Ini Penyebab Gagal Registrasi Kartu SIM

Ini Penyebab Gagal Registrasi Kartu SIM
Berita Islam 24H – Pemerintah baru akan memberlakukan registrasi kartu prabayar dengan data kependudukan NIK dan nomor KK di 31 Oktober 2017. Namun begitu, Cukup banyak Pemakai ponsel yang menjalankan registrasi sejak adanya Pembertitahuan registrasi prabayar.
Plt Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Noor Iza Menyebut, meskipun Anggaran registrasi kartu prabayar berlaku per 31 Oktober, Pemakai sudah Bisa menjalankan registrasi ulang Berawal Dari sekarang.
Pantauan di media sosial, Senin (23/10/2017), tak semua Pemakai yang menjalankan registrasi kartu prabayar sukses. Sebagian dari mereka menemui kegagalan. Apa penyebabnya? Noor Iza jelaskan, ada beberapa penyebab kegagalan di registrasi kartu prabayar.
“Pertama, di registrasi nomor NIK dan nomor KK wajib dipastikan sesuai dengan yang ada di KTP dan KK,” Perkataan Noor Iza di dikonfirmasi Tekno Liputan6.com.
Dia Menyebut, bila di nomor NIK dan nomor KK belum tervalidasi, Bisa Jadi data Pemakai belum ada di database Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.
“Seandainya data kependudukan belum ada di database Dukcapil memang masih invalid. Registrasi Bisa diulang hingga lima kali, Seandainya hingga lima kali gagal, operator akan mengirimkan pemberitahuan ke Pemakai,” tuturnya.
SMS yang dikirim oleh operator berisi pernyataan nomor NIK dan nomor KK Pemakai memang sudah benar. Selanjutnya, Pemakai memberi balasan konfirmasi ia setuju mendaftarkan nomornya sesuai data NIK dan nomor KK yang diberikan.
Dengan demikian, Perkataan Noor, Pemakai akan bertanggung jawab dengan cara hukum terhadap data yang diberikannya. Nomor telepon Pemakai pun akan diaktifkan.
Hal lain yang Bisa Jadi penyebab kegagalan registrasi kartu prabayar menurut Noor Iza Yaitu format registrasi yang berbeda antaroperator. Pemakai yang registrasi wajib menyesuaikan dengan format yang diberikan operatornya.
di dasarnya, Perkataan Noor, data yang dibutuhkan di registrasi kartu prabayar hanya dua, yakni nomor NIK yang tertera di KTP dan nomor KK. Artinya, tak masalah apabila operator memberlakukan format registrasi berbeda.
“Data kependudukan yang digunakan memang hanya nomor NIK dan nomor KK, tapi operator mendesain sistem di dalamnya sehingga format Bisa berbeda. Nanti tanggal 30 Oktober, operator akan menjalankan broadcast tata tips registrasi sehingga Pemakai Bisa mengikutnya,” paparnya.
Sekadar diketahui, Kemkominfo selama ini menyampaikan format registrasi kartu prabayar, yakni NIK#NomorKK#. Sementara, pelanggan lama mempunyai format ULANG#NIK#NomorKK#.
Masing-masing operator punya format berbeda. Untuk kartu SIM perdana Indosat, Smartfren, dan Tri memakai format NIK#NomorKK#. Format Pemakai XL Axiata Yaitu Daftar#NIK#Nomor KK dan format Telkomsel Yaitu Reg (spasi) NIK#NomorKK.
Lain lagi dengan registrasi ulang pelanggan lama. Indosat, Smartfren, dan Tri memakai format ULANG#NIK#NomorKK#.
XL Axiata memakai format ULANG#NIK#NomorKK dan Telkomsel memakai format ULANG (spasi) NIK#NomorKK#.
[beritaislam24h.info / l6c]

Loading...

Ini Penyebab Gagal Registrasi Kartu SIM

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply