Gerindra: Yang ‘Umrah Politik’ Itu Jokowi di Pilpres 2014

Berita Islam 24H – Partai Gerindra tak terima Seandainya Ketum-nya Prabowo Subianto disebut menjalankan ‘umrah politik’. Menurut Gerindra, justru Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang Sempat menjalankan ‘umrah politik’.
“Seandainya politik itu, supaya yang nyinyir ini, orang-orang pak Jokowi kan menyinyirkan. Yang berpolitik umrah itu Jokowi. Masa mereka lupa pas pilpres 2014. Ingat nggak insiden baju ihram terbalik itu, yang viral foto baju ihram terbalik itu. Itu kan pak Jokowi yang pergi umrah di di pilpres. Seandainya pak Prabowo kan pilpresnya masih tahun depan. Kenapa heboh?” Perkataan anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada detikcom, Jumat (1/6/2018) malam.
Ia menyatakan di ini Prabowo belum mendaftar Bagaikan capres di pilpres 2019. Atas dasar itu, Andre membantah Prabowo menjalankan ‘politisasi umrah’.
“Seandainya dibilang kita ‘mempolitisasi umrah’, nggaklah. Seandainya ‘umrah dipolitisasi’ itu lagi tahapan pemilu, tahapan pilpres pergi umrah lalu foto-foto untuk diviralkan supaya pencitraan untuk masyarakat. Itu yang namanya ‘politisasi umrah’. Itu yang dilakukan Pak Jokowi di pilres 2014,” ucap Andre.
Andre menyatakan pendukung Jokowi panik hingga mengomentari soal umrah yang dilakukan oleh Prabowo serta sejumlah tokoh lainnya. Disorientasi satu pihak yang disebutnya telalu nyinyir Yaitu Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.
“Nggak wajib terlalu direwelin, dinyinyirin. Tapi kami memaklumi, kenapa pihak pendukung presiden, lalu Ngabalin juga terlalu nyinyir itu bang Ngabalin, di karenakan panik. Jadi mereka nyinyir di karenakan mereka panik,” ujarnya.
Sebelumnya, Ngabalin mengingatkan tak elok ibadah diselingi membahas politik. Hal itu terkait rencana pertemuan antara Prabowo, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan elite PKS akan bertemu dengan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab di sela umrah.
“Nah saya lihat gini, saya mau bilang orang mau jalan ke haji dan umrah namanya di Quran itu, Seandainya orang mau jalan ke haji dan umrah menurut aturannya, telepon aja orang tak boleh pakai di sana konsentrasi untuk ibadah umrah dan haji di sana,” Perkataan Ngabalin di kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).
“Jadi Seandainya nanti diumumkan bertemu dengan imam besar, itu imam besar kita Habib Rizieq untuk kepentingan politik praktis Anemia bagus nanti di Tanah Air. Bagaikan seorang muslim nanti tak enak didengar oleh diketahui umat Protestan, Hindu, dan lain-lain. Dijaga itu semangat kebinekaan itu maksud saya gitu, nggak ada pengertian lain,” urainya. [b-islam24h.com / detik]

Loading...
Advertisement

Gerindra: Yang ‘Umrah Politik’ Itu Jokowi di Pilpres 2014

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply