Dradjad Wibowo: Mualem Tak Mungkin Menantang Pemerintahan Yang Kuat

ceramahterbaru.net.com – Pemerintah wajib lebih fokus menanggulangi gerakan separatisme dan terorisme ketimbang bertindak represif terhadap tokoh-tokoh oposisi.

Anggota Dewan Ahli Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dradjad Wibowo Menyebut, pernyataan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua DPA Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf alias Mualem yang ingin Aceh membuat referendum diduga di karenakan melihat pemerintahan Joko Widodo dianggap terlampau lemah terhadap gerakan separatisme.

“Yang diucapkan Mualem tamparan langsung kepada pemerintah Indonesia. di karenakan, dia mengucapkannya di hadapan Plt Gubernur, Pangdam, Kapolda dan pimpinan Forum lain di Aceh,” Perkataan Dradjad di berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/5).



“Selain itu, dia Menyebut supaya didengar Jakarta. Artinya, Mualem juga menantang Presiden Jokowi dan pemerintahannya. Mualem tak akan berani begitu bila dia melihat pemerintah kuat,” tambahnya.

Loading...

Dradjad mengingatkan, sebagaimana pakemnya, ideologi dan gerakan separatisme cenderung makin berkembang saat pemerintah dianggap lemah.

“Jadi saran saya, dari di membuang energi untuk tindakan represif terhadap ulama dan tokoh “oposisi”, mending energinya untuk perang total terhadap ancaman nasional seperti separatisme, terorisme dan sebagainya,” pungkas Wakil Ketua Dewan Kerhormatan PAN ini. [rmol]

Dradjad Wibowo: Mualem Tak Mungkin Menantang Pemerintahan Yang Kuat

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply