DR. Moeflich Hasbullah: Sejak Kapan NU Sibuk Jadi Reaksioner menjalankan Penolakan-penolakan Pengajian?

DR. Moeflich Hasbullah: Sejak Kapan NU Sibuk Jadi Reaksioner menjalankan Penolakan-penolakan Pengajian?
Berita Islam 24H – Bagaikan pengamat, saya sangat menyanyangkan surat pengurus NU Garut ini. Surat ini menunjukkan kekalahan NU di “track balapan” atau persaingan dengan gerakan Islam baru atau kelompok Islam non mainstream.
Sejak kapan NU sibuk Jadi reaksioner menjalankan penolakan dan penolakan pengajian sesama umat Islam dimana-mana? Ini sebenarnya bukan cirinya kaum Nahdhiyin. Mereka punya ulama-ulama dan kyai-kyai mumpuni yang mengelola banyak pesantren dengan ribuan santrinya. Itu rumah-rumah damai mereka. Kaum Nahdhiyin harusnya percaya diri dengan sosok-sosok ulama yang mereka miliki.
Mestinya, menurut saya, NU konsentrasi aja menggarap pesantren-pesantren mereka Bagaikan amanat nubuwwah Yaitu sistem pendidikan Islam tradisional pesantren yang sudah terbukti ketangguhannya.
Bukankah penolakan demi penolakan yang dilakukan NU itu menunjukkan kelemahan diri Yaitu kekalahan di persaingan perebutan meraih simpati umat sehingga disibukkan oleh hal-hal yang sifatnya reaksioner? Penolakan ini membesarkan Ust. Bahtiar Nasir dan Ust. Felix di tempat lain.
Mudah-mudahan NU kembali ke khittahnya untuk menjaga basis tradisionalnya Bagaikan khazanah Islam Indonesia.
Kerugiannya reaksioner Yaitu, NU dan para kyainya Jadi disibukkan oleh mereaksi kelompok-kelompok Islam lain dengan pikiran, tenaga dan konsentrasi mereka tercurahkan kesitu.
Dikhawatirkan, pesantren-pesantren Jadi tak terurus dan terbengkalai di karenakan para kyainya disibukkan merespon dan mereaksi yang sebenarnya bukan siapa-siapa melainkan saudara-saudara seiman dan seislam mereka sendiri yang berbeda tugas wilayah dakwahnya.
Para santrinya nanti mencontoh mereka, atau merasa diwarisi tradisi konflik para pemimpinnya, para kyainya dan guru-guru mereka, bukannya keteladanan akhlak untuk menerima kebenaran dari manapun datangnya apalagi dari saudara-saudara sesama Muslim mereka selama tauhidnya lurus, syahadatnya Serupa, Qur’annya Serupa, Nabinya Serupa. Wallahu a’lam.
Oleh: DR. Moeflich Hasbullah
(Ahli Sejarah Islam, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Loading...

[beritaislam24h.info / pi]

DR. Moeflich Hasbullah: Sejak Kapan NU Sibuk Jadi Reaksioner menjalankan Penolakan-penolakan Pengajian?

Facebook Comments
Loading...

Leave a Reply