Home Ceramah Islam Terbaru Embargo MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT untuk YANG AKAN BERKURBAN

Embargo MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT untuk YANG AKAN BERKURBAN

32
0

Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئاً
“bila telah masuk sepuluh hari (dari bulan Dzulhijjah) sementara Disorientasi seorang diantara kalian ingin berkurban maka hendaklah ia tak menyentuh sesuatu pun dari rambut dan kulitnya.” (HR. Bukhari
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melarang seseorang yang berniat berkurban untuk mengambil kuku dan rambutnya hingga selesai penyembelihan Fauna kurbannya. Makna inilah yang dipahami oleh para ulama dan kaum muslimin sepanjang masa. akan tetapi, mereka berbeda mengenai tingkat Embargo Itu. Imam Ahmad menilai Embargo itu Bagaikan keharaman, Imam Syafii menilainya Bagaikan kemakruhan, dan Imam Abu Hanifah menilai Bagaikan kebolehan, bukan makruh apalagi haram.
di ini, ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa yang dilarang di hadis di atas Yaitu mengambil kuku dan bulu Fauna yang akan dikurbankan, bukan orang yang akan berkurban.
Pendapat kedua ini tak benar dengan beberapa alasan berikut:
1. tak ada seorang ulama pun yang berpendapat bahwa yang dilarang untuk diambil kuku dan bulu atau rambutnya Yaitu Fauna yang akan dikurbankan. Kesepakatan ini Bisa dianggap ijmak di karenakan tak ada seorang pun dari ulama yang menyelesihinya.
2. Redaksi hadits menyatakan: (من شعره وبشره) . Dhamir (Perkataan ganti) Hu/Hi yang disebutkan di hadits ini Yaitu kembali kepada pengurban bukan kepada Fauna kurban. di karenakan Hu/Hi Yaitu dhamir mudzakar (Perkataan ganti maskulin) sementara Fauna kurban –yang di bahasa arab disebut al-udhhiyyah / الأضحية — Yaitu Perkataan muannas (feminin). bila yang diinginkan Yaitu Perkataan “al-udhhiyyah” ini maka seharusnya memakai dhamir Haa yang menunjukkan muannas.
Kembalinya dhamir Hu/Hi kepada pelaku kurban bukan kepada Fauna kurban Yaitu berdasarkan kaidah kebolehan pengembalian dhamir kepada Perkataan yang tak tersebutkan di kalimat selama dipahami dari konteksnya (al-‘ahdu adz-dzikriy). Pemahaman Itu diambil dari penggunaan Perkataan: وأراد أن يضحي (ingin berkurban) sehingga yang dimaksud di Embargo Yaitu pelaku atau orang yang ingin menjalankan kurban.
Oleh di karenakan itu, tak tepat bila ada yang Menyebut bahwa al-‘ahdu adz-dzikriy dari redaksi hadits Yaitu Perkataan: الشاة (kambing) atau الإبل (onta) dengan alasan bahwa kedua Perkataan Itu Yaitu Perkataan mudzakar (maskulin) sehingga memungkinkan Bagaikan tempat kembali dari dhamir Hu/Hi di hadits. di karenakan kedua Perkataan Itu tak mempunyai Interaksi redaksi dengan Perkataan-Perkataan yang disebutkan di teks hadits sehingga Hepotenusa al-‘ahdu adz-dzikriy darinya Jadi sangat jauh.
Hal ini seperti kalimat di surah Ali Imraan ayat 36 yang berbicara mengenai kisah kelahiran Maryam:
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى
Dhamir Haa yang digunakan di dua Perkataan di ayat Itu kembali kepada Maryam meskipun Perkataan Maryam tak Sempat disebutkan sebelumnya. akan tetapi itu dipahami dari konteks ayat yang berbicara mengenai seorang bayi yang dilahirkan oleh isteri Imran. Dan seperti yang telah jamak diketahui bahwa isteri Imran Yaitu ibunda dari Maryam.
3. Orang yang menyatakan bahwa yang dilarang di hadits Yaitu memotong kuku dan rambut Fauna kurban berasalan bahwa Embargo mengambil kuku dan rambut orang yang berkurban bertentangan dengan anjuran memotong kuku dan memendekkan bulu setiap pekan. Sementara Embargo di hadits ini berlaku sejak awal Dzulhijjah hingga tanggal 10 atau bahkan Bisa mencapi tanggal 13 yang melebihi waktu sepekan di memotong kuku.
Maka kami menjawab bahwa tak ada pertentangan antara kedua hal sunah Itu, di karenakan:
a) Batas waktu kesunahan di memotong kuku Yaitu tergantung di panjang dan pendeknya kuku sehingga tergantung di keadaan setiap manusia. Hanya aja dianjurkan tak melebihi dari empat puluh hari sebagaimana disebutkan di hadits shahih bahwa Anas bin Malik berkata:
وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Ditetapkan waktu untuk kami di mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan supaya kami tak meninggalkannya lebih dari empat puluh malam.” (HR Muslim).
b) Meskipun sebagian ulama menganjurkan memotong kuku setiap pekan (khususnya hari Jumat), akan tetapi ini Yaitu hukum asal dari kesunahan Itu. Sementara Embargo memotong untuk orang yang berkurban Yaitu hukum Eksklusif di karenakan adanya keadaan Eksklusif. Oleh di karenakan itu, bila terdapat keadaan Itu maka dibolehkan untuk tak memotongnya, seperti di Embargo memotong untuk yang ingin berkurban.
Ini sesuai juga dengan keadaan orang yang berhaji yang dilarang memotong kuku dan rambut yang terkadang waktu Embargo Itu Bisa melebihi satu pekan. Seperti jamaah haji atau umroh yang datang dari arah Madinah. Jarak antara miqat Madinah (Bir Ali) Yaitu sekitar 450 km yang di Masa Rasulullah SAW umumnya ditempuh rata-rata selama 10 hari atau bahkan lebih.
4. dengan cara logika dan tradisi, tak ada urgensi atau keperluan dari memotong atau mengambil kuku dan bulu Fauna kurban di karenakan kuku Fauna tidaklah bermanfaat. Adapun bulu maka tak ada yang Bisa dimanfaatkan dari bulu kambing (selain domba), sapi dan onta. Sehingga, bila Embargo Rasulullah SAW di hadits di atas dimaksudkan untuk melarang sesuatu yang sangat jarang atau mustahil dilakukan maka berarti Embargo itu tak bermanfaat dan sia-sia. Dan sungguh jauh untuk Rasulullah SAW memerintahkan sesuatu yang tak mempunyai manfaat yang besar untuk kaum muslimin.
Dengan demikian Bisa disimpulkan berdasarkan dalil-dalil yang tak terbantahkan bahwa yang dimaksud dengan Embargo memotong kuku dan bulu badan untuk yang ingin berkurban Yaitu kuku dan bulu badan seseorang yang akan berkurban, bukan kuku dan bulu Fauna kurban.
Wallahu a’lam.
Sumber : http://ahmadghozali.com
abdkadiralhamid@2016
Loading...
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Share on LinkedIn

Subscribe to receive free email updates:

Embargo MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT untuk YANG AKAN BERKURBAN

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here