَكَ، فَجَاءَتْ مَعَ أُمِّ أَيْمَنَ فَقَعَدَتْ فِي جَانِبٍ الْبَيْتِ، وَأَنَا فِي جَانِبٍ، فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ:هَهُنَا أَخِي، فَقَالَتْ أُمُّ أَيْمَنَ: أَخُوكَ قَدْ زَوَّجْتَهُ بنتَكَ، فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ لِفَاطِمَةَ:ائْتِينِي بِمَاءٍ، فَقَامَتْ إِلَى قَعْبٍ فِي الْبَيْتِ فَجَعَلَتْ فِيهِ مَاءً فَأَتَتْهُ بِهِ فَمَجَّ فِيهِ ثُمَّ قَالَ لَهَا:قَوْمِي، فَنَضَحَ بَيْنَ ثَدْيَيْهَا وَعَلَى رَأْسِهَا، ثُمَّ قَالَ:اللَّهُمَّ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، ثُمَّ قَالَ لَهَا:أَدْبِرِي، فَأَدْبَرَتْ فَنَضَحَ بَيْنَ كَتِفَيْهَا، ثُمَّ قَالَ:اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، ثُمَّ قَالَ:ائْتِينِي بِمَاءٍ، فَعَمِلْتُ الَّذِي يُرِيدُهُ، فَمَلأْتُ الْقَعْبَ مَاءً فَأَتَيْتُهُ بِهِ فَأَخَذَ مِنْهُ بِفِيهِ، ثُمَّ مَجَّهُ فِيهِ، ثُمَّ صَبَّ عَلَى رَأْسِي وَبَيْنَ يَدَيْ، ثُمَّ قَالَ:اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهُ وَذُرِّيَّتَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، ثُمَّ قَالَ:ادْخُلْ عَلَى أَهْلِكَ بِسْمِ اللَّهِ وَالْبَرَكَةِ. (المعجم الكبير: للإمام الطبراني)
Artinya: Telah mengabarkan kepada kami oleh Muhammad bin ‘Abdullah al-Khazramiy, telah mengabarkan kepada kami oleh al-Hasan bin Hammad al-Khazramiy, telah mengabarkan kepada kami oleh Yahya bin Ya’la al-Aslamiy, dari Sa’id bin Abi ‘Arubah, dari Qatadah dari al-Hasan dari Anas bin Malik berkata ia: Telah datang Abubakar kepada Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam maka duduk ia dihadapan Nabi, lalu berkata: Ya Rasulallah! Sungguh engkau mengetahui akan menasehatiku dan kakiku di Islam, dan bahwa sungguh aku, dan bahwa sungguh aku, (disini Abubakar tergagap-pent). Dan Rasulullah bertanya: dan apa itu? Maka Abubakar menjawab: Kawinkah aku dengan Fathimah. Maka Rasulullah diam atau berpaling dari Abubakar. Maka kembalilah Abubakar kepada ‘Umar, lalu berkata: Celakalah aku, dan Celakalah engkau. ‘Umar berkata: apa itu?. Abubakar menjawab: aku meminang Fathimah kepada Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam maka beliau berpaling daripadaku. Maka ‘Umar berkata: tetap engkau disini sehingga aku datang kepada Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam maka aku meminta seumpama permintaan engkau. maka datanglah ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka duduk ia dihadapan Nabi, lalu berkata:  Ya Rasulallah! Sungguh engkau mengetahui akan menasehatiku dan kakiku di Islam, dan bahwa sungguh aku, dan bahwa sungguh aku, (disini ‘Umar tergagap-pent). Dan Rasulullah bertanya: dan apa itu? Maka ‘Umar menjawab: Kawinkah aku dengan Fathimah. Maka Rasulullah berpaling dari ‘Umar. Maka kembalilah ‘Umar kepada Abubakar, lalu ‘Umar berkata: sesungguhnya Rasulullah itu menunggu perintah Allah di urusan Fathimah. Berangkat kami kepada ‘Ali sehingga kami perintah ‘Ali untuk meminta apa yang sudah kami minta. Berkata ‘Ali: maka kedunya datang kepadaku sedang aku berada di jalan. Maka keduanya berkata: anak (cucu) perempuan paman engkau itu engkau pinang. Maka keduanya memperhatikan aku satu pekerjaan. Maka aku berdiri sambil menarik ridakku, satu ujung diatas leherku dan satunya lagi di bumi, sehingga aku datang kepada Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka aku duduk dihadapan Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Maka aku berkata: Ya Rasulallah! Sungguh engkau mengetahui akan kakiku di Islam dan menasehatiku, dan bahwa sungguh aku, dan bahwa sungguh aku, (disini ‘Ali pun tergagap-pent). Dan Rasulullah bertanya: dan apa itu wahai ‘Ali? Maka aku (‘Ali) menjawab: Kawinkah aku dengan Fathimah. Maka Rasulullah berkata: dan apa yang ada bersamamu (Bagaikan mahar-pent)? Aku berkata: Kudaku dan baju besiku. Rasulullah berkata: adapun kuda engkau maka tak boleh tak untuk engkau daripadanya. Dan adapun baju besi engkau maka jual olehmu baju Itu. Maka aku jual baju Itu dengan 480 (dirham-pent). Maka aku membawanya kepada Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Maka aku meletakkannya di pangkuan beliau, maka beliau menerimanya, lalu berkata: wahai Bilal! Beritahu olehmu kepada Fathimah dengan cara bagus, dan perintah olehmu akan mereka supaya mereka mempersiapkan Fathimah. Maka Bilal membuat untuk Fathimah ranjang yang dijalin dengan pita, bantal dari sepotong kulit yang diisi didalamnya dengan sabut (jerami atau rumput kering), menimbuni kamar dengan pasir. Dan Rasulullah berkata, apabila Fathimah datang kepada engkau maka jangan engkau ucap apapun kepadanya sehingga aku datang akan engkau. Maka datanglah Fathimah bersama Ummu Ayman, maka duduklah ia di Hepotenusa kamar, dan aku di Hepotenusa yang lain. Maka datanglah Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, lalu berkata: Disini saudaraku. Maka berkata Ummu Ayman: saudara engkau (yakni ‘Ali) sungguh engkau kawinkan akannya dengan putri engkau (yakni Fathimah). Maka masuklah Nabi shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dan berkata kepada Fathimah: Bawalah olehmu kepadaku akan air! Maka Fathimah pun berdiri Futuristis kepada gelas besar didalam kamar, maka menuangkan kedalamnya akan air, maka dibawanya air Itu kepada Rasulullah maka  Rasulullah meludahi di air Itu, setelah itu berkata kepada Fathimah: Luruslah kita, maka memercikkan ia akan air diantara dua dada Fathimah dan atas kepada Fathimah, setelah itu berkata: Ya Allah sesungguhnya aku memohon dengan Engkau perlindungan untuk Fathimah dan juga untuk keturunannya daripada syaithan yang terkutuk. setelah itu Rasulullah berkata kepada Fathimah, berbaliklah engkau (yakni membelakangi Rasul), maka Fathimah pun berbalik, maka Rasulullah memercikkan air diantara dua bahunya, setelah itu berkata: Ya Allah sesungguhnya aku memohon dengan Engkau perlindungan untuk Fathimah dan juga untuk keturunannya daripada syaithan yang terkutuk. setelah itu Rasulullah berkata (kepada ‘Ali); bawakan air kepadaku!, maka aku menjalankan apa yang dikehendaki oleh beliau, maka aku penuhkan gelas dengan air maka aku bawa kepada Rasulullah, maka Rasulullah mengambil air itu dengan mulutnya, setelah itu meludah kembali air tersebeut kedalam gelas, setelah itu menuangkan ia diatas kepalaku (kepada ‘Ali), dan diantara dua dadaku, setelah itu beliau berkata: Ya Allah sesungguhnya aku memohon dengan Engkau perlindungan untuk “Ali dan juga untuk keturunannya daripada syaithan yang terkutuk. setelah itu ia berkata: masuklah engkau wahai ‘Ali kepada keluargamu (yakni Fathimah) dengan Nama Allah dan Berkat. (lihat kitab al-Ma’jam Kabir karangan Imam Thabraniy).

Loading...

Seusai dalil diatas mereka bacakan maka mereka masih tetap tak percaya dan ujung-ujungnya mereka katakan itu hadits dha’if atau bahkan maudhu’ yakni palsu. Dan bila hadits Itu mereka anggap shahih maka amalan peusijuk yang dilakukan hari menurut mereka tetap tak ada dalilnya di karenakan peusijuk yang dilakukan hari ini bukan seperti peusijuk yang dilakukan oleh Nabi di hadits.

Diantara perbuatan yang tak mereka terima di peusijuk Yaitu: memakai Daun Sedingin, Rumput “Seumbo”, Daun Pandan, Batang Talas, Tunas Pinang, Bunga, Inai, Emas, Beras & Padi, Garam, Gula, Minyak Wangi, Kunyit, Limau Purut, Kemenyan, Kapas, Tepung Tawar / Bedak, Air, Kaki Ayam, Hati Ayam dan sebagainya.

Kenapa mereka tak menerima peusijuk semacam ini? di karenakan pemahaman mereka terhadap nash dengan cara tekstual. Mereka tak membolehkan tafaul di karenakan mereka tak mengerti apa itu tafaul.

bila mereka mengerti tafaul maka mereka akan berkata:

1.      Daun Sedingin: bersifat dingin dan aman saat dimanfaatkan.

2.      Rumput Seumbo: Bisa tumbuh ditanah yang keras dan tetap tegar di segala masalah.

3.      Daun Pandan: kehadirannya menyedapkan dan mendatangkan kewangian untuk yang lain.

4.      Batang Talas: Genjah berkembang dan batangnya selalu bermanfaat.

5.      Tunas Pinang: kuat dan lurus bermanfaat.

6.      Bunga: selalu wangi dan sangat disenangi.

7.      Inai: kuat manfaat dari segi apapun.

8.      Emas: barang yang dituju sesuatu yang sangat berharga.

9.      Beras & Padi: Boga inti yang berkembang banyak dan selalu dimanfaatkan.

10.    Garam: sesuatu yang menyedapkan semua Boga dan memuaskan.

11.    Gula: barang yang dituju supaya mendapat kesenangan.

12.    Minyak Wangi: selalu diagungkan.

13.    Kunyit: Genjah berkembang serta makmur.

14.    Limau Purut: membawa kebahagiaan.

15.    Kemenyan: disukai Malaikat pembawa rahmat.

16.    Kapas: beban yang berat Jadi ringan.

17.    Tepung Tawar/Bedak: semoga dihias dengan kebahagiaan.

18.    Air: semoga selalu di Copyright Allah.

19.    Kaki Ayam: giat Menelusuri rizki yang halal.

20.    Hati Ayam: supaya terbolak-balik hati.

Mereka juga tak menerima ini juga di karenakan mereka tak membedakan Islam yang bersifat ajaran dan Islam yang bersifat Kultural.

Contohnya Yaitu bersedekah. Bersedekah Yaitu perintah Rasul, dan ini dinamakan ajaran. akan tetapi apa dan bagaimana serta di bentuk apa kita bersedekah itu bergantung kepada kultur dan budaya setempat, maka ini dinamakan kultural.

Begitulah dengan peusijuk. Peusijuk itu ada dasarnya dari Rasulullah sebagaimana hadits diatas, dan ini dinamakan ajaran. akan tetapi bagaimana tips peusijuk untuk daerah kita maka itu kembali kepada kultural. Namun hal itu tentu dengan menjaga supaya tak memasukkan kedalamnya akan hal-hal yang dilarang.

bila mereka katakan bahwa peusijuk itu berasal dari agama Hindu maka kepada mereka kita katakan:

1.    Sebelum Islam masuk ke Nusantara maka orang di Nusantara Yaitu orang Hindu, agamanya Hindu, bangsanya Hindu, budayanya Hindu dan orang-orangnya pun Hindu. Maka saat orang yang tadinya Hindu itu di-Islamkan oleh para pembawa Islam maka seluruh atribut Hindu pun di-Islamkan hingga kepada budayanya pun di-Islamkan. Maka acara peusijuk yang dilakukan Hindu yang memanggil-manggil dewa maka diganti dengan doa dan kepada Tuhan. Boga yang menurut Hindu dibuat Bagaikan persembahan maka diganti bahwa Boga itu tetap untuk dimakan Bagaikan keberkatan. bila mereka tanyakan darimana sumber peusijuk yang dibawa oleh pembawa Islam itu? maka tanyakan kepada mereka darimana sumber Islam yang dibawa oleh pembawa Islam.

2.    Jangan terpengaruh dengan cerita-cerita agama lain yang Menyebut bahwa agama mereka Yaitu agama tertua didunia. bila pengaruh ini telah merasuk kita maka akan sangat banyak ajaran agama ini wajib kita tinggalkan di karenakan kita anggap berasal dari mereka. Ada seorang yang beragama Hindu yang setelah itu masuk Islam ditangan saya. Seusai masuk Islam dia bercerita bahwa “Batu Hitam (Hajar Aswad) itu menurut dia Yaitu Dewa Siwa sembahan Hindu, dan batu itu berasal dari India.” Nah.. coba bayangkan bila saya tak mengerti asal usul Hajar Aswad maka mungkin saya sudah berkata “celakalah orang Islam mengagungkan batu sembahan Hindu”. akan tetapi itu tentu tak saya lakukan dan kepada muallaf itu saya katakan bahwa batu itu berasal dari syurga, kami memuliakan batu itu akan tetapi bukan menyembahnya.

Demikianlah yang kami sampaikan yang sungguh masih sangat jauh dari Asa akan tetapi mudah-mudahan bermanfaat untuk mereka yang Menelusuri jalan kebenaran.

سَلَامٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Sampaikan Tulisan Ini Kepada Kawan Dan Lawan Untuk Mewujudkan Kebenaran

Inilah Dalil Rasulullah Sempat menjalankan Peusijuk Terhadap Fatimah dan Ali Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina

Inilah Dalil Rasulullah Sempat menjalankan Peusijuk Terhadap Fatimah dan Ali

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here