Ijtima Ulama III DIlarang, Germas PMKRI: Pemerintah Kok Makin Aneh

ceramahterbaru.net.com – Pemerintah diminta mematuhi prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan setiap individu atau masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya. Entah dengan bentuk apapun, asalkan masih di koridor Anggaran dan hukum yang berlaku.

Ketua Gerakan Masyarakat Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Germas PMKRI) Rinto Namang menangkap kesan penguasa yakni pemerintah di ini semakin tak demokratis. Soalnya, ulama yang hendak menggelar Ijtima III pun hendak dilarang-larang dilakukan.

“Ijtima ulama, aksi turun ke jalan, atau apapun bentuknya, sejauh itu berkumpul untuk menyatakan pendapat Yaitu Absah di demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan setiap individu Bagaikan warga Negara,” tutur Rinto.



Dia menyikapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang hendak menghentikan Ijtima Ulama III.

Loading...

Rinto menegaskan, gerakan berkumpul dan menyatakan pendapat di negara demokrasi itu Absah dan dijamin UUD 1945 Pasal 28. Negara, di hal ini pemerintah, tak boleh melarang setiap warga negara untuk berkumpul dan menyatakan pendapat.

Justru sebaliknya, Perkataan dia, negara melindungi Copyright-Copyright Itu supaya tak dikurangi dan diintimidasi oleh pihak manapun.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ijtima Ulama III DIlarang, Germas PMKRI: Pemerintah Kok Makin Aneh

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply