Hukum Bermazhab di Islam

Hukum Bermazhab di Islam | Sebelum kita menghukumi apakah mesti kita bermazhab atau tak, alangkah lebih bagus kita mesti mengetahui Dulu apakah yang dimaksud mazhab? berikut Elaborasi sedikit mengenai hal itu.

Mazhab

Mazhab merupakan isem makan atau ism Masa yang datang dari Perkataan :

ذهب – يذهب – ذهبا/ذهابا

yang Ambiguitas pergi atau jalan, Jadi dengan tips bhs makna mazhab Yaitu tempat jalan/jalan atau di berpergian. Pengertian mazhab di bingkai syari`at Yaitu beberapa kumpulan pemikiran Imam Mujtahid di bagian hukum-hukum syari`at yang digali dengan memakai dalil-dalil dengan tips detail, serta kaedah-kaedah ushul. Jadi Mazhab yang kita maksudnya di sini Yaitu mazhab fiqh. Sekarang ini mari kita gali Dulu untuk mengetahui empat Mazhab di Global islam berikut ini :

Hukum Bermazhab di Islam

Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi dibentuk oleh seorang ulama besar kufah yang bernama lengkap, Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit bin Zuwatha al-Kufii. Beliau lahir di th. 80 H serta meninggal Global di th. 150 H. beliau merupakan termasuk juga di atba’ al-tabi’in, serta ada ulama yang menyampaikan bahwa beliau termasuk di Tabi’in, yang Hayati di dua daulah yakni daulah umayyah serta daulah ‘abbasiyyah, hingga beliau Sempat berjumpa dengan Anas bin Malik serta meriwatkan hadits darinya. (1) di ini mazhab Hanafi Yaitu mazhab di Mesir, Turki, Syiria serta Libanon. Serta mazhab ini diyakini sebagian besar masyarakat Afganistan, Pakistan, Turkistan, Muslimin India serta Tiongkok.

Mazhab Maliki
Mazhab ini didirikan oleh seorang ulama besar madinah yang lahir di th. 93 H/73 M, dari keluarga Arab terhormat, bernama lengkap Abu ‘Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir bin amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al-Ashbahi. Orangtua serta leluhurnya di kenal juga Bagaikan ulama hadits Madinah, kerena ini membuat imam Malik Berawal Dari sejak kecil menyukai pengetahuan hadits serta pengetahuan yang lain. Awal mula beliau menimba pengetahuan hadits di bapak serta paman-pamannya. Lalu berguru di ulama-ulama populer diantaranya, ‘Abd ar-Rahman bin Hurmuz serta Nafi’ Maula Ibn ‘Umar. Serta guru beliau di bagian fiqh Yaitu, Rabi’ah bin ‘Abd Ar-Rahman, serta imam Ja’far ash-Shadiq2.

Imam Malik sudah menguasai banyak pengetahuan hingga banyak ulama yang menimba pengetahuan padanya, termasuk juga Disorientasi satunya imam Syafi’i penegak pertama mazhab Syafi’i, Bahkan juga menurut satu kisah, murid populer imam Malik mencapai 1. 300 orang. Beberapa daerah yang Berpedoman Mazhab Maliki. sekarang ini ada di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, serta Kuwait.

Mazhab Syafi’i
Mazhab ini didirikan oleh seorang ulama yang lahir di th. 150 H, di Gazza Hepotenusa selatan dari Palestina. Bernama lengkap imam Abu ‘Abd al-llah Muhammad bin Idris bin ‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ bin Saib bin Abu Yazid bin Hasyim bin ‘Abd al-Muthallib al-Quraiyi al-Hasyimi, yang berjumpa dengan Rasulullah di kakek beliau yang kesembilan. Sedang ibunya bernama Fathimah binti ‘Abdillah bin Hasan bin Husain bin ‘Ali Ra yang merupakan shahabat serta menantu Rasulullah SAW.

Sejak Berawal Dari masih umur Sembilan th., beliau telah hafal semua al-Qur’an, lalu di umur sepuluh th., beliau telah hafal kitab al-muwattha’ imam Malik yang berisi lima ribu hadits-hadits shahih. Banyaknya pengetahuan yang beliau punyai lantaran ketekunannya di Menelusuri pengetahuan, nyaris tiap-tiap pusat pengetahuan berliau ziarahi seperti Mekkah, Madinah, Iraq, Kufah serta Mesir, di sana beliau berjumpa dengan ulama-ulama besar, seperti imam Malik, di mana imam Syafi’i senantiasa berbarengan beliau selama setahun. Serta Abu Yusuf, ashhab dari Abu Hanifah.

di th. 179 H, beliau di beri izin oleh imam Malik untuk berfatwa sendiri, akan tetapi beliau terus bertaqlid di guru-gurunya, hingga di th. 198 H, Seusai umur beliau genap 48 th., Berawal Dari berfatwa sendiri dengan lisan ataupun dengan tulisan, pertama memberi fatwa di ‘Iraq yang diishtilahkan dengan al-Qaulul Qadim, lalu beralih ke Mesir serta fatwa beliau selama di sini diishtilahkan dengan al-Qaulul Jadid. Di kota inilah beliau menghadap Allah Swt Seusai shalat maghrib malam Jum’at, akhir bln. Rajab di th. 204 H, bertepatan dengan 28 Juni 819 M. Mazhab Syafi’i hingga di ini diyakini oleh umat Islam di Libia, Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan, Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India, Jazirah Indo China, Sunni-Rusia serta Yaman.

Mazhab Hanbali
Mazhab ini didirikan oleh imam Abu ‘Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal bin Asada az-Zuhili asy-Syaibani, beliau lahir di pusat pengembangan islam Baghdad di th. 164 H serta dikota ini juga banyak memakai waktu hidupnya untuk mengabdi di pendidikan islam hingga meninggal Global di bln. Rabi’ul Awal th. 241 H, seperti ulama yang lain, beliau juga Berpindah kepusat-pusat ilmu dan pengetahuan yang lain seperti, kufah, Bashrah, Makkah, Madinah, Yaman, Syam, serta Jazirah.

Beliau merupakan seorang ulama hadits, serta fiqh yang banyak menghafal hadits dari guru-gurunya diantaranya Imam Syafi’i serta Hasyim bin Basyir bin Abi Khazim al-Bukhari hingga beliau membuat satu kitab yang berisi empat puluh ribu hadits. Banyak para ulama yang memberi kesaksian atas ketinggian ilmunya, diantaranya Ibrahim al-Harbi berkata “aku saksikan Ahmad bin Hanbal seakan-akan beliau sudah menghimpun pengetahuan ulama terdahulu serta selanjutnya”(3). di ini Mazhab Hanbali Jadi mazhab resmi pemerintahan Saudi Arabia serta mempunyai penganut paling besar di semua Jazirah Arab, Palestina, Siria serta Irak.

Selain mazhab yang empat masih tetap ada mazhab lain, seperti Mazhab Al-Ibadhiyah yang didirikan oleh Jabir bin Zaid (meninggal Global 93 H). Mazhab Azh-Zhahiriyah yang didirikan oleh Daud bin Ali Azh-Zhahiri (meninggal Global 270 H), Mazhab Laist yang didirikan oleh imam al-Laits bin sa’ad bin’Abdur rahman al-Fahmi (94 H-175 H), Mazhab Tsaury didirikan oleh Imam Sufyan ibn Sa’id bin Masruq bin Habib bin Rafi’I, (97 H/715 M), Mazhab Auza`i didirikan oleh Abdurrahman Al Auza’i (meninggal Global 113 H), Mazhab Ishaq ibn Rahawiyah, Mazhab Sufyan bin Uyainah, Mazhab Imam Hasan Basri.

akan tetapi selain mazhab yang empat seluruhnya tak bertahan lama pengikutnya cuma ada saat Imam mazhabnya masih Hayati, sesudah beliau meninggal Global tak ada lagi yang melanjutkan mazhabnya. Karenanya sangatlah susah untuk kita menelusuri mazhab selain empat di atas.


