INDEF: Utang Pemerintah Belum Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

INDEF: Utang Pemerintah Belum Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Berita Islam 24H – Institute for Development of Economica as well as Finance (INDEF) menilai pertumbuhan utang pemerintah Indonesia tak sebanding dengan produktivitas dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Padahal, sejak tiga tahun terakhir utang yang dialokasikan kepada pembangunan infrastruktur terus meningkat.
“Utang yang selama ini kita harapkan mampu mengakselerasi produktivitas dan daya saing nasional dan kemandirian kita ini masih sangat kontradiktif. Utang tiga tahun ini bertambah cukup pesat justru mengarah ke kontraproduktif, ” ucap Direktur INDEF Enny Sri Hartati di kantornya, Pejaten Timur, Jakarta Selatan di Rabu, 21 Maret 2018.
Ekonom INDEF Ahmad Heri Firdaus Menyebut produktivitas utang pemerintah yang kian membengkak Itu terbukti belum mampu mendorong pertumbuhan investasi sektor produktif dengan cara signifikan. Akibatnya output perekonomian relatif stagnan.
“Dampak utang di rangka Akselerasi agenda pembangunan infrastruktur memang tak serta merta akan terjadi di jangka pendek, tapi setidaknya akan menumbuhkan optimisme perekonomian terutama investasi,” ucap Heri.
Heri menuturkan, Indeks Tendensi Bisnis dan berbagai survei mengenai ekspektasi perekonomian tak menemui akselerasi pertumbuhan. Akibatnya, output pertumbuhan ekonomi tak beranjak dari angka lima persen.
“Ini menggambarkan bahwa produktivitas utang di mendorong perekonomian relatif rendah,” ucap Heri menambahkan.
di 2015, nilai produk domestik bruto Indonesia sebesar Rp 11.526 triliun meningkat Jadi Rp 12.406 triliun di 2016. Angka itu kembali naik di 2017 sebesar Rp 13.588 triliun. Rata-rata PDB meningkat 8,74 persen dengan cara tahunan (yoy).
Namun kenaikan PDB Indonesia dibarengi oleh tumbuhnya utang pemerintah. hingga 2015, utang pemerintah tercatat Rp 3.165 triliun. Utang naik Jadi Rp 3.515 triliun di 2016 dan Rp 3.938 triliun di 2017. Angka ini rata-data tumbuh 14,81 persens (yoy).
Sementara, di Februari 2018, utang pemerintah mencapai Rp 4.034,8 triliun. Angka itu naik 13,46 persen dibanding periode yang Serupa tahun lalu sebesar Rp 3.556 triliun. di APBN 2018, total utang pemerintah mencapai 4.772 triliun.
“Sejauh ini 3,5 tahun terakhir produktivitas tak kunjung meningkat. Akibatnya laju penambahan utang lebih Genjah dari PDB akan semakin menimbulkan rasio utang meningkat dan menggerogoti stabilitas perekonomian ke depan,” Perkataan Heri.
di ini, utang pemerintah bergantung di penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 3.257,26 triliun atau 80,73 persen dari total utang pemerintah. Penerbitan SBN Itu mayoritas atau sekitar Rp 2.359,47 triliun diterbitkan di denominasi rupiah. [b-islam24h.com / tempo]

Loading...

INDEF: Utang Pemerintah Belum Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply