Home Berita Islam Terbaru Hujan Jadi Musibah di karenakan Kejahilan Manusia

Hujan Jadi Musibah di karenakan Kejahilan Manusia

105
0

bila hujan akhir-akhir ini selalu melahirkan musibah dan Bala, itu bukan Disorientasi Allah, akan tetapi al-Quran banyak Menyebut datangnya musibah lebih banyak kerana kesalahan manusia itu sendiri.

Hadirnya musibah dan banjir, seharusnya membuat kita berintropeksi diri kerana banyaknya tangan-tangan jahil manusialah telah memporakperandakan alam dan ekosistem Jadi tak Harmonis.

Hutan-hutan yang seharusnya Jadi penahan air, tiba-tiba sudah ditumbuhi konkrit-konkrit. Gunung, bukit sudah berubah Jadi perumahan mewah, villa (yang sesungguhnya juga jarang dihuni), kerana pemiliknya hanya menduduki setahun sekali untuk bersenang-suka.

Perliaku buruk manusia di pembangunan yang lebih mementingkan dirinya sendiri tak melihat kesan-kesan lain menyebakan datangnya hujan seharusnya Jadi berkat justru Jadi musibah.

Datangnya hujan ibarat datangnya harta di kita. apabila sebelumnya kita tak mempunyai wang tiba-tiba di sekejab diberi Harta melimpah-ruah, maka harta yang kita miliki boleh Jadi musibah bila tak kita control dan kita uruskan dengan bagus. mempunyai harta dan Harta belum tentu berkat, bahkan boleh Jadi musibah untuk anak, isteri atau kita sendiri. Serupa seperti hujan yang tak kita uruskan.

Embargo mencela Hujan

Sebahagian orang sering keluar dari mulutnya celaan, “Aduh! Hujan lagi, hujan lagi. “

Ketahuilah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menasihatkan kita supaya jangan selalu menjadikan makhluk yang tak Bisa berbuat apa-apa Bagaikan kambing hitam bila kita mendapatkan sesuatu yang tak kita sukai. Seperti beliau melarang kita mencela waktu dan angin kerana kedua makhluk Itu tak Bisa berbuat apa-apa.

di suatu hadits qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya); “Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), Padahal Aku Yaitu pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang Jadi silih berganti. “[HR Muslim].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Janganlah kita mencaci maki angin.” [HR. Tirmidzi no. 2252]

Dari dalil di atas terlihat bahawa mencaci maki masa (waktu) dan angin Yaitu sesuatu yang terlarang di Islam. Begitu pula halnya dengan mencaci maki makhluk yang tak Bisa berbuat apa-apa, seperti mencaci maki angin dan hujan Yaitu terlarang.
Islam memberi panduan kita hujan turun.

Pertama, do’a kesyukuran di Allah

‘Aisyah radhiyallahu’ anha berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan; “Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah di kami hujan yang bermanfaat] “. [HR Bukhari]

Kedua, turunnya hujan, justeru kesempatan terbaik untuk memanjatkan do’a dan di mana doa mudah dikabulkan
Ibnu Qudamah di Al Mughni Menyebut, “Dianjurkan untuk berdo’a saat turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Carilah do’a yang mustajab di tiga keadaan: (1) Bertemunya dua pasukan, (2) Menjelang solat dilaksanakan, dan (3) di hujan turun. “[HR Bukhari]

Ketiga: do’a saat terjadi hujan lebat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu di Sempat meminta diturunkan hujan. setelah itu saat hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon di Allah supaya cuaca kembali Jadi cerah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Allahumma haawalaina wa laa’ alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merosakkan kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan]. “

Keempat, mengambil berkah dari air hujan

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami Sempat kehujanan bersama Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga tersiram hujan. setelah itu kami berkata, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau menjalankan demikian?” setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kerana hujan ini baru aja Allah ciptakan.” [HR Muslim]

An-Nawawi jelaskan, “Makna hadits ini Yaitu hujan itu rahmat Yaitu rahmat yang baru aja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh kerana itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertabaruk (mengambil berkah) dari hujan Itu. “[Syarh Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi,]

Demikianlah akidah seorang Muslim di melihat persoalan hujan. Semoga berkat yang dating di kita menyebabkan iman kita bertambah bukan sebaliknya Jadi berkurang dan menyebabkan kita inkar di Allah Subhanahu Wata’ala, layaknya orang-orang yang tak mempunyai keimanan. *

sumber http://www.hidayatullah.com/

Hujan Jadi Musibah di karenakan Kejahilan Manusia

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here