Hukum Mencabut Bulu Alis (Wanita Wajib Baca)

Website Eksklusif Doa – Dewasa ini, sebagian wanita (khususnya) menjalankan berbagai macam tips untuk perawatan tubuh supaya tampil lebih cantik dan menawan, Disorientasi satunya dengan mencabut/mencukur bulu alis atau menjalankan sulam alis, supaya alis terlihat lebih menarik. Selain alis, masih banyak lagi bagian-bagian tubuh Eksklusif yang dihias sedemikian rupa supaya lebih cantik dan menarik, misalnya mentato, mengkikir gigi dan lain sebagainya.

tak Bisa dipungkiri, di era yang modern ini Berawal Dari dari ABG, orang dewasa dan bahkan orang tua banyak yang menjalankan hal Itu demi merubah penampilannya supaya lebih cantik, Padahal apa yang Allah anugerahkan kepada kita semua itu Yaitu suatu Estetika yang patut disyukuri dan dinikmati. Lantas, bagaimana islam memandang orang-orang yang menjalankan pencabutan atau mencukur bulu alis?

Apa hukumnya mencukur atau mencabut bulu alis? Untuk lebih jelasnya mari kita simak hingga akhir ulasan berikut ini mengenai “Hukum Mencabut Bulu Alis” sebagaimana yang kami lansir dari laman republika.

di suatu hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW memberi perhatian Eksklusif terhapa masalah ini. Nabi SAW bersabda:

”Allah mengutuk perempuan-perempuan pentato dan mereka yang minta ditato, perempuan-perempuan yang mencukur alis dan mereka yang minta dicukur alisnya, perempuan-perempuan yang mengikir giginya supaya lebih indah dan mereka yang mengubah ciptaan Allah.”

haram hukumnya mencabut bulu alis

Ibrahim Muhammad al-Jamal di buku Fiqih Wanita, Menyebut, mengubah ciptaan Allah yang dengan tips menambah atau mengurangi dilarang agama.Menurut dia, mengubah bentuk wajah dengan make up, bentuk bibir ataupun alis, termasuk juga mencukur alis, mengecat kuku dan lainnya Yaitu haram.

Menurut al-Jamal, Islam menganggap hal itu Bagaikan tips berhias yang Lebih. Lebih jauh dijelaskan, dewasa ini banyak wanita yang justru tak mengerti tabiatnya sendiri. Mereka tak tahu bahwa dengan keluarnya dari tabiat kewanitaan, mereka tak lagi asli dan tak benar-benar wanita lagi.

Padahal, papar al-Jamal, setiap wanita sebenarnya telah diciptakan Allah dengan wajah tersendiri. Oleh sebab itulah, dia meminta supaya kaum Muslimah tidah meniru-niru praktik yang dinilai bertentangan dengan Sunatullah Itu.

Mufti Agung Mesir, Syekh Ali Jum’ah Muhammad juga telah mengeluarkan fatwa terkait an-namsh atau mencabut bulu alis. Menurut dia, terdapat dua pendapat di kalangan para ahli bahasa mengenai masuknya bulu-bulu lain yang tumbuh di wajah ke di Embargo ini.

”Disparitas inilah yang mendasari Disparitas ulama mengenai hukum mencabut bulu selain bulu alis; antara yang menghalalkan dan yang mengharamkannya,” papar Syekh Ali Jum’ah. Menurut dia, an-namishah Yaitu perempuan yang mencabut bulu alisnya atau bulu alis orang lain. Padahal, al-mutanammishah Yaitu perempuan yang menyuruh orang lain untuk mencabut bulu alisnya.

”Ancaman di bentuk laknat dari Allah SWT atau Rasulullah SAW atas suatu perbuatan Eksklusif merupakan pertanda bahwa perbuatan itu termasuk di dosa besar,” papar Syekh Ali Jum’ah. Sehingga, Perkataan dia, mencabut bulu alis untuk wanita Yaitu haram bila dia belum berkeluarga, kecuali untuk keperluan pengobatan, menghilangkan cacat atau guna merapikan bulu-bulu yang tak beraturan.

Perbuatan yang melebihi batas-batas Itu, hukumnya Yaitu haram. Menurut Syekh Ali Jum’ah, perempuan yang sudah berkeluarga, diperbolehkan melakukannya bila mendapat izin dari suaminya, atau terdapat indikasi yang menunjukkan izin Itu. ”Ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama.”

Mereka beralasan bahwa hal itu termasuk bentuk berhias yang diperlukan Bagaikan benteng guna menjauhi hal-hal tak bagus dan untuk menjaga kehormatan (‘iffah). Maka dengan cara syar’i, seorang istri diperintahkan untuk melakukannya demi suaminya. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan ath-Thabari dari istri Abu Ishak.

di suatu hari dia berkunjung kepada Aisyah RA. Istri Abu Ishak itu Yaitu seorang perempuan yang suka berhias. Dia berkata kepada Aisyah, “Apakah seorang perempuan boleh mencabut bulu di sekitar keningnya demi suaminya?” Aisyah menjawab, “Bersihkanlah dirimu dari hal-hal yang mengganggumu semampumu.”

di risalah Ahkaam an Nisaa’ karya Imam Ahmad, beliau Menyebut, Muhammad bin Ali al Wariq memberitakan, katanya, ”Mahna bercerita kepada kita bahwa dia Sempat bertanya kepada Abu Abdillah mengenai mencukur wajah. Maka dia menjawab, ”untuk wanita itu tak ada jeleknya.”

Akan akan tetapi, oleh peneliti risalah itu dijelaskan, ”Mencabut pun termasuk mengubah wajah juga. di karenakan mencabut artinya membedol rambut dari tempat aslinya, sehingga seolah-olah tempat itu akhirnya tak berambut, Padahal aslinya berambut. Berarti mencabut pun Serupa halnya dengan menjalankan perubahan.”

di kitab Ad Diin al Khalish, Imam Ahmad kembali menegaskan, ”Seandainya ada wanita yang tumbuh janggut atau kumis, maka tidaklah haram menghilangkannya, bahkan mustajab atau malah wajib.” Berdasarkan pendapat itu wanita hendaknya membersihkan wajahnya sesuai dengan kewanitaannya.

Caranya, seperti disampaikan kembali oleh Imam Ahmad, membersihkan wajah dari rambut-rambut yang Lebih, jangan memakai pisau cukur, tapi hilangkanlah dengan krem, bedak Eksklusif atau yang sejenisnya.

Dari uraian diatas Bisa kita simpulkan bahwa tak diperbolehkan kita untuk mencukur atau mencabut bulu alis demi mempercantik tampilan semata, kecuali untuk wanita yang sudah bersuami boleh-boleh aja asalkan sudah mendapat izin dari suaminya, akan akan tetapi bila ada bulu-bulu yang tumbuh tak sewajarnya semisal wanita tumbuh kumis atau jenggot maka boleh-boleh aja untuk mencukur atau mencabutnya Yaitu dengan kream atau bedak penghilang bulu. Begitulah Anemia lebihnya kesimpulan dari uraian diatas.

bila teman-teman punya uraian yang lebih konkrit dari artikel ini, silakan Bisa dishare di kolom komentar. Terima Afeksi, semoga bermanfaat.

Hukum Mencabut Bulu Alis (Wanita Wajib Baca)

Facebook Comments

Leave a Reply