Home Berita Islam Terbaru Gerindra Serukan Boikot Pemilu 2019

Gerindra Serukan Boikot Pemilu 2019

111
0
Gerindra Serukan Boikot Pemilu 2019
Berita Islam 24H – Partai Gerindra menilai penerapan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) seperti diatur Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu Bagaikan pengkhianatan terhadap demokrasi.
“Ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen bentuk pengkhianatan di demokrasi dan rakyat Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah dan partai pendukung pemerintah,” ujar Wakil Ketua Generik Gerindra Arief Puyuono di keterangannya, Sabtu (22/7).
Menurutnya, dengan adanya presidential threshold, proses demokrasi di Pilpres 2019 tak akan menghasilkan presiden terpilih dengan kualitas mumpuni. Sebab presidential threshold 20 persen akan menyuburkan tawar-menawar parpol kepada calon presiden.
“Contohnya Yaitu pemilihan kepala daerah dengan ketentuan 15 persen dukungan suara parpol di DPRD yang marak dengan mahar jual beli kursi DPRD dan suara parpol,” beber Arief.
Dia mengakui bahwa langkah konstitusional untuk membatalkan UU Pemilu dengan presidential threshold 20 persen hanya dengan jalan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, dia menduga MK akan menolak gugatan.
“Kemungkinan MK berpihak di rakyat juga sangat kecil sekali. di karenakan itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat bila gugatan judicial review di tolak MK, satu-satunya langkah yang wajib kita ambil Yaitu menjalankan boikot pemilu dan Pilpres 2019 Berawal Dari di ini,” jelas Arief.
Sebab, lanjutnya, sangat jelas UU Pemilu dengan presidential threshold 20 persen merupakan konspirasi busuk parpol pendukung pemerintah yang bertujuan untuk menjadikan Joko Widodo Bagaikan calon tunggal presiden di Pilpres 2019 alias melawan kotak kosong.
“Ayo boikot pemilu dan Pilpres 2019 untuk mencegah menghasilkan pemimpin tak berkualitas,” pungkas Arief. [beritaislam24h.info / rmol]
Loading...

Gerindra Serukan Boikot Pemilu 2019

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here