GMNI Ingatkan Meningkatnya Ancaman Perang Asimetris

GMNI Ingatkan Meningkatnya Ancaman Perang Asimetris
Berita Islam 24H – Sepanjang tahun 2016 telah banyak diperlihatkan konflik-konflik sosial dan munculnya berberapa egosentrisme berbau Sara. Hal ini mengindikasikan perang asimetris yang bertujuan memecah belah bangsa Indonesia sudah terjadi.
Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melalui Komite Politik dan Keamanan Fariz Rifqi Ihsan Menyebut, di tahun 2017 akan terjadi ancaman perang asimetris yang lebih besar dibandingkan tahun 2016.
Hal Itu terjadi di karenakan pergeseran geopolitik global Futuristis abad Asia-Pasifik. Hal ini diindikasikan dengan fenomena memanasnya suhu konflik Bahari China Selatan di tahun 2016 yang akan terus berlangsung di tahun ke depan.
“Perang asimetris di dasarnya memakai tips-tips non konvensional dengan memakai aktor non negara. Perang asimetris juga mempunyai sifat multi-dimensional Bisa berlangsung di berbagai sektor yang dipicu aspek ekonomi, sosial, budaya, politik, ideologi dan lainnya. di tahun 2017 terjadi peningkatan ancaman perang asimetris melalui sarana teknologi informasi,” katanya di refleksi akhir tahun Presidium GMNI, di Jakarta, Sabtu (31/12).
Menurut Fariz, peningkatan ancaman perang asimetris Itu akan didukung oleh situasi lokal, habisnya perizinan di beberapa blok migas di tahun 2017-2020. Habisnya perizinan dan perpanjangan kontrak Itu ditengarai akan Jadi incaran negara lain mengontrol dan menguasai sumber daya alam dengan tips memecah belah memakai politik adu domba di masa penjajahan.
Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik menambahkan, peningkatan ancaman perang asimetris ini bertujuan melumpuhkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia terlebih Letak indonesia di wilayah yang strategis. Sehingga, bangsa dan negara Indonesia akan dibuat gagal mewujudkan kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Ancaman perang asimetris Bisa dilihat di negara Suriah yang terjerumus konflik berkepanjangan dan tak tahu kapan akan berakhir.
“Kami juga melihat adanya peningkatan potensi perang asimetris di Aplikasi proyek insfrastruktur yang dilakukan dengan turn key project management yang tak memproteksi kesejahteraan pekerja. Tentunya ini menimbulkan keresahan dan memunculkan sentimen-sentimen terhadap penduduk Eksklusif. Karenanya, hal Itu sudah wajib di antisipasi di memperbaiki kehidupan rakyat,” imbuhnya.
di kaitan itu, Pesidium GMNI mengajak setiap elemen rakyat dan pemerintah Indonesia tetap mewaspadai ancaman perang asimetris di 2017. Peningkatan kewaspadaan ini Bisa ditanggulangi bila seluruh elemen bangsa tetap menjaga persatuan Indonesia dan merajut Bhinneka Tunggal Ika Bagaikan kontra skema ancaman perang asimetris ini. Selain itu pemupukan kesadaran atas wawasan Nusantara dan Pancasila merupakan langkah preventif dari ancaman proses pemecah belahan bangsa dan negara Indonesia. [ceramahterbaru.net / rmol]

GMNI Ingatkan Meningkatnya Ancaman Perang Asimetris

Facebook Comments

Leave a Reply