Home Ceramah Islam Terbaru IBUNDA SITTI FATHIMAH AZZAHRA’ ra

IBUNDA SITTI FATHIMAH AZZAHRA’ ra

15
0
Sitti Khadijah ra, ibunda Sitti Fathimah Azzahra’ ra, Yaitu seorang wanita keturunan Disorientasi satu suku yang paling terkemuka di Jazirah Arabia, suku Qureisy. Ayahnya bernama Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushay. Silsilahnya bertemu dengan silsilah Rasulallah saw di datuk mereka yang bernama Qushay, induk semua anak suku Qureiys.
Khuwailid terkenal keberaniannya saat ia menantang Raja Tubba yang hendak memboyong HAJAR ASWAD ( Batu Hitam ) dari Makkah ke Yaman. Meskipun Raja Tubba mempunyai pasukan kuat, akan tetapi Khuwailid tetap teguh mempertahankan benda suci lambang agama orang-orang Qureiys itu. Keberanian dan keteguhan tekad Khuwailid yang dilandasi kecintaan kepada
” AGAMA ” yang dianutnya, tampak diwarisi oleh Sitti Khadijah ra. Hal ini tercermin dengan jelas saat ia dengan penuh Afeksi sayang dan pengertian yang mendalam, menyambut kedatangan suaminya, Muhammad bin Abdullah saw, sehabis menerima wahyu pertama di Gua Hira.
Ibunda Sitti Khadijah bernama Fathimah binti Zaidah bin Al-Asham dari Bani ‘Amir bin Qushay bin Ghalib. Dari silsilah yang Higienis itu, Sitti Khadijah ra memperoleh kemuliaan tinggi. Ia terlindung dari noda kekotoran Jahiliyah, dan kehormatannya terpelihara bagus dari segala sifat rendah yang Bisa memerosotkan martabatnya. Sedemikian besar inayat Ilahi yang diberikan kepada Sitti Khadijah ra, sehingga ia disebut orang dengan ” As-Sayyidah At-Thahirah “
” wanita suci “.
Sitti Khadijah ra dibesarkan di lingkungan keluarga keturunan bagus-bagus dan diperkaya dengan sifat serta akhlak terpuji dan luhur. di karenakan itu tepat bila dikatakan bahwa Sitti Khadijah ra Yaitu seorang wanita sempurna. Sebab di samping mempunyai paras yang cantik dan bentuk tubuh yang indah ia juga mempunyai kecerdasan berfikir, ketajaman firasat dan budi pekerti utama. Pandangannya yang jauh ke depan Bisa memahami dengan cermat karena yang akan ditimbulkan oleh suatu kejadian. 
Sitti Khadijah ra menempati kedudukan yang tinggi bagus dilihat dari asal keturunannya, ketinggian akhlaknya, ataupun Harta materinya. Ia berdarah Qabilah yang terhormat dan disegani oleh seluruh orang Arab. Dan ia juga termasuk wanita terkaya di Makkah di waktu itu. Kekayaannya itu diperoleh berkat kerajinan dan keulitannya berniaga. Dari usaha-usahanya yang dijalankan dengan jujur, tampak jelas sifat-sifat peribadinya yang bagus sekali. Itulah antara lain yang mengangkatnya di kedudukan sangat terpandang di masa Jahiliyah. Ia terkenal oleh lingkungannya Bagaikan mutiara yang sangat tinggi nilainya.
Putera paman Sitti Khadijah ra yang bernama Waraqah bin Naufal, dikenal Bagaikan seorang ilmuwan yang mendalami kitab-kitab Yahudi dan Nasrani. Timbulnya hasrat Waraqah untuk mempelajari kitab-kitab itu ialah di karenakan ia tak Bisa menerima penyembahan berhala yang dilakukan oleh orang-orang Arab di masa itu. Hatinya tergerak untuk berusaha Menelusuri agama yang benar dan Bisa diterima oleh fikiran dan hati nuraninya. 
Waraqah inilah orang yang menyampaikan berita kenabian kepada Muhammad saw Seusai mendengar berita mengenai turunnya Wahyu di Gua Hira. Berkatalah ia waktu itu kepada Rasulallah saw:
” Sesungguhnya engkau akan Jadi seorang
Nabi yang besar. Agamamu akan lahir dan tersebar di seluruh Global. Akan akan tetapi Berawal Dari sekarang engkau akan menemui perlakuan yang kasar dari kaummu, sebab engkau akan mengalihkan mereka dari agama yang mereka anuti turun-temurun kepada agama lain. Apa yang hendak kaulakukan itu Yaitu tugas yang berat. Engkau akan dimusuhi bahkan akan dikeluarkan dari negerimu, namun ALLAH akan menolongmu. “
Seusai berhenti sejenak, sambil memandang suami sepupunya itu, Waraqah menutup Perkataan-katanya yang masyhur itu dengan ucapan:
” bila sekiranya Allah swt memberiku umur panjang dan Hayati menemui masa kenabianmu, engkau pasti akan kuberi pertolongan sepenuhnya, hai Muhammad! “
Dengan seorang saudara sepupu yang berpengalaman luas mengenai soal-soal keagamaan, dan dengan seorang ayah yang mempunyai keberanian mempertahankan agama, tepat benarlah bila Sitti Khadijah ra Jadi isteri Rasulallah saw. Ia terpilih Bagaikan isteri manusia agung, isteri seorang Nabi yang dijunjung tinggi oleh ummatnya. Bukan di karenakan kekayaannya yang melimpah-ruah, juga bukan di karenakan kecantikannya yang menggiurkan, akan tetapi di karenakan keluhuran budi pekertinya. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang berwatak setia di agama.
Sejak masa sebelum Islam, Yaitu di masa bangsa Arab masih berada di kegelapan diselubungi oleh kehidupan jahiliyah, Sitti Khadijah ra sudah mendapat penamaan Bagaikan ” Syyidah Nisa ‘i
Qureiys “, yang ertinya
” Wanita Qureiys Terkemuka ” .
Sebelum Jadi isteri Muhammad saw ia Sempat dua kali bersuami. Suami yang pertama bernama Abu Halah bin Zararah. Suami yang kedua bernama ‘Atiq bin ‘Abid Al-Makhzumi.
Dari perkahwinannya dengan Abu Halah, ia melahirkan seorang putera bernama Hindun.
( menurut kebiasaan Arab, nama ” Hindun ” Bisa dipergunakan untuk pria atau wanita ). di perkembangan sejarah selanjutnya Hindun putera Abu Halah ini setelah itu memeluk Islam dan langsung mengikuti pertumbuhannya. Al-Husain bin ‘Ali ra, cucu Rasulallah saw, Sempat Menyebut bahwa Hindun terkenal Bagaikan orang yang pandai sekali menceritrakan sejarah perkembangan Islam dengan segala kebesarannya. Ia pandai pula melukiskan keluhuran dan keagungan budi pekerti Rasulallah saw.
Dengan kebanggaan yang cukup beralasan, Hindun sering Menyebut: ” Dilihat dari sudut ayah, ibu dan saudara-saudara lelaki dan perempuanku, maka aku ini Yaitu orang yang mulia…Ayah tiriku Yaitu Rasulallah saw, Padahal Gasim ( putera Rasulallah ) Yaitu saudaraku. Semuga Allah selalu memberkahi mereka. “
Hindun putera Sitti Khadijah ra ini, turut serta di peperangan bersejarah di Badr. Ia gugur di ” Perang Unta ” (“Waqatul Jamal”) Bagaikan prajurit Imam
‘Ali krw, saat bertempur melawan pasukan Thalhah dan Zubair.
Dari suami yang kedua Yaitu ‘Atiq bin ‘Abid Al-Makhzumi, Sitti Khadijah ra memperoleh seorang anak perempuan yang juga diberi nama Hindun,
Hindun ( perempuan ) ini Hayati diberkahi Allah dengan nikmat Iman dan Islam. Ia termasuk Disorientasi seorang wanita sahabat Rasulallah saw.
Pengungkapan sekelumit kesah mengenai putera dan puteri Sitti Khadijah ra dari suaminya terdahulu, yakni sebelum nikah dengan Nabi Muhammad saw, Yaitu sekadar untuk memberi Citra agak lengkap mengenai riwayat seorang wanita isteri junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Oleh sementara penulis sejarah, hal ini agak diabaikan. Mereka berdalih bahwa kemuliaan yang diperolehi Sitti Khadijah ra hanya sejak ia Jadi isteri Rasulallah saw. di karenakan itulah dua orang anak yang bernama Hindun dari suami Sitti Khadijah ra sebelumnya hampir tak dikenal.
Seusai suami yang kedua meninggal, Sitti Khadijah ra yang masih cukup muda dan berparas cantik itu tak sedikit menghadapi
lamaran-lamaran yang datang dari para pemuka dan tokoh Qureiys. Semua lamaran itu ditolak. Tak seorang pun di antara para pelamar itu yang berkenan di hatinya. tak ada bangsawan Qureiys yang sukses mempersunting wanita terhormat dan terkemuka itu.
akan tetapi Seusai bertemu dengan Muhammad bin ‘Abdullah, dan dikenalnya Bagaikan pemuda yang lurus, jujur serta Bisa dipercaya penuh menjalankan perniagaannya, ia sangat kagum. Pemuda itu Genjah memperolehi tempat di hatinya. Demikianlah proses kehidupannya Bagaikan wanita yang mendapat karunia Allah. Hayati mendampingi Nabi Muhammad saw selama dua puluh lima tahun. 15 tahun sebelum bi’tsah dan sepuluh tahun sesudah itu.
abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

IBUNDA SITTI FATHIMAH AZZAHRA’ ra

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here