Home Berita Islam Terbaru Dua Tahun Jokowi-JK, Indonesia Impor 400 Ribu Sapi dari Meksiko

Dua Tahun Jokowi-JK, Indonesia Impor 400 Ribu Sapi dari Meksiko

21
0
Dua Tahun Jokowi-JK, Indonesia Impor 400 Ribu Sapi dari Meksiko
Berita Islam 24H – Anggota Komisi IV DPR Akmal Pasluddin mengaku prihatin di di dua tahun kepemimpinan Jokowi-JK, bangsa Indonesia akan menyambut impor 400 ribu ekor sapi dari Meksiko.
Seharusnya, Perkataan Akmal, persoalan impor Itu tak wajib terjadi bila tata kelola logistik daging sapi sudah bagus, yang faktanya, hingga di ini masih jauh dari Asa masyarakat.
“Terus terang saya sangat kecewa dan prihatin dengan kinerja pemerintah di kasus pengelolaan daging sapi ini. Kita bukanlah anti impor. Tapi yang lebih penting Yaitu memenuhi janji pemimpin bangsa yang telah diucapkan awal kepemimpinannya untuk berani setop impor daging sapi, merupakan kalimat moral yang dipegang rakyat selama ia menjabat,” Perkataan Akmal kepada TeropongSenayan, Jakarta, Sabtu (22/10/2016).
Diketahui, sesuai pernyataan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kamis (20/10/2016) lalu, bahwa Dubes Meksiko sedang menyiapkan 400 ribu ekor sapi. Menteri Amran beralasan, hal itu untuk menekan harga daging sapi di pasaran hingga mencapai harga Rp 80.000 per kilogram.
Menanggapi itu, Akmal ingat bahwa di masih Jadi calon presiden, Jokowi menegaskan bahwa kelak pemerintahan yang dipimpinnya wajib mempunyai keberanian untuk setop impor daging sapi.
“Namun Seusai kepemimpinan hingga dua tahun ini, impor bukannya berkurang malah terus bertambah dan menambah jumlah negara supplier, yakni Meksiko yang awalnya hanya Australia,” tukasnya.
Akmal Menyebut, dari sektor swasta, para pengusaha telah melihat adanya perbaikan tata kelola daging yang diurus oleh Kementerian Perdagangan, khususnya terkait perizinan.
Namun, dari Hepotenusa masyarakat, bagus Bagaikan konsumen ataupun peternak sapi lokal, impor daging sapi ini merupakan pukulan berat yang terus-menerus ditanggung sepanjang 2 tahun terakhir.
“Meskipun demikian, saya mengapresiasi pemerintah yang telah mencoba menggeser mindset dari pemenuhan daging sapi Jadi pemenuhan protein di masyarakat. Hal itu di karenakan di dasarnya swasembada protein akan lebih mudah terealisasi dan memenuhi unsur diversifikasi pangan,” ujarnya.
Oleh karenanya, Akmal berharap di pembahasan anggaran bersama DPR, pemerintah seharusnya tak mensimplifikasi persoalan tata kelola daging Itu hanya sebatas urusan perdagangan antar negara.
Sebab, dengan adanya pembahasan anggaran Itu, pemerintah mempunyai visi untuk tujuan kesejahteraan petani, peternak dan mengangkat harkat martabat rakyat miskin Indonesia
“Saya sangat berharap di pemerintah, bahwa negara ini mampu memproduksi pangan bagus nabati ataupun hewani termasuk daging sapi. bila impor selalu Jadi jalan keluar dari masalah yang ada, menunjukkan pemerintah malas bekerja atau tak mampu bekerja,” paparnya.
Akmal menambahkan persoalan anggaran Itu wajib Jadi hal yang serius diperhatikan. Sebab, di APBN 2015, Kementerian Pertanian mempunyai alokasi anggaran sebesar Rp 32,7 triliun yang merupakan Paling Besar sepanjang pengelolaan pemerintahan Indonesia.
Meskipun di akhirnya Kementerian Pertanian mendapatkan pemotongan anggaran Jadi 31,5 triliun di APBN 2016 di karenakan ketidak-mampuan pemerintah memenuhi target penerimaan negara. Namun Kementerian Pertanian Itu tetap mempunyai anggaran Paling Besar kesembilan dari 34 kementerian.
“Sangat ironi dukungan politik anggaran kepada pemerintah bidang pertanian ini cuma hanya Bisa impor sepanjang tahun,” terangnya.
Politisi PKS ini masih berharap, bahwa tahun-tahun mendatang, pemerintah mampu mengurangi jumlah impor pangan termasuk daging sapi, bagus sapi Hayati ataupun daging beku.
“Selama pemimpin negara tak mampu membuktikan janji yang diucapkan, maka selama itu pula masyarakat memandang rendah moral pemerintah,” tutupnya. [ceramahterbaru.net / tsc]
Loading...

Dua Tahun Jokowi-JK, Indonesia Impor 400 Ribu Sapi dari Meksiko

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here