Hukum Patungan Kurban Sapi dan Kambing

Website Eksklusif Doa – Lebaran haji atua lebaran idul adha identik dengan kurban. di lebaran ini umat islam berbondong-bondong untuk berkorban khususnya untuk yang mampu. Fakta di masyarakat, ada beberapa orang yang berkurban dengan tips patungan.

Lantas, bagaimanakah hukum patungan kurban? bagus itu patungan korban sapi ataupun patungan qurban kambing?
Nah, di halaman ini kami akan sedikit bagikan untuk menjawab pertanyaan Itu yang insya Allah berdasarkan hadits yang shahih.

Seperti dilansir dari laman Nu Online (7/9/16), bahwasanya Ibnu Qudamah di Al-Mughni Menyebut, mayoritas ulama memperbolehkan patungan kurban. Syaratnya, Fauna yang dikurbankan Yaitu sapi dan jumlah maksimal orang yang patungan ialah tujuh orang.

Berdasarkan persyaratan ini, patungan untuk kurban kambing tak diperbolehkan dan lebih dari tujuh orang untuk kurban sapi juga tak dibolehkan.

Ibnu Qudamah menuliskan:

وتجزئ البدنة عن سبعة وكذلك البقرة وهذا قول أكثر أهل العلم

Artinya :
“Kurban satu ekor unta ataupun sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan oleh mayoritas ulama.”

Sebagaimana dikutip Ibnu Qudamah, menurut Ahmad bin Hanbal, hanya Ibnu umar yang tak membolehkannya. Ahmad bin Hanbal Menyebut, “Kebanyakan ulama yang aku ketahui membolehkan patungan kurban kecuali Ibnu Umar.”

Pendapat Ibnu Qudamah di atas tak jauh berbeda dengan An-Nawawi. di pandangannya, patungan kurban sapi atau unta sebanyak tujuh orang dibolehkan, bagus yang patungan itu bagian dari kelurganya ataupun orang lain.

An-Nawawi di Al-Majmu’ Menyebut:

يجوز أن يشترك سبعة في بدنة أو بقرة للتضحية سواء كانوا كلهم أهل بيت واحد أو متفرقين

Artinya :
“Dibolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, bagus keseluruhannya bagian dari keluarga ataupun orang lain.”

Kebolehan patungan kurban ini mempunyai landasan kuat di hadits Nabi SAW. Sebagaimana yang tercatat di Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Ibnu Abbas mengisahkan:

كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فحضر النحر فاشتركنا في البقرة عن سبعة

Artinya :
“Kami Sempat berpergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR Al-Hakim).

Jabir bin ‘Abdullah juga Sempat mengisahkan:

كنا نتمتع مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعمرة، فنذبخ البقرة عن سبعة نشترك فيها

Artinya :
“Kami Sempat Empati haji tamattu’ (mendahulukan ‘umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang.” (HR Muslim).

Nah, dari beberapa pendapat seperti yang sudah dijelaskan di atas, serta didukung oleh hadits Nabi SAW, Bisa disimpulkan bahwa patungan untuk membeli sapi yang akan dikurbankan diperbolehkan dengan syarat pesertanya 7 orang (tak lebih dari tujuh orang). Hal ini dikhususkan untuk sapi dan unta aja, sementara patungan kurban kambing ataupun domba hanya boleh untuk satu orang, tak boleh patungan apabila niatnya untuk kurban.

Maka jangan heran, bila selama ini kita menemukan praktek patungan korban sapi, di karenakan hal Itu ternyata di bolehkan. Kecuali bila ada yang berkorban kambing dengan cara patungan, itu tak di bolehkan.

Semoga dengan Elaborasi diatas, Bisa menjawab pertanyaan mengenai bagaimana hukum berkorban sapi dan kambing dengan cara patungan?. Terima Afeksi, semoga bermanfaat.

Sumber: nu.or.id

bila ARTIKEL INI BERMANFAAT, SHILAKAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KALIAN

Hukum Patungan Kurban Sapi dan Kambing

Facebook Comments

Incoming search terms:

Leave a Reply