Faisal Basri: Canggih, Corona Dilawan Dengan Permainan Perkataan-Perkataan

ceramahterbaru.net.com – Beragam kritikan hingga di ini masih terus ditujukan kepada pemerintah di mengatasi pandemik Covid-19 di Tanah Air.

Beberapa kebijakan sudah diterapkan, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berujung di pembatasan aktivitas masyarakat hingga yang cukup disoroti Embargo mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Embargo beribadah di rumah ibadah untuk beberapa wilayah.

Namun serangkaian kebijakan Itu bukan tanpa polemik. Tak sedikit yang menilai kebijakan yang diterapkan antar kementerian tumpang tindih. Seperti Embargo mudik, pemerintah dengan tegas Menyebut mudik dilarang, namun Kementerian Perhubungan telah Mengakses akses transportasi yang dinilai Jadi celah untuk para pemudik untuk nekat pulang kampung.

Belum lagi soal wacana relaksasi atau pelonggaran PSBB. Menko Polhukam, Mahfud MD Menyebut pihaknya kemungkinan ada opsi untuk melonggarkan PSBB demi menggenjot sektor perekonomian yang terpukul Covid-19.

Namun hal ltu lagi-lagi dibantah para pembantu presiden. Seperti yang diutarakan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto beberapa hari lalu. Ia menegaskan di dua pekan ke depan, tak ada relaksasi PSBB.

Loading...


Belum Demisioner soal tumpang tindih kebijakan, publik juga belum lama ini dikejutkan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menilai istilah mudik dan pulang kampung berbeda.

Sontak, sepak terjang para menteri dan Kepala Negara di memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus menuai kritik. Disorientasi satu kritik disampaikan oleh ekonom senior, Faisal Basri.

Melalui akun Twitternya, Faisal Basri menilai hingga di ini pemerintah terkesan lebih mengutamakan narasi di pengatasi Covid-19.

“Coronavirus dilawan oleh jajaran pemerintah pusat dengan permainan Perkataan-Perkataan. Siasat dan jurus yang luar biasa canggih, hingga-hingga tak ada satu negara pun yang kuasa menirunya,” kritik Faisal, Rabu (20/5). (Rmol)

Faisal Basri: Canggih, Corona Dilawan Dengan Permainan Perkataan-Perkataan

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply