Hukum Memanfaatkan Kendaraan yang Digadai

ceramahterbaru.net – ULAMA sepakat bahwa biaya perawatan barang gadai Jadi tanggung jawab rahin (yang berutang). At-Thahawi Menyebut, Ulama sepakat bahwa biaya perawatan barang gadai Jadi tanggung jawab rahin dan bukan murtahin. (Syarh Maani al-Atsar, 4/99)

Selanjutnya, bila rahin tak menanggung biaya perawatan, bolehkah murtahin memanfaatkan barang gadai Bagaikan ganti dari biaya perawatan? Menurut madzhab hambali, bila gadai yang ada di tangan murtahin membutuhkan biaya perawatan, seperti binatang, maka murtahin berhak untuk mengambil manfaat dari binatang itu, dengan diperah susunya atau dijadikan tunggangan, Bagaikan kompensasi atas biaya yang dia keluarkan.

Loading...

di Fiqh Sunah dinyatakan, “bila barang gadai berupa Fauna tunggangan atau binatang ternak, maka murtahin boleh memanfaatkannya Bagaikan ganti dari biaya yang dia keluarkan untuk itu. Orang yang menanggung biaya, dia berhak untuk memanfaatkan barang itu. Dia boleh menaikinya bila itu Fauna tunggangan seperti kuda, onta, atau bighal. Dan boleh dipakai untuk ngangkut barang. Dia juga boleh mengambil susunya bila hewannya Bisa diperah, seperti kambing atau sapi.” (Fiqh Sunah, 3/157)

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Hukum Memanfaatkan Kendaraan yang Digadai

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply