Home Doa Islam Etika Foreplay Suami Istri sebelum Herbi Badan

Etika Foreplay Suami Istri sebelum Herbi Badan

20
0

Website Eksklusif Doa – Interaksi badan suami istri merupakan Copyright kedua belah pihak. Selama ini, ada Asumsi yang beredar bahwa Interaksi ini hanya lebih banyak dinikmati oleh suami aja. Maklum, pihak istri lebih banyak ditutupi rasa risih dan juga malu, sekalipun di suami yang telah bertahun-tahun Hayati bersama.

Berbeda dengan suami, istri memerlukan proses lebih lama. Disorientasi satu hal terpenting Yaitu soal pemanasan yang wajib dilakukan oleh suami atau istilah sekarangnya sering kita sebut dengan foreplay.

(Pelajari juga: 8 Adab/Etika Suami Istri di Herbi Badan)

Dari beberapa hadist shahih yang dituturkan oleh Rasul Muhammad SAW, ada beberapa yang wajib diperhatikan oleh suami soal pendahuluan ini. Berikut di antaranya, sebagaimana dilansir dari laman Islam Pos.

  1. Perkataan-Perkataan mesra

    “Janganlah Disorientasi seorang dari kalian menjima’ istrinya seperti binatang ternak mendatangi pasangannya. akan tetapi hendaklah ada ar rasuul antara keduanya.”

    Ditanyakan kepada beliau, “Apakah ar rasuul itu wahai Rasulullah?”

    Beliau menjawab, “Ciuman dan kalimat-kalimat Dialog (mesra),” (HR. Ad Dailami).

    Sebelum menjalankan jima’, dahuluilah dengan Perkataan-Perkataan romantic atau kiata-Perkataan yang mesra. Rasulullah, di hari-hari biasa aja memanggil Aisyah dengan Humaira, yang artinya pipinya kemerahan. Betapa beliau sangat romantis, kan?

    Loading...

    Perkataan-Perkataan romantis dan mesra ini yang pertama akan mencairkan suasana dan membuat rileks.

  2. Kecupan

    “Janganlah Disorientasi seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih Dulu membagikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi).

    (Pelajari juga: Doa saat Bersetubuh / Berjima’ Suami Istri Lengkap)

  3. Sentuhan
    bila Perkataan-Perkataan mesra Yaitu pendahuluan dengan ucapan dan kecupan Yaitu pendahuluan yang agak meningkat, maka pendahuluan yang lainnya Yaitu dengan sentuhan.

    Imam Abu Hanifah ditanya oleh muridnya mengenai suami yang memegang kemaluan istrinya atau istri memegang kemaluan suaminya (Bagaikan pendahuluan jima’), beliau menjawab, “tak masalah, bahkan saya berharap ini akan memperbesar pahalanya,” (Tabyin al-Haqaiq). Allahu alam bishawwab.

Etika Foreplay Suami Istri sebelum Herbi Badan

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here