Home Berita Islam Terbaru Demi Jaga Kehormatan, Wanita Ini Rela Tahan Lapar

Demi Jaga Kehormatan, Wanita Ini Rela Tahan Lapar

123
0

SUDAH Jadi kewajipan untuk seorang wanita untuk menjaga kehormatan dirinya. akan tetapi, sangat sering keperluan Hayati melemahkan mereka. Sehingga, kehormatan digadaikan demi memenuhi keperluan. Nah, jangan hingga kita termasuk Disorientasi satu orang yang menjalankan hal itu. Kita wajib Berguru dari wanita yang satu ini nih.

saat itu, tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah Seusai seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk di sesosok wanita cantik yang tak lain Yaitu jirannya.

“Saudaraku, aku menderita kelaparan. bila bukan kerana tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara Heroisme (Hifdz al-Nafs), aku tak akan datang ke rumahmu. Mahukah engkau memberi Boga padaku kerana Allah? “Tutur wanita itu.

saat itu, memang tengah datang musim paceklik (kemarau). Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput Jadi tandus hingga Fauna ternak Jadi kurus dan akhirnya mati. Boga Jadi langka, maka tanpa ragu-ragu kelaparan melanda sebahagian besar penduduk desa itu. Hanya sebahagian kecil yang masih boleh bertahan.

“Tidakkah engkau tahu bahawa aku mencintaimu? Akan kuberi engkau Boga, akan tetapi engkau wajib melayaniku semalam, “Perkataan tukang besi itu.

Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai tutorial dan taktik, namun tak juga berjaya meluluhkan hati wanita itu.

“Lebih bagus mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah,” ujar wanita itu lagi sambil berlalu Futuristis rumahnya.

Seusai dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan Menyebut hal yang Serupa. Demikian pula jawaban si tukang besi.

Ia akan memberi Boga asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawapan yang Serupa, wanita itu pun kembali ke rumahnya.

Dua hari setelah itu, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu di keadaan payah. Suaranya parau, matanya sayu, dan belakangnya bengkok kerana menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali Menyebut hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, Serupa dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk kali ketiga.

saat itulah, Allah membagikan hidayah-Nya kepada si tukang besi. “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya,” tutur tukang besi di hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya.”

Si tukang besi itu bergegas mengambil Boga dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang, kerekek, kelihatan pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku?”


“Aku bermaksud mengantarkan sedikit Boga yang aku punya. Jangan bimbang, aku memberinya kerana Allah, “jawab si tukang besi itu.

“Ya Allah, bila benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di Global dan akhirat,” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua tangannya ke langit.

Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak Boga yang tersisa buat dirinya.

Tiba-tiba dengan cara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tak terbakar. Bergegas ia menemui wanita itu lagi.

“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu,” ujar si tukang besi.

Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.

“Ya Allah engkau telah mewujudkan do’aku, maka cabutlah nyawaku di ini juga.” Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu di sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah di keadaan sujud.

Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun wajib menahan rasa lapar yang tiada tara.

Setiap muslimah mestinya Bisa mengambil i’tibar (pelajaran berharga) dari berbagai kisah wanita sholehah yang telah diuraikan di muka. Merekalah suri tauladan di kehidupan seharian, bukan orang-orang yang menawarkan gaya Hayati hedonisme dan materialism.

sumber ceramahterbaru.net

Demi Jaga Kehormatan, Wanita Ini Rela Tahan Lapar

Facebook Comments
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here