Kewajiban bermazhab
Biasanya, manusia di Global terdiri di dua golongan, yakni pintar (alim) serta awam. Yang disebut dengan orang pintar (alim) di diskursus pemahaman bermazhab Yaitu beberapa orang yang sudah mempunyai kekuatan menggali hukum dari Al Quran serta Hadis yang diberi nama juga Bagaikan Mujtahid. Sedang orang yang awam Yaitu beberapa orang yg tak mempunyai kekuatan karenanya dikatakan Bagaikan Muqallid. Kondisi mereka mengikuti beberapa imam Mujtahid diberi nama dengan taqlid.

Loading...

Kewajiban di tiap-tiap muslim Yaitu mempercayai serta mengamalkan apa yang sudah di sampaikan Rasulullah di al-Qur’an serta Sunnah dengan tips benar. Untuk beberapa mujtahid, dengan kapabilitas yang mereka punyai, mereka Bisa menggali hukum sendiri dari Al-Quran serta Hadis bahkan juga untuk mereka tak Bisa mengikuti pendapat orang lain. Sedang untuk orang awam begitu berat untuk mereka untuk mengerti serta mengambil hukum dari Al Quran serta Hadis. Jadi bermazhab Yaitu semata-mata untuk mempermudah mereka mengikuti ajaran agama dengan benar, di karenakan mereka tak wajib lagi Menelusuri tiap-tiap persoalan dari sumber aslinya yakni al-Qur’an, Hadist, Ijma’ dan lain-lain, akan tetapi mereka cukup membaca ringkasan tata tips melaksanakan ibadah dari mazhab-mazhab itu. Bisa dipikirkan bagaimanakah sulitnya beragama untuk orang awam, apabila mesti mempelajari semua ajaran agamanya lewat al-Qur’an serta Hadist. Begitu beratnya beragama apabila kebanyakan orang mesti berijtihad. Serta banyak bidang yang Jadi kebutuhan manusia bakal tak terurus apabila seandainya tiap-tiap manusia berkewajiban untuk berijtihad, lantaran untuk memenuhi kriteria ijtihad itu pasti memakai waktu yang lama di mendalaminya.

Taqlid di perbandingan lain Bisa kita ibaratkan dengan konsumsi Boga siap saji yang sudah di masak oleh ahlinya. Apabila kita mau memasaknya sendiri sudah pasti kita mesti terlebih Dulu mempersiapkan beberapa bahan Boga itu serta mesti mempelajari beberapa tips memasaknya dan juga mesti mempunyai pengalaman di memasak. Hal semacam ini sudah pasti memerlukan waktu bahkan juga terkadang hasil yang didapat tak memuaskan, tak Jadi Boga yang lezat. Demikian pula di taqlid, sudah pasti ia mesti Dulu kita pelajari serta menguasai kriteria ijtihad. Mungkin lantaran kapabilitas yang masih Anemia, hukum yang dihasilkan juga Yaitu hukum yang fasid.

Ayat serta Hadits landasan Bertaqlid
Sesungguhnya banyak ayat-ayat Al Quran serta Hadis Bagaikan landasan kewajiban bertaqlid untuk manusia, diantaranya :

Surat Al Anbiya ayat 7

فسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

“maka tanyakanlah terhadap beberapa orang yang berilmu apabila kalian tak ada mengetahui” (Qs. Al-anbia : 7)
Memang ayat di atas asbabun nuzulnya untuk menanggapi prediksi orang-orang musyrik yang menyebutkan Allah tak akan mengutus rasul dari jenis manusia. akan tetapi di undang-undang usul fiqh Bagaikan pertimbangan hukum serta titik tekan di suatu ayat Yaitu keumuman (universal) lafadz ayat.

Dengan hal Itu ayat di atas sesungguhnya mempunyai kandungan perintah di orang yg tak mempunyai pengetahuan agama supaya menanyakan serta mengikuti pendapat orang yang pintar di antara mereka. Dengan tips tekstual, ayat di atas diisi perintah menanyakan di orang yang pandai. Tak ada kabar perintah taklid, maka tdk Bisa di jadikan dalil kewajiban taklid. akan tetapi pemahaman demikian Anemia pas, di karenakan apabila di perhatikan lebih cermat, perintah di atas termasuk juga perintah Absolut serta Generik. tak diketemukan kekhususan perintah menanyakan perihal dalil atau yang lain. Sehingga ayat itu bias Jadi dalil kewajiban taklid.

Surat An Nisa ayat 59

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Artinya : ’’hai orang-orang yang beriman! Turutilah Allah dan turutilah Rasul serta ulil amri dari kita (An Nisa 59)

’’Ulil amri’’ di ayat di atas disimpulkan oleh beberapa mufassir dengan ‘’ulama-ulama’’. Di antara beberapa mufassir yang mempunyai pendapat demikian Yaitu ibnu Abbas, Jabir bin Abdullah, Hasan, `Atha` dan lain-lain. Jadi di ayat ini diperintahkan di kaum muslim untuk mengikut para ulama yang tak lain disebut dengan taqlid.

Surat As sajadah ayat 24

 وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“dan kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pamimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami di mereka bersabar, serta mereka meyakini ayat-ayat kami” (Qs. As-sajadah : 24)

Abu As-su’ud berkomentar, subtansi ayat diatas menuturkan perihal beberapa imam yang memberi panduan di umat perihal hukum-hukum yang terdapat di Al-Qur’an. Dengan hal Itu wajib untuk umat untuk mengikuti panduan yang mereka tunjukkan.

Hadis riwayat Turmuzi dll

اِقْتَدُوا بِاَللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ ”  أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ وَأَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ

“Ikutilah dua orang Seusai saya, yakni Abu Bakar serta Umar“ (H. R. Turmuzi, Imam Ahmad, Ibnu Majah serta Ibnu Hibban)

di hadis ini terang kita diperintah kita mengikuti dua Ulama yang juga shahabat Nabi yakni Abu bakar serta Umar Rda. Ini merupakan perintah untuk Taqlid.

Hadis riwayat Baihaqi

أصحابي كا لنجوم باءيهم اقبديتم اهتديتم (رواه البيهقي

“Sahabatku seperti bintang, siapapun yang kalian ikuti Jadi kalian sudah memperoleh hidayat” (Kisah Imam Baihaqi).

Ini juga dalil yang meyuruh kita (yang bukan mujtahid) untuk mengikuti sahabat-sahabat nabi, mengikuti mereka itulah yang di katakan dengan TAQLID.


Baca juga: Berita Terkini, Islam Punya Tafsir Al quran Di bidang Teknlogi

Semua hadits di atas menggambarkan bahwa beberapa sahabat serta ulama-ulama sesudah sahabat, Yaitu pelita untuk umat manusia, hingga Rasulullah menjadikan beberapa ulama juga Bagaikan pewaris para Anbiya’ di memberi arahan terhadap ummat. Mengikuti mujtahid di hakikat Yaitu mengikuti Allah serta RasulNya, dan lagi beberapa ulama sudah setuju bahwa ijtihad mereka bersumber di Kitab Allah serta Sunnah Rasul dikarenakan silsilahnya (ikatan) dengan Rasulullah tak diragukan, Jadi mengikuti mujtahid juga disebut mengikuti Rasulullah.

Hukum Bermazhab di Islam

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